URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sehari menjelang perayaan kurban sejumlah peralatan untuk membuat sate seperti tusuk sate, arang, panggangan yang berada di Pasar Raya 1 Kota Salatiga Jawa Tengah diburu pembeli.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sehari Jelang Idul Adha, Penjual Tusuk Sate Panen Rejeki

Sehari Jelang Idul Adha, Penjual Tusuk Sate Panen Rejeki

Sehari Jelang Idul Adha, Penjual Tusuk Sate Panen Rejeki

Agung Pembeli peralatan sate di Pasar Raya 1 Kota Salatiga Jawa Tengah, Rabu (28/6/2023).
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Sehari menjelang perayaan kurban sejumlah peralatan untuk membuat sate seperti tusuk sate, arang, panggangan yang berada di Pasar Raya 1 Kota Salatiga Jawa Tengah kini diburu pembeli.

Peralatan untuk membuat sate ini nantinya digunakan masyarakat biasanya untuk membuat sate dari daging sapi dan kambing kurban.

Pedagang peralatan sate ini ketiban berkah pasalnya pada perayaan kurban penjualannya meningkat dibanding hari-hari biasa bahkan mendekati perayaan kurban mereka menambah stok.

Pedagang peralatan sate, Mujiati mengatakan bahwa permintaan peralatan sate seperti tusuk sate, panggangan, arang, kipas dan lainnya pada perayaan kurban meningkat.

“Biasanya itu yang dicari para pembeli seperti tusuk sate, kipas, arang sama bakaran,” kata Mujiati kepada wartawan Rabu (28/6/2023).

Dengan permintaan peralatan sate kian diminati, dirinya akan menaikkan harga peralatan sate. “Kalau harganya nanti dinaikkan sedikit paling seribu rupiah,” ujarnya.

Mujiati menjual tusuk sate dengan harga berkisar Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu tergantung ukuran, kipas berkisar Rp 5 ribu, panggangan sate Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu.

“Harga ini nantinya akan berubah tergantung stok juga,” paparnya.

Menurutnya stok peralatan pembuat sate ini sebelum perayaan kurban ditambah sehingga para pembeli tidak sampai kehabisan. “Untuk stoknya diperbanyak, jika tidak ya nanti pada kehabisan,” katanya.

Mujiati mengaku momen seperti ini menjadi berkah tersendiri bagi pedagang peralatan pembuat sate.

“Jadi berkah kalau pas seperti ini soalnya yang beli jadi banyak seperti masyarakat biasa kan jadi beli, kalau hari biasa itu sepi paling yang beli para pedagang atau penjual sate saja,” ucapnya.

Sementara itu, pembeli, Agung Nugroho mengaku membeli peralatan pembuat sate ini untuk membuat sate bersama keluarga pas perayaan kurban.

“Kalau ini saya beli tusuk sate, biasa pas Idul Adha keluarga pada kumpul lalu buat sate apalagi dapat daging kurban,” kata Agung.

Menurutnya saat hari biasa dirinya jarang membeli peralatan pembuat sate seperti tusuk sate tidak seperti momen saat ini.

“Kalau hari biasa jarang beli sih, paling kalau hari biasa Cuma bakar-bakar sosis atau yang lainnya,” ungkapnya.

Munjiati saat diwawancarai wartawan

BACA JUGA :

Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Anggota DPR RI Muh Haris bersama Anggota DPRD Jawa Tengah Ida Nurul Farida dan Anggota DPRD Kabupaten Semarang M. Jauhari Mahmud menyerahkan bantuan sembako serta uang tunai kepada korban kebakaran rumah di Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan agar keluarga korban segera pulih dan kembali beraktivitas.
Pasca Musibah, Tiga Anggota Dewan Berikan Bantuan Korban Kebakaran di Tengaran
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting