URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sejumlah Kepala Desa di Kotawaringin Barat berniat mengembangkan budidaya tanaman porang lantaran memiliki nilai ekonomi tinggi. Bahkan dalam rangka mempelajari budidaya tanaman porang tersebut Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sejumlah Kades Dari Kotawaringin Barat Belajar Tanaman Porang di Pabelan

Sejumlah Kades Dari Kotawaringin Barat Belajar Tanaman Porang di Pabelan

Sejumlah Kades Dari Kotawaringin Barat Belajar Tanaman Porang di Pabelan

featured-img

Sejumlah Kepala Desa di Kotawaringin Barat berniat mengembangkan budidaya tanaman porang lantaran memiliki nilai ekonomi tinggi. Bahkan dalam rangka mempelajari budidaya tanaman porang tersebut Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah

bersama sejumlah kepala desa berkunjung ke Desa Tukang, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang untuk studi tiru jumat 12 November 2021

Desa Tukang dipilih sebagai tempat studi tiru karena petani di desa tersebut sukses membudidayakan tanaman porang. Hasilnya, bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

“Di Kabupaten Kotawaringin Barat sudah ada budidaya tanaman porang, namun jumlahnya belum banyak. Untuk mengembangkan Porang, kami perlu belajar banyak dari petani yang sudah berhasil. Karena itu, kami berkunjung kesini, untuk belajar dengan Pak Sudadi yang sudah sukses menanam Porang,” kata Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah.

Nurhidayah sengaja mengajak sejumlah kepala desa dan sejumlah Wartawan dalam kunjungan kerjanya agar mereka bisa belajar langsung dengan pelaku budidaya tanaman porang di Desa Tukang yang telah sukses. Sehingga ilmu yang didapat dari studi tiru ini, dapat ditularkan kepada petani dan dikembangkan di daerahnya masing-masing.

Salah seorang petani Porang di Desa Tukang, Sudadi menuturkan, tanaman porang atau sejenis umbi-umbian dari spesies Amorphophallus Muelleri Blume mudah ditanam dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Sehingga tanaman ini bisa menjadi alternatif petani untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Memang soal rejeki itu, masing-masing dan sudah ada yang mengatur. Namun kalau melihat peluang dan pangsa pasarnya, porang memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujarnya.

Sudadi petani porang yang Sukses saat diwawancarai Media

Sudadi menjelaskan, porang selama ini diolah menjadi tepung untuk kebutuhan industri pangan ekspor seperti pembuatan konnyaku atau shirataki. Adapun beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor hasil tanaman Porang antara lain China, Vietnam, India, dan Eropa.
“Pangsa pasar yang luas menjadikan tanaman porang bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, lahan seluas satu hektar dapat ditanami 40.000 batang porang. Dalam satu kali panen, hasilnya mencapai 80 ton umbi. Selain dijual dalam bentuk basah atau kering, biji katak yang terdapat pada tanaman porang juga dapat dijual.

“Saya sudah tiga tahun menanam porang. Harga jual umbi per kilogram Rp13.000 basah, setiap satu tanaman dapat menghasilkan 2 sampai 2,5 kilogram umbi. Sedangkan, jika dijual kering menjadi tepung perkilogram Rp200.000,” terangnya. ( rief )

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara