URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Menjelang puncak musim hujan, sejumlah wilayah di Kabupaten Semarang seperti Banyubiru, Getasan, Sumowono, dan Suruh ditetapkan sebagai daerah rawan bencana. Bupati Ngesti Nugraha mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan. Pemkab bersama BPBD, TNI, Polri, dan Basarnas menyiagakan personel serta perlengkapan tanggap darurat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sejumlah Wilayah di Kabupaten Semarang Rawan Bencana Hidrometeorologi, Warga Diminta Waspada

Sejumlah Wilayah di Kabupaten Semarang Rawan Bencana Hidrometeorologi, Warga Diminta Waspada

Sejumlah Wilayah di Kabupaten Semarang Rawan Bencana Hidrometeorologi, Warga Diminta Waspada

Bupati Semarang Ngesti Nugraha didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan mengecek peralatan penanggulangan bencana usai apel gelar pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Tahun 2025 di Alun-Alun Bung Karno, Kalirejo, Ungaran Timur, Kamis (30/10/2025). Foto: win
Bupati Semarang Ngesti Nugraha didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan mengecek peralatan penanggulangan bencana usai apel gelar pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Tahun 2025 di Alun-Alun Bung Karno, Kalirejo, Ungaran Timur, Kamis (30/10/2025). Foto: win
featured-img

UNGARAN – Sejumlah wilayah di Kabupaten Semarang ditetapkan sebagai daerah rawan bencana yang perlu mendapat perhatian serius menjelang puncak musim hujan.
Wilayah tersebut antara lain Banyubiru, Getasan, Sumowono, Ungaran Timur, Bringin, dan Suruh, yang memiliki potensi tinggi terhadap tanah longsor, banjir, maupun puting beliung.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, hasil evaluasi dan laporan BPBD menunjukkan sejumlah kejadian bencana sudah terjadi sepanjang tahun 2025.

“Hingga 29 Oktober tercatat 71 kejadian tanah longsor, 42 kebakaran rumah, 22 kekeringan, 15 puting beliung, 13 banjir, tiga kebakaran lahan, satu gempa bumi, serta puluhan kejadian lainnya,” ujarnya saat Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Tahun 2025 di Alun-Alun Bung Karno, Kalirejo, Ungaran Timur, Kamis (30/10/2025).

Ia mengatakan, BMKG memprediksi curah hujan di wilayah Kabupaten Semarang masih cukup tinggi, sehingga masyarakat di daerah rawan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kita harus siap setiap saat, dan terus memperkuat koordinasi lintas instansi agar penanganan bencana bisa cepat dilakukan,” kata Ngesti.

Menurutnya, Pemkab Semarang telah melengkapi perlengkapan darurat dan berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti BPBD, Tagana, Baznas, DPU, dan Dishub.

“Ketersediaan alat berat ada di BPBD dan DPU. Jika dibutuhkan tambahan, kami juga sudah menyiapkan anggaran untuk sewa alat berat,” jelasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, menjelaskan bahwa wilayah lereng gunung seperti Banyubiru, Getasan, Sumowono, dan Jambu berpotensi mengalami longsor. Sedangkan Suruh, Bringin, Bancak, dan Kaliwungu rawan puting beliung, sedangkan banjir kerap melanda Ungaran, Ambarawa, Tuntang, Getasan, dan Susukan.

“Kami sudah menyiagakan personel dan peralatan bersama unsur TNI, Polri, serta relawan kebencanaan. Sistem peringatan dini manual juga telah dibangun untuk memperkuat sinergi komunikasi dan penanganan,” tutur Alexander.

Sementara itu, Kepala Basarnas Kota Semarang Budiono menegaskan pihaknya siap siaga 24 jam dalam menghadapi potensi bencana.

“Kami terus melakukan pelatihan dan simulasi bersama relawan serta memperkuat kerja sama dengan BPBD di wilayah Jawa Tengah,” ujarnya. (win)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon