URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pengangkatan PPPK paruh waktu dilakukan Pemkab Semarang dengan menyerahkan SK kepada 1.664 pegawai, termasuk Iis Mardiyanto (31), di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Senin (15/12/2025). Kebijakan ini memberi kepastian status kerja bagi tenaga non-ASN setelah kekhawatiran penghapusan, dengan penugasan mulai Januari 2026.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sempat Khawatir Bakal Diberhentikan, Iis Lega Usai Dilantik PPPK Paruh Waktu

Sempat Khawatir Bakal Diberhentikan, Iis Lega Usai Dilantik PPPK Paruh Waktu

Sempat Khawatir Bakal Diberhentikan, Iis Lega Usai Dilantik PPPK Paruh Waktu

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyerahkan SK pengangkatan kepada salah satu PPPK Paruh Waktu di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Senin (15/12/2025). Foto: Diskominfo Kab. Semarang
Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyerahkan SK pengangkatan kepada salah satu PPPK Paruh Waktu di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Senin (15/12/2025). Foto: Diskominfo Kab. Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Iis Mardiyanto (31), operator layanan operasional pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Semarang akhirnya bisa bernapas lega. Pasalnya, ia menjadi salah satu dari ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang turut mendapatkan Surat Keputusan pengangkatan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Senin (15/12/2025).

Kepada Rasika, Iis yang sebelumnya berstatus sebagai tenaga outsourcing sejak 2018 mengaku sempat merasa was-was. Sebab ada informasi yang menyatakan bahwa akan ada penghapusan.

“Sebelumnya juga dengar kabar akan dipihak-ketigakan. Khawatir bakal diberhentikan,” katanya.

Dengan pengangkatan ini, ia bersama sembilan rekannya yang lain merasa lega karena sudah ada kejelasan status. Ihwal gaji, Iis menyebut sesuai dengan UMK dengan jam kerja yang sama seperti sebelumnya yakni dari Senin sampai Jumat.

“Mudah-mudahan menjadi berkah,” ucapnya singkat.

Kepala BKPSDM Wenny Maya Kartika melaporkan ada 1.667 orang yang mendapat persetujuan Nomor Induk PPPK paruh waktu. Namun ada tiga orang yang mengundurkan diri. Sehingga total ada 1.664 orang PPPK paruh waktu yang diangkat. Mereka terdiri dari 220 orang fornasi guru, lima tenaga kesehatan dan 1.439 tenaga teknis pelaksana.

” PPPK paruh waktu akan melaksanakan tugas mulai 2 Januari 2026,” terangnya.

Sementara Bupati Semarang Ngesti Nugraha berharap para PPPK paruh waktu dapat bekerja maksimal dan disiplin serta mentaati peraturan yang berlaku.

“Yang sudah berkeluarga, jangan selingkuh. Kalo ada laporan dan terbukti langsung akan dievaluasi,” tegasnya.

Ngesti juga menegaskan Pemkab Semarang tidak akan memberhentikan 889 pegawai non ASN yang tidak dapat diangkat menjadi PPPK paruh waktu. Mereka akan ditempatkan di Disdikbudpora.

“Informasi terakhir ada empat orang yang mengundurkan diri,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Stand Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara milik Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga dipadati warga di Joglo 3 Kantor Kejari Salatiga, Rabu (29/7/2026), menjelang pelaksanaan lelang pada 11–14 Agustus 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi sekaligus memperoleh informasi aset yang akan dilelang secara legal.
Sosialisasi Gebyar Lelang Barang Rampasan, Stand PAPBB Kejari Salatiga jadi Idola Calon Peserta Lelang
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga