[adinserter name="Block 1"]
[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Situasi Mandali, Operasi Kemanusiaan Kebakaran Gunung Merbabu Resmi Berakhir

Situasi Mandali, Operasi Kemanusiaan Kebakaran Gunung Merbabu Resmi Berakhir

Situasi Mandali, Operasi Kemanusiaan Kebakaran Gunung Merbabu Resmi Berakhir

Setelah karhutla di Taman Nasional Gunung Merbabu berhasil dipadamkan, operasi kemanusiaan pemadaman api dan evakuasi penduduk yang terdampak telah selesai. Pembubaran tim gabungan dan relawan siaga Karhutla dilaksanakan di basecamp Batur Reaksi Cepat (BRC). Wakapolres Semarang, Kompol Fandy Setiawan, mengonfirmasi bahwa seluruh kegiatan telah selesai, dan warga telah kembali beraktivitas seperti biasa.
Foto: dok. Humas Polres Semarang
Tim relawan gabungan operasi pemadaman api dan evakuasi warga dibubarkan menyusul berakhirnya kebakaran yang melanda TNGMb, Selasa (31/10/2023).

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) pada Jumat (27/10/2023) dinyatakan telah padam. Oleh karena itu, kegiatan operasi kemanusiaan pemadaman api dan evakuasi penduduk yang terdampak dinyatakan selesai pada Selasa (31/10/2023) sore.

Kegiatan pembubaran tim gabungan dan relawan siaga Karhutla TNGMb ini dilaksanakan di basecamp Batur Reaksi Cepat (BRC). Hadir dalam kegiatan tersebut Danramil Getasan, perwakilan Balai TNGMb, Kepala BPBD dan Satpol PP Damkar Kabupaten Semarang, serta relawan gabungan BRC.

[custom-related-posts title=”Kabar Terkait :”  order=”ASC”]

Hal itu disampaikan oleh Wakapolres Semarang Kompol Fandy Setiawan usai memimpin apel pada Rabu (1/11/2023) pagi. Dijelaskannya, seluruh kegiatan mulai pemadaman, evakuasi para warga, hingga trauma healing bagi sudah selesai.

“Seluruh warga sudah kembali ke rumah masing-masing dan beraktivitas seperti biasanya,” ujarnya.

Kapolsek Getasan Iptu Ari Parwanto menerangkan meskipun tim gabungan telah dibubarkan, namun para warga dan relawan sekitar Kecamatan Getasan diimbau meningkatkan kewaspadaan bilamana terjadi karhutla kembali.

“Silakan jalin komunikasi terkait perkembangan situasi di wilayah masing-masing mengingat angin di wilayah lereng Gunung Merbabu masih cukup tinggi yang berpotensi menimbulkan sumber api baru,” kata Ari.

Terpisah, Plt Kepala Balai TNGMb Nurpana Sulaksono merinci total lahan yang terbakar mencapai 848,5 hektare (Ha). Area paling luas terdampak akibat kebakaran itu adalah wilayah Kabupaten Semarang, yakni mencapai 489,5 Ha. Disusul Kabupaten Boyolali seluas 191,7 Ha dan Kabupaten Magelang 167 Ha. Total luasan tersebut merupakan perkiraan indikatif (sementara) berdasarkan lokasi titik api dan laporan personel di lapangan.

Selain mengakibatkan rusaknya vegetasi, sejumlah satwa liar penghuni Gunung Merbabu juga dilaporkan mati terbakar. Di antaranya seekor kijang dan kera ekor panjang.

“Kedua hewan itu masing-masing ditemukan di jalur pendakian Thekelan, ikut Desa Batur serta di wilayah Kabupaten Boyolali,” ujarnya. (win)

BACA JUGA :

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani