URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Setelah karhutla di Taman Nasional Gunung Merbabu berhasil dipadamkan, operasi kemanusiaan pemadaman api dan evakuasi penduduk yang terdampak telah selesai. Pembubaran tim gabungan dan relawan siaga Karhutla dilaksanakan di basecamp Batur Reaksi Cepat (BRC). Wakapolres Semarang, Kompol Fandy Setiawan, mengonfirmasi bahwa seluruh kegiatan telah selesai, dan warga telah kembali beraktivitas seperti biasa.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Situasi Mandali, Operasi Kemanusiaan Kebakaran Gunung Merbabu Resmi Berakhir

Situasi Mandali, Operasi Kemanusiaan Kebakaran Gunung Merbabu Resmi Berakhir

Situasi Mandali, Operasi Kemanusiaan Kebakaran Gunung Merbabu Resmi Berakhir

Tim relawan gabungan operasi pemadaman api dan evakuasi warga dibubarkan menyusul berakhirnya kebakaran yang melanda TNGMb, Selasa (31/10/2023).

Foto: dok. Humas Polres Semarang

Tim relawan gabungan operasi pemadaman api dan evakuasi warga dibubarkan menyusul berakhirnya kebakaran yang melanda TNGMb, Selasa (31/10/2023).
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) pada Jumat (27/10/2023) dinyatakan telah padam. Oleh karena itu, kegiatan operasi kemanusiaan pemadaman api dan evakuasi penduduk yang terdampak dinyatakan selesai pada Selasa (31/10/2023) sore.

Kegiatan pembubaran tim gabungan dan relawan siaga Karhutla TNGMb ini dilaksanakan di basecamp Batur Reaksi Cepat (BRC). Hadir dalam kegiatan tersebut Danramil Getasan, perwakilan Balai TNGMb, Kepala BPBD dan Satpol PP Damkar Kabupaten Semarang, serta relawan gabungan BRC.

[custom-related-posts title=”Kabar Terkait :”  order=”ASC”]

Hal itu disampaikan oleh Wakapolres Semarang Kompol Fandy Setiawan usai memimpin apel pada Rabu (1/11/2023) pagi. Dijelaskannya, seluruh kegiatan mulai pemadaman, evakuasi para warga, hingga trauma healing bagi sudah selesai.

“Seluruh warga sudah kembali ke rumah masing-masing dan beraktivitas seperti biasanya,” ujarnya.

Kapolsek Getasan Iptu Ari Parwanto menerangkan meskipun tim gabungan telah dibubarkan, namun para warga dan relawan sekitar Kecamatan Getasan diimbau meningkatkan kewaspadaan bilamana terjadi karhutla kembali.

“Silakan jalin komunikasi terkait perkembangan situasi di wilayah masing-masing mengingat angin di wilayah lereng Gunung Merbabu masih cukup tinggi yang berpotensi menimbulkan sumber api baru,” kata Ari.

Terpisah, Plt Kepala Balai TNGMb Nurpana Sulaksono merinci total lahan yang terbakar mencapai 848,5 hektare (Ha). Area paling luas terdampak akibat kebakaran itu adalah wilayah Kabupaten Semarang, yakni mencapai 489,5 Ha. Disusul Kabupaten Boyolali seluas 191,7 Ha dan Kabupaten Magelang 167 Ha. Total luasan tersebut merupakan perkiraan indikatif (sementara) berdasarkan lokasi titik api dan laporan personel di lapangan.

Selain mengakibatkan rusaknya vegetasi, sejumlah satwa liar penghuni Gunung Merbabu juga dilaporkan mati terbakar. Di antaranya seekor kijang dan kera ekor panjang.

“Kedua hewan itu masing-masing ditemukan di jalur pendakian Thekelan, ikut Desa Batur serta di wilayah Kabupaten Boyolali,” ujarnya. (win)

BACA JUGA :

Mozza Axillia Gunarsa, remaja 18 tahun asal Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, belum ditemukan setahun setelah meninggalkan rumah pada 25 Juni 2025. Keluarga bersama polisi telah menelusuri sejumlah petunjuk di Semarang, Yogyakarta, Jombang, Indramayu, hingga Solo, tetapi belum menemukan keberadaannya dan berharap Mozza segera pulang.
Setahun Hilang, Keberadaan Gadis Asal Bergas Masih Misterius. Ayahanda: "Pulang, Nak. Katanya mau kuliah di Undip"
Rumpun bambu di belakang rumah warga di RT 03 RW 06, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Api diduga berasal dari pembakaran ban sepeda motor bekas di dekat lokasi, lalu berhasil dipadamkan oleh Damkar Kota Salatiga bersama aparat dan warga tanpa menimbulkan korban jiwa.
Aparat Bersatu Padu Padamkan Api yang Menghanguskan Pohon Bambu
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting
Satlantas Kepolisian Resor Semarang bersama PT Trans Marga Jateng, Sat PJR Polda Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar sosialisasi keselamatan berkendara serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi sopir truk di Rest Area KM 429 A Ungaran, Tol Semarang-Solo. Kegiatan yang menyasar kendaraan diduga over dimension over loading itu dilakukan sebagai edukasi menuju program Zero ODOL 2027 tanpa penindakan atau tilang.
Menuju Zero ODOL 2027, Polisi Temukan 50 Truk Bermuatan Berlebih di Rest Area KM 429 Ungaran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Pemerintah Kabupaten Semarang memproyeksikan pendapatan daerah 2027 sebesar Rp1,92 triliun, turun Rp399,89 miliar dari APBD 2026 akibat berkurangnya pendapatan asli daerah dan transfer pemerintah. Bupati...
Mozza Axillia Gunarsa, remaja 18 tahun asal Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, belum ditemukan setahun setelah meninggalkan rumah pada 25 Juni 2025. Keluarga bersama polisi telah menelusuri sejumlah petunjuk di Semarang, Yogyakarta, Jombang, Indramayu, hingga Solo, tetapi belum menemukan keberadaannya dan berharap Mozza segera pulang.
Setahun Hilang, Keberadaan Gadis Asal Bergas Masih Misterius. Ayahanda: "Pulang, Nak. Katanya mau kuliah di Undip"
Mozza Axillia Gunarsa, remaja 18 tahun asal Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, belum ditemukan setahun setelah meninggalkan rumah pada 25 Juni 2025. Keluarga bersama polisi telah menelusuri sejumlah...
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
PDAM Kota Salatiga memastikan pasokan air bersih bagi pelanggan tetap aman pada musim kemarau meski debit Umbul Senjoyo mulai menurun. Direktur Utama PDAM Salatiga Imron Cahyadi menyampaikan hal itu saat...
10 Juli 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 05.00–08
10 Juli 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 05.00–08.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,8 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut di Semarang mencapai 0,8 meter pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul 05.00–08.00 WIB. Kenaikan muka air laut pada pagi hari berpotensi...
10 Juli 2026 Cuaca Semarang Cerah, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah
10 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Ingatkan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Jumat, 10 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat...
Muat Lebih

POPULER

Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut