[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Susur Sungai Muncar Bikin Hati Berdebar Namun Mengasikkan

Susur Sungai Muncar Bikin Hati Berdebar Namun Mengasikkan

Susur Sungai Muncar Bikin Hati Berdebar Namun Mengasikkan

suasana desa Muncar Susukan dari kejauhan yang nampak asri dengan hamparan sawah

RASIKAFM – Anda pecinta wisata petualangan air, kini tidak ada salahnya mencoba mengisi liburan susur sungai dengan ban atau river tubing di aliran sungai Serang didesa wisata Muncar kecamatan Susukan kabupaten Semarang Jawa Tengah.

Selain dapat memacu adrenalin dengan arus sungai dan jeram yang deras wisatawan juga bisa menikmati keindahan hamparan sawah dan diakhir acara dapat menikmati sajian kuliner khas Desa Muncar.

Kepada rasikafm.com Kepala Desa Muncar, Muhammad Khoirudin Bagas menjelaskan jika wisata susur sungai ini baru diuji coba awal tahun ini, namun amino Masyarakat khusunya pecinta wisata air begitu antusias untuk mencoba menyusuri aliran sungai sejauh 3 KM ini.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=w_QOTGXpM88[/embedyt]
(kades Muncar Muhammad khoirudin Bagas saat memberikan keterangan pers dilokasi susur sungai)

“wisatawan tidak perlu khawatir saat bermain air nanti karena pihak desa telah mengandeng instruktur river tubing dari Muncul yang sebelumnya juga telah sukses mengelola wisata air” kata Bagas.

Sementara itu pantauan Rasika FM dilokasi susur sungai Muncar Minggu 4 April 2021 pagi banyak wisatawan lokal yang mencoba sensasi petualangan susur sungai dengan ban, atau river tubing di aliran sungai Serang yang dapat memacu adrenalin dengan arus sungai yang deras namun mengasikkan ini.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=J7pbrzuj3u4[/embedyt]
(peserta susur sungai saat mendapatkan penjelasan dari instruktur)

Kegiatan river tubing sendiri menggunakan ban dalam truk dengan diameter 1,5 meter dengan sensasi yang tidak berbeda dengan arum jeram.

seperti halnya dengan petualangan river tubing di aliran sungai serang ini dengan arus sungai yang deras dan jeram bisa memberikan sensasi berpetualang dari sungai yang berhulu dari gunung merbabu ini.

“petualangan dimulai dari kawasan desa wisata muncar yang akan menempuh jarak 3 kilometer yang ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit, rute river tubing ada yang berarus tenang dan berarus deras sehingga harus mendapat pengawalan dari petugas untuk memberikan keamanan setiap peserta dilengkapi dengan pelampung dan helm pelindung” tambah kades Bagas.

Sementara itu dalam masa pendemi ini pengunjung river tubing berkurang drastis pengelola berupaya mendongkrak jumlah kunjungan wisata dengan berbagai promo dan semua pengunjung tetap diberlakukan protokol kesehatan.

Dilain pihak Yazid Khairil Aziz instruktur River Tubing Muncar mengaku jika semua kesiapan telah dilakukan pihaknya demi keselamatan pengunjung.

“saya dan team selalu menomor satukan keselamatan bagi pengunjung agar mereka tidak takut saat berwisata, semua petugas juga kita lengkapi HT agar mudah koordinasi” ungkap Yazid yang juga pemilik Muncul river ini.

Untuk bisa menikmati sensasi wisata river tubing di desa wisata muncar pengunjung cukup membayar 55 hingga 65 ribu dan bisa menikmati makanan tradisional termasuk minuman kelapa muda setelah selesai river tubing.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=d7-ave82zNY[/embedyt]

Jadi anda warga USA yang suka berpetualangan air namun malas jika harus pergi keluar daerah maka tidak ada salahnya mencoba susur Sungai Serang di desa Muncar

Selamat mencoba……… (rief)

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px