URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Susur Sungai Muncar Bikin Hati Berdebar Namun Mengasikkan

Susur Sungai Muncar Bikin Hati Berdebar Namun Mengasikkan

Susur Sungai Muncar Bikin Hati Berdebar Namun Mengasikkan

featured-img

suasana desa Muncar Susukan dari kejauhan yang nampak asri dengan hamparan sawah

RASIKAFM – Anda pecinta wisata petualangan air, kini tidak ada salahnya mencoba mengisi liburan susur sungai dengan ban atau river tubing di aliran sungai Serang didesa wisata Muncar kecamatan Susukan kabupaten Semarang Jawa Tengah.

Selain dapat memacu adrenalin dengan arus sungai dan jeram yang deras wisatawan juga bisa menikmati keindahan hamparan sawah dan diakhir acara dapat menikmati sajian kuliner khas Desa Muncar.

Kepada rasikafm.com Kepala Desa Muncar, Muhammad Khoirudin Bagas menjelaskan jika wisata susur sungai ini baru diuji coba awal tahun ini, namun amino Masyarakat khusunya pecinta wisata air begitu antusias untuk mencoba menyusuri aliran sungai sejauh 3 KM ini.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=w_QOTGXpM88[/embedyt]
(kades Muncar Muhammad khoirudin Bagas saat memberikan keterangan pers dilokasi susur sungai)

“wisatawan tidak perlu khawatir saat bermain air nanti karena pihak desa telah mengandeng instruktur river tubing dari Muncul yang sebelumnya juga telah sukses mengelola wisata air” kata Bagas.

Sementara itu pantauan Rasika FM dilokasi susur sungai Muncar Minggu 4 April 2021 pagi banyak wisatawan lokal yang mencoba sensasi petualangan susur sungai dengan ban, atau river tubing di aliran sungai Serang yang dapat memacu adrenalin dengan arus sungai yang deras namun mengasikkan ini.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=J7pbrzuj3u4[/embedyt]
(peserta susur sungai saat mendapatkan penjelasan dari instruktur)

Kegiatan river tubing sendiri menggunakan ban dalam truk dengan diameter 1,5 meter dengan sensasi yang tidak berbeda dengan arum jeram.

seperti halnya dengan petualangan river tubing di aliran sungai serang ini dengan arus sungai yang deras dan jeram bisa memberikan sensasi berpetualang dari sungai yang berhulu dari gunung merbabu ini.

“petualangan dimulai dari kawasan desa wisata muncar yang akan menempuh jarak 3 kilometer yang ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit, rute river tubing ada yang berarus tenang dan berarus deras sehingga harus mendapat pengawalan dari petugas untuk memberikan keamanan setiap peserta dilengkapi dengan pelampung dan helm pelindung” tambah kades Bagas.

Sementara itu dalam masa pendemi ini pengunjung river tubing berkurang drastis pengelola berupaya mendongkrak jumlah kunjungan wisata dengan berbagai promo dan semua pengunjung tetap diberlakukan protokol kesehatan.

Dilain pihak Yazid Khairil Aziz instruktur River Tubing Muncar mengaku jika semua kesiapan telah dilakukan pihaknya demi keselamatan pengunjung.

“saya dan team selalu menomor satukan keselamatan bagi pengunjung agar mereka tidak takut saat berwisata, semua petugas juga kita lengkapi HT agar mudah koordinasi” ungkap Yazid yang juga pemilik Muncul river ini.

Untuk bisa menikmati sensasi wisata river tubing di desa wisata muncar pengunjung cukup membayar 55 hingga 65 ribu dan bisa menikmati makanan tradisional termasuk minuman kelapa muda setelah selesai river tubing.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=d7-ave82zNY[/embedyt]

Jadi anda warga USA yang suka berpetualangan air namun malas jika harus pergi keluar daerah maka tidak ada salahnya mencoba susur Sungai Serang di desa Muncar

Selamat mencoba……… (rief)

BACA JUGA :

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan antrean kendaraan di sejumlah SPBU Jawa Tengah dan DIY tidak disebabkan kelangkaan Biosolar. Stok Biosolar tercatat mencapai 13,5 kali konsumsi harian normal dan Pertalite 11,5 kali, sementara perusahaan memantau persediaan secara real-time serta mengirim pasokan tambahan dari depot terdekat saat stok menurun.
Antrean Biosolar di Sejumlah SPBU, Pertamina Tegaskan Bukan karena Kelangkaan
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan pasokan BBM di Jawa Tengah dan DIY aman dengan ketahanan stok gasoline mencapai 12,5 hari dan gasoil 14 hari konsumsi normal. Pertamina memantau stok SPBU secara real-time, menambah pasokan dari terminal terdekat bila diperlukan, serta mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap lancar.
Stok BBM di Jateng-DIY Aman, Pertamina Imbau Masyarakat Tak Panic Buying
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih predikat terbaik nasional 2026 berkat inovasi wisata edukatif “Super Daddy”. Penghargaan diserahkan Bupati Semarang Ngesti Nugraha kepada Kepala Desa Lerep Sumaryadi saat Harganas 2026, Rabu (8/7/2026), sebagai apresiasi atas program kebersamaan ayah dan anak yang telah diikuti sekitar 500 keluarga.
Kampung KB Lerep Jadi Terbaik Nasional, Paket Wisata "Super Daddy" Antar Ayah Lebih Dekat dengan Anak
Pemerintah Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, menggelar Labuh Agung Sedekah Rawa Pening pada bulan Muharam, Senin (6/7/2026) malam. Warga mengadakan kirab budaya, penyalaan obor, larung sesaji, dan pentas Reog Ponorogo sebagai ungkapan syukur atas rezeki serta keselamatan, sekaligus melestarikan tradisi bagi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup sebagai nelayan di Rawa Pening.
Labuh Agung Sedekah Rawa Pening Kembali Digelar, Warga Larung Hasil Bumi dan Perairan sebagai Wujud Syukur
Alumni dan peneliti Universitas Kristen Satya Wacana mengembangkan Mikoologi atau Mikoo, kit budidaya jamur tiram sebagai sarana belajar dan bermain anak sekaligus produk komersial. Riset yang berlangsung Maret–Mei 2025 itu mematangkan media tanam agar jamur tumbuh cepat, konsisten, dan aman dikonsumsi, sehingga membantu orang tua mengurangi waktu penggunaan gawai anak melalui aktivitas merawat tanaman.
Mahasiswa UKSW Riset Jamur Mikoologi, Berhasil Masuk ke Swalayan
Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Semarang menangani 35 kasus kekerasan seksual hingga semester pertama 2026. Kepala DP3AKB Dewanto Leksono menyampaikan di Ungaran, Senin (6/7/2026), bahwa kasus cenderung meningkat sejak 2023 dan banyak pelaku merupakan orang terdekat korban, sehingga masyarakat diminta mendukung korban untuk melapor melalui layanan GEMATI.
Semester Pertama 2026, 35 Kasus Kekerasan Seksual Terjadi di Kabupaten Semarang. Mayoritas Pelaku Orang Terdekat Korban

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Komunitas Salatiga Keris Ageman Lestari menggelar prosesi jamasan pusaka di halaman Museum Salatiga, kawasan Prasasti Plumpungan, Kamis (2/7/2026), sebagai upaya pelestarian budaya Nusantara. Dalam kegiatan itu, bakal keris dan tombak diserahkan kepada empu untuk ditempa menjadi pusaka resmi Kota Salatiga, sekaligus melibatkan perawatan puluhan keris dan tosan aji milik masyarakat sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda.
Sakral Gelar Jamasan Pusaka, Serahkan Bakal Keris Salatiga
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar