URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dalam rangka menekan aksi balap liar yang sering terjadi selama Bulan Suci Ramadan, Satlantas Polres Semarang melakukan sosialisasi, terutama kepada pelajar dari tingkat SD hingga SMA di Kabupaten Semarang pada Rabu (13/3/2024).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tekan Aksi Balap Liar di Bulan Ramadan, Ini Langkah Satlantas Polres Semarang

Tekan Aksi Balap Liar di Bulan Ramadan, Ini Langkah Satlantas Polres Semarang

Tekan Aksi Balap Liar di Bulan Ramadan, Ini Langkah Satlantas Polres Semarang

Ratusan pelajar di Kabupaten Semarang diberikan sosialisasi kamseltibcarlantas oleh Satlantas Polres Semarang, Rabu (13/3/2024). Foto: Humas Polres Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Bulan suci Ramadan tak jarang dimanfaatkan oleh sebagian oknum tak bertanggungjawab untuk melakukan kegiatan tak terpuji. Salah satunya adalah aksi balap liar yang kerap dilakukan pada malam hari di jalan raya. Selain mengganggu jalannya ibadah kaum muslim selama bulan Ramadan, aksi ini sangat membahayakan keselamatan para pengguna jalan yang lain.

Sebagai langkah untuk menekan tindakan tersebut, Satlantas Polres Semarang gencar melakukan sosialisasi terutama kepada kalangan pelajar. Seperti yang dilaksanakan kepada pelajar dari tingkat SD hingga SMA di Kabupaten Semarang pada Rabu (13/3/2024). Petugas memberikan sosialisasi tertib berlalu lintas yang bertujuan untuk menjaga keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).

“Kepada para pelajar kami sampaikan untuk tidak melakukan kegiatan ilegal balap liar atau kebut-kebutan di jalan hanya untuk mencari jati diri,” tegas Kasatlantas Polres Semarang AKP Arpan.

Selain bagi kalangan pelajar, lanjut Arpan, sosialisasi tertib berlalu lintas ini juga ditujukan kepada masyarakat umum. Kegiatan dibagi menjadi beberapa titik, di antaranya di sejumlah persimpangan jalur utama Semarang-Solo. Para pengguna jalan diberi pengertian kegiatan Operasi Keselamatan Candi 2024 yang sedang berlangsung hingga tanggal 17 Maret.

“Kami sampaikan imbauan dan sosialisasi tertib berlalu lintas, tujuannya selain menjaga kamseltibcarlantas, juga menurunkan angka fatalitas kecelakaan di wilayah Kabupaten Semarang. Apalagi beberapa hari cuaca tidak bersahabat, intensitas curah hujan tinggi disertai angin kencang,” terangnya.

Sementara itu KBO Satlantas Polres Semarang Iptu Zaenudin menyampaikan selain sosialisasi, dalam kegiatan Operasi Keselamatan Candi 2024 juga akan dilakukan penindakan baik menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), hunting system, maupun teguran langsung.

“Maksudnya adalah untuk menekan pelanggaran yang menimbulkan fatalitas kecelakaan. Sekaligus persiapan arus mudik maupun balik Idulfitri,” ujarnya. (win)

BACA JUGA :

Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar
Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
Polda Jawa Tengah akan menggelar Operasi Patuh Candi 2026 pada 8-21 Juni 2026 untuk meningkatkan disiplin dan keselamatan berlalu lintas. Selain edukasi dan pencegahan, polisi juga menindak pelanggaran melalui ETLE dan tilang manual, termasuk penggunaan pelat nomor kendaraan yang ditutup, dilipat, atau dimodifikasi demi menghindari kamera pengawas lalu lintas.
Operasi Patuh Candi 2026 Dimulai 8 Juni, Pelat Nomor yang Dimodifikasi Jadi Sasaran Utama
Polres Salatiga Tindak 24 Motor Berknalpot Tidak Standar
Polres Salatiga Tindak 24 Motor Berknalpot Tidak Standar
Polres Semarang merotasi sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek jajaran melalui upacara serah terima jabatan yang dipimpin Kapolres AKBP Ratna Quratul Ainy pada Rabu (6/5/2026) sebagai bagian penyegaran organisasi, pengembangan karier personel, serta peningkatan profesionalitas dan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Mutasi Besar di Polres Semarang, Sejumlah PJU dan Kapolsek Berganti Posisi
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menyoroti tingginya kerentanan perempuan terhadap tindak kriminal saat peringatan Hari Kartini di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa (21/4/2026). Ia mendorong korban berani melapor karena kepolisian menyediakan pendampingan hukum dan psikologis, sekaligus menekankan peran perempuan dalam keluarga dan menjaga kamtibmas.
Perempuan Rentan Jadi Korban Kejahatan, Kapolres Semarang Ajak Berani Lapor dan Perkuat Peran di Keluarga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia