URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Tengah menemukan potensi gempa di Patahan Weleri, Kabupaten Batang. Meskipun potensi gempa masih rendah, masyarakat diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Temuan BMKG: Patahan Weleri Berpotensi Gempa, Warga Diminta Jangan Panik

Temuan BMKG: Patahan Weleri Berpotensi Gempa, Warga Diminta Jangan Panik

Temuan BMKG: Patahan Weleri Berpotensi Gempa, Warga Diminta Jangan Panik

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Tengah menemukan potensi gempa di Patahan Weleri, Kabupaten Batang. Meskipun potensi gempa masih rendah, masyarakat diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam.
Istimewa
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Tengah menemukan Patahan Weleri di Kabupaten Batang yang memiliki potensi gempa.
featured-img

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Tengah menemukan Patahan Weleri di Kabupaten Batang yang memiliki potensi gempa.

Berdasarkan peta kegempaan yang di lewati Patahan Waleri ada 3 kecamatan yang masuk delapan desa diantaranya, Desa Lebo, Desa Krengseng, Desa Sidorejo, Desa Sawangan, Desa Ketanggan, Desa Kedawung, Desa Kuripan dan Desa Gondang.

Dilangsir dari batangkab.go.id, potensi gempa pada Patahan Weleri masih dalam rata-rata yang lebih kecil dan pelan jika dibanding sejumlah wilayah lain di Jateng.

“Bahwa ada patahan yang ditemukan BMKG Provinsi Jawa Tengah masuk dalam Patahan Weleri dan sesar kendeng,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Batang Suryanto saat ditemui di Kantor BPBD Batang, Kabupaten Batang, Jumat (10/3/2023).

Peta itu rilis dari BMKG tahun 2018 dengan agenda pembangunan sensor gempa di Desa Ketanggan. Panjang Patahan Weleri sekitar 19 kilometer yang terdiri dari lautan dan daratan di sepanjang pantai Kabupaten Batang.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik. Dengan mengetahui berarti mulai mempersiapkan diri. Seperti bangunan tahan gempa, mitigasi, apa yang harus dilakukan saat sebelum dan sesudah gempa serta jalur-jalur evakuasi.

“Untuk pembangunan bangunan sendiri harus menyesuaikan kekuatan standar berdasarkan tipe patahan dan daya guncangan gempanya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Heru Susanto Wibowo mengatakan, untuk patahan di Jawa Tengah memang ada beberapa yang sudah diidentifikasi sekitar ada 13 titik dan ada juga yang belum identifikasi.

“Biasanya yang belum identifikasi merupakan patahan lokal yang mempunyai ciri permukaan naik yang cenderung berbukit. Patahan Weleri memang belum identifikasi, karena kami harus mengidentifikasi dengan cara ada aktivitas gempa dahulu, sedangkan patahan dalam tiga tahun terakhir tidak pernah terjadi,” ucapnya.

Dalam antisipasi, kami sudah memasang peralatan atau jaringan pemantauan gempa bumi di lokasi Kecamatan Gringsing dan Paninggaran Pekalongan. Tujuannya untuk pemantauan sesar-sesar yang ada di darat wilayah Jawa Tengah.

“Potensi terjadinya gempa di Patahan Weleri tidak terlalu besar atau kecil, karena tipenya patahan naik bukan sejajar. Jika patahan bergeser tetap akan menimbulkan gempa bumi. Patahan Weleri itu merupakan sumber gempa yang ada di darat dengan kedalaman dangkal 0 sampai 30 kilometer,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, jadi masyarakat tidak usah panik dan takut karena harus sadar kita hidup di daerah-daerah bahaya yang ada patahan buminya.

Tinggal bagaimana masyarakat dibekali kesiapsiagaan apa yang harus dipersiapkan sewaktu-waktu terjadi gempa bumi.

“Kejadian itu tidak bisa kami prediksi kapan akan terjadi, tapi dengan kita siap bisa timbul rasa tidak takut lagi,” pungkasnya.

BACA JUGA :

Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Salatiga menerjunkan 30 anggotanya untuk mendukung pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Ketua PPI Kota Salatiga Aditya Ramadhan menyebut kolaborasi bersama TNI dan masyarakat ini menjadi bentuk pengabdian sekaligus pengalaman perdana yang diharapkan memperkuat semangat gotong royong.
Terjun Langsung Bantu TMMD, PPI Salatiga bantu Kegiatan Kemasyarakatan
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU: Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Proyek wisata Jateng Valley di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, hingga kini belum kembali dilanjutkan setelah terhenti sejak pandemi COVID-19. Kondisi tersebut disampaikan warga dan pemerintah kelurahan, Senin (3/8/2026), yang berharap pembangunan segera diteruskan agar kawasan kembali hidup, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Mangkraknya Jateng Valley, Warga Menanti Proyek Wisata Kembali Hidup
Sebanyak 250 siswa sekolah dasar dari Solo Raya, Sleman, dan Bantul mengikuti psikotes gratis pemetaan bakat dan minat di Aula Lantai 2 Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Minggu (2/8/2026). Kegiatan kolaborasi Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga, Masyarakat Vokasi (Mavi), dan Takmir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo ini bertujuan membantu orang tua mengenali potensi, karakter, dan minat anak sebagai dasar pendampingan serta pengembangan pendidikan yang lebih tepat.
250 Anak Antusias ikuti Psikotes Gratis di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga