RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dua peristiwa kebakaran terjadi hampir bersamaan di Kabupaten Semarang, Selasa (4/8/2026). Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran serta bantuan warga, kedua kejadian berhasil ditangani sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, mengatakan peristiwa pertama terjadi di Toko Niki Mantep di Jalan Raya Semarang–Solo, Karangjati, Kecamatan Bergas. Laporan diterima petugas melalui Call Center BPBD Kabupaten Semarang pada pukul 10.35 WIB. Regu A Pos Damkar Bergas langsung bergerak satu menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 10.38 WIB.
“Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada saklar dan genset di lantai tiga bangunan toko. Saat petugas tiba, api sudah berhasil dipadamkan oleh karyawan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), sehingga petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang dapat memicu kebakaran kembali,” kata Anang.
Karena suhu pada objek yang terbakar masih tinggi, Pos Damkar Bergas meminta bantuan Regu A Pos Ungaran untuk melakukan pendinginan. Proses pendinginan selesai pukul 11.10 WIB dan seluruh petugas kembali ke pos pada pukul 11.20 WIB. Objek yang terbakar seluas sekitar 2 x 10 meter. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Tak lama berselang, kebakaran kembali terjadi di sebuah rumah milik Ngatmin di Dusun Krajan RT 09 RW 02, Desa Klero, Kecamatan Tengaran. Laporan diterima Pos Damkar Tengaran pada pukul 10.41 WIB.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga berasal dari tungku yang masih menyala saat pemilik rumah memasak. Api kemudian membesar dan merembet ke bangunan rumah.
“Pemilik rumah sempat berupaya memadamkan api bersama warga sekitar sebelum petugas tiba. Berkat kerja sama masyarakat dan petugas, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 11.45 WIB,” ujar Anang.
Untuk memadamkan api, lanjutnya, tiga regu Damkar Pos Tengaran dibantu Regu A Pos Getasan diterjunkan ke lokasi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kebakaran tersebut menghanguskan rumah berukuran sekitar 8 x 10 meter dengan estimasi kerugian mencapai Rp100 juta.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, tidak membebani stop kontak secara berlebihan, serta memastikan kompor atau tungku benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Kewaspadaan menjadi langkah paling efektif untuk mencegah kebakaran,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi kesigapan warga yang segera melapor dan melakukan penanganan awal menggunakan APAR maupun peralatan seadanya sehingga api tidak semakin meluas.
“Respons cepat masyarakat sangat membantu proses penanganan. Namun, keselamatan tetap menjadi prioritas. Segera hubungi petugas pemadam kebakaran apabila terjadi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” pungkas Anang. (win)






