URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Direktorat Jenderal Bina Marga menargetkan penanganan 135 perlintasan sebidang jalur kereta di Sumatera dan Jawa periode 2025–2039. Program pemerintah ini dilaksanakan di berbagai provinsi mulai 2025 karena tingginya risiko kecelakaan dan kerusakan infrastruktur. Penanganan dilakukan bertahap melalui pembangunan flyover, underpass, dan penutupan JPL prioritas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Rencana Penanganan 135 Perlintasan Sebidang di Jawa dan Sumatera

Rencana Penanganan 135 Perlintasan Sebidang di Jawa dan Sumatera

Rencana Penanganan 135 Perlintasan Sebidang di Jawa dan Sumatera

Ditulis Oleh: Djoko Setijowarno , Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegjapranata dan Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)
Custom Image

Penanganan perlintasan sebidang bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan investasi untuk menghentikan kematian sia-sia di jalan raya dan menjaga aset negara agar tidak cepat rusak akibat beban ekstrem.

Berdasarkan dokumen Rencana Umum Penanganan Perlintasan Sebidang Jalur Kereta Api dengan Jalan Nasional tahun 2023, tercatat sebanyak 184 titik persimpangan sebidang yang menjadi perhatian serius pemerintah. Hingga akhir tahun 2023, upaya penanganan telah berhasil diselesaikan pada 48 titik, sehingga menyisakan tantangan berupa 136 titik yang harus segera ditindaklanjuti. Dari jumlah sisa tersebut, 135 titik dikategorikan belum tertangani dengan sebaran 51 titik di Pulau Sumatera dan 84 titik di Pulau Jawa. Sementara itu, satu titik krusial telah dijadwalkan untuk ditangani pada tahun 2025 melalui pembangunan flyover di Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam kurun waktu empat belas tahun ke depan, tepatnya pada periode 2025 hingga 2039, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum telah menetapkan target ambisius untuk menangani 135 titik Jalur Perlintasan Langsung (JPL) yang tersebar di wilayah Sumatera dan Jawa. Penanganan di Pulau Sumatera akan difokuskan pada tiga provinsi utama, yakni Prov. Sumatera Utara dengan 27 titik, Prov. Sumatera Selatan sebanyak 17 titik, serta 7 titik di Prov. Sumatera Barat. Sementara itu, percepatan pembangunan di Pulau Jawa mencakup sebaran yang cukup luas, mulai dari 8 titik di Provinsi Banten, 13 titik di Provinsi Jawa Barat, 16 titik di Provinsi Jawa Tengah, hingga porsi terbesar yang mencapai 47 titik di wilayah Provinsi Jawa Timur.

Merujuk pada Rencana Umum Penanganan Perlintasan Sebidang Jalur Kereta Api dengan Jalan Nasional tahun 2023, pemerintah telah memproyeksikan penanganan 39 titik JPL untuk periode lima tahun pertama (2025–2029). Target tersebut didukung oleh alokasi anggaran yang signifikan di berbagai wilayah, dengan Provinsi Banten menerima alokasi sebesar Rp 1.275,8 miliar untuk penanganan 6 titik, disusul Provinsi Jawa Timur dengan 10 titik senilai Rp 892,4 miliar, dan Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 852,3 miliar untuk 9 titik. Sementara itu, untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah telah disiapkan dana Rp 708 miliar bagi 6 titik, diikuti oleh sebaran di Pulau Sumatera yang mencakup 4 titik di Provinsi Sumatera Utara senilai Rp 452,7 miliar, 1 titik di Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp 445 miliar, serta 3 titik di Provinsi Sumatera Selatan dengan total anggaran Rp376,2 miliar.

Dalam Rencana Strategis 2025 -2029 direncanakan 30 JPL, ada gap 9 JPL belum ditangani. Di Prov. Sumatera Utara 3 JPL, Prov. Sumatera Barat 1 JPL, Prov. Sumatera Selatan 3 JPL, Prov. Banten 5 JPL, Prov. Jawa Barat 5 JPL, Prov. Jawa Tengah 5 JPL dan Prov. Jawa Timur 7 JPL. Dimulai tahun 2025 1 kegiatan di Prov. Sumatera Selatan, tahun 2027 2 kegiatan di Prov. Sumatera Selatan, tahun 2027 8 kegiatan di Prov. Banten, Prov. Jawa Tengah, Prov. Jawa Timur dan Prov. Sumatera Barat. Selanjutnya tahun 2028 19 kegiatan di Prov. Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Barat.

Meskipun target dalam Rencana Umum cukup ambisius, dokumen Rencana Strategis 2025–2029 saat ini baru memproyeksikan penanganan untuk 30 titik JPL, sehingga masih terdapat celah atau gap sebanyak 9 titik yang belum terakomodasi. Sebaran penanganan dalam rencana strategis ini meliputi 7 titik di Provinsi Jawa Timur, masing-masing 5 titik di Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi Jawa Tengah, serta wilayah Sumatera yang mencakup Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Selatan masing-masing 3 titik, ditambah 1 titik di Provinsi Sumatera Barat.

Tahapan pelaksanaannya akan dimulai secara bertahap, diawali dengan satu kegiatan di Sumatera Selatan pada tahun 2025. Memasuki tahun 2027, intensitas pengerjaan meningkat dengan 10 kegiatan yang terbagi atas 2 titik di Provinsi Sumatera Selatan serta 8 titik lainnya yang tersebar di Provinsi Banten, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, dan Provinsi Sumatera Barat. Puncak pengerjaan direncanakan terjadi pada tahun 2028, dengan total 19 kegiatan yang mencakup wilayah Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, hingga Provinsi Sumatera Barat.

Manfaat yang didapat

Menangani perlintasan sebidang (seperti membangun flyover, underpass, atau penutupan jalan) akan memberikan manfaat yang sangat signifikan. Manfaat itu dapat ditinjau dari tiga aspek utama, yaitu keselamatan, efisiensi operasional, dan ketahanan infrastruktur .

Pertama, peningkatan keselamatan adalah manfaat yang paling krusial . Dengan menghilangkan persinggungan langsung antara kendaraan dan kereta api. Menghapus risiko tamperan, menghilangkan potensi kecelakaan yang menurut data Diraktorat Jenderal Perkeretaapian (2026) telah merenggut banyak nyawa (62 persen korban fatal). Mengeliminasi faktor kelalaian, tidak ada lagi celah bagi perilaku menerobos palang pintu atau risiko kendaraan mogok di tengah rel yang sering menjadi pemicu utama kecelakaan.

Kedua, kelancaran mobilitas dan ekonomi . Jalan nasional adalah urat nadi logistik. Penanganan perlintasan sebidang berdampak pada menghilangkan kemacetan (bottleneck). Kendaraan tidak perlu lagi berhenti menunggu kereta lewat, sehingga arus lalu lintas di jalan nasional menjadi lebih lancar dan waktu tempuh lebih singkat. Kemudian, efisiensi logistik, truk barang dan angkutan industri dapat bergerak lebih konsisten tanpa gangguan jadwal kereta api, yang pada akhirnya menurunkan biaya operasional transportasi.

Ketiga, perlindungan infrastruktur perkeretaapian . Mencegah kerusakan rel, tanpa adanya truk berat (seperti truk lowdeck atau muatan 30 ton) yang menghantam rel di perlintasan, risiko rel patah, baut kendur, atau fondasi ambles dapat dihindari. Selanjutnya, keandalan perjalanan kereta api dapat melintas dengan kecepatan maksimal secara stabil tanpa harus khawatir terjadi lendutan atau penurunan geometri rel di titik persimpangan.

Keempat, integrasi Kawasan Keselamatan Perkeretaapian (Kaliska) . Penanganan ini mewujudkan konsep kawasan keselamatan yang terintegrasi. Sinergi regulasi dengan menyatukan aturan lalu lintas jalan raya (LLAJ) dengan standar keselamatan perkeretaapian. Juga ada kepastian hukum dan operasional dengan memberikan rasa aman bagi masinis dalam mengoperasikan kereta dan kenyamanan bagi pengemudi kendaraan di jalan nasional.

BACA JUGA :

Maut Masih Mengintai di Perlintasan Sebidang
Dilema Anggaran Keselamatan Kereta di Jawa T imur
arus mudik 2
Mudik Lebaran 2026: Jangan Hanya Bertumpu Pada Jalan Tol
JALAN-RUSAK_ilustrasi
Memahami Hak Masyarakat dan Tanggung Jawab Negara Atas Jalan Rusak
Rel Layang di Kota Semarang dan Kota Pekalongan Solusi Permanen Atasi Banjir dan Kemacetan
Rel Layang di Kota Semarang dan Kota Pekalongan: Solusi Permanen Atasi Banjir dan Kemacetan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

JANGAN LEWATKAN:

Mudik Lebaran 2026 Mobilitas Besar, Antisipasi Maksimal
Mudik Lebaran 2026: Mobilitas Besar, Antisipasi Maksimal
Wajib Baca! Bijak di Jalan, Aman di Tujuan Pentingnya Kesadaran Lalu Lintas di Indonesia
Wajib Baca! Bijak di Jalan, Aman di Tujuan: Pentingnya Kesadaran Lalu Lintas di Indonesia
Etika pengemudi di jalan raya sangat penting untuk menciptakan keselamatan dan kenyamanan bersama. Pengemudi perlu menghormati pejalan kaki dengan berhenti di zebra cross, mengurangi kecepatan di area ramai, tidak berkendara di trotoar, serta memperhatikan anak-anak dan lansia sebagai pengguna jalan paling rentan.
Etika Pengemudi terhadap Pejalan Kaki
Soto Kare Reksa di Salatiga menjadi kuliner legendaris sejak 1942, warisan keluarga Sofyan yang masih mempertahankan resep tradisional dengan kuah santan dan sandung lamur khas. Berlokasi di gang belakang bekas Bioskop Reksa, warung ini tetap ramai dikunjungi pecinta kuliner dari berbagai daerah karena cita rasanya yang autentik.
Soto Kare Reksa Salatiga Sensasi Kuliner sejak 1942
Rasika memberikan panduan bagi masyarakat untuk tetap menjalani masa tua dengan sehat dan bahagia. Artikel ini membahas pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, tetap bersosialisasi, menekuni hobi positif, serta memperkuat ibadah sebagai kunci menghadapi pertambahan usia dengan penuh rasa syukur dan semangat hidup.
Umur Semakin Bertambah? Ini Tips Agar Tetap Positif di Masa Tua
Lima tempat dimsum di Ungaran, Kabupaten Semarang, menjadi rekomendasi favorit pecinta kuliner. Rasika memperkenalkan ragam inovasi dimsum kekinian yang populer di kalangan masyarakat. Dimsum lezat ini disajikan dengan beragam varian rasa dan topping unik melalui layanan offline maupun ojek online.
Bikin Ngiler! Berikut 5 Rekomendasi Dimsum di Ungaran

INFOGRAFIS

TERKINI

Rencana pengaktifan Car Free Day, Pemkab Semarang bersama Polres Semarang di Alun-alun Bung Karno Ungaran dan Ambarawa, mulai Minggu 12 April 2026, bertujuan mengurangi emisi karbon dan mendukung UMKM, dilaksanakan melalui penutupan jalan terbatas serta koordinasi lintas instansi.
Tunjang WFH, Pemkab Semarang Bakal Aktifkan Kembali Car Free Day, Dua Lokasi Mulai Disiapkan
Rencana pengaktifan Car Free Day, Pemkab Semarang bersama Polres Semarang di Alun-alun Bung Karno Ungaran dan Ambarawa, mulai Minggu 12 April 2026, bertujuan mengurangi emisi karbon dan mendukung UMKM,...
Peninjauan distribusi LPG subsidi, Gubernur Ahmad Luthfi bersama Pertamina Patra Niaga di SPPBE Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (8/4), memastikan stok aman karena antisipasi isu kelangkaan, dilakukan lewat pengawasan ketat, sidak lapangan, penertiban penggunaan, serta koordinasi aparat guna menjaga distribusi tepat sasaran.
Tinjau Langsung Distribusi LPG di Karanganyar, Gubernur Jateng Pastikan Pasokan Aman
Peninjauan distribusi LPG subsidi, Gubernur Ahmad Luthfi bersama Pertamina Patra Niaga di SPPBE Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (8/4), memastikan stok aman karena antisipasi isu kelangkaan, dilakukan lewat...
Lonjakan harga plastik akibat gejolak geopolitik, pelaku UMKM seperti Riskya Yosi dan Nurul Istiqomah di Salatiga, Jawa Tengah, sejak akhir Ramadan hingga April 2026, mengeluhkan kenaikan biaya produksi karena dampak konflik global, diatasi dengan menaikkan harga jual dan efisiensi agar usaha tetap bertahan.
Dampak Kenaikan Harga Plastik, UMKM Salatiga Tertekan. Dilema Mau Lanjut apa Putus
Lonjakan harga plastik akibat gejolak geopolitik, pelaku UMKM seperti Riskya Yosi dan Nurul Istiqomah di Salatiga, Jawa Tengah, sejak akhir Ramadan hingga April 2026, mengeluhkan kenaikan biaya produksi...
Pengungkapan sindikat penyalahgunaan LPG subsidi oleh Polda Jawa Tengah melibatkan pelaku di Semarang dan Karanganyar, awal April 2026, karena praktik penyuntikan tabung ilegal, ditindak dengan penyitaan ratusan tabung serta ancaman pidana bagi pelaku guna menjaga distribusi energi tepat sasaran.
Pertamina Apresiasi Polda Jateng Ungkap Sindikat Pengoplosan LPG di Semarang dan Karanganyar
Pengungkapan sindikat penyalahgunaan LPG subsidi oleh Polda Jawa Tengah melibatkan pelaku di Semarang dan Karanganyar, awal April 2026, karena praktik penyuntikan tabung ilegal, ditindak dengan penyitaan...
Temuan pelanggaran fasilitas SPPG di Desa Samban disampaikan Joko Sriyono, Selasa (7/4/2026), setelah pengecekan lapangan karena limbah dibuang ke sungai dan sarana tak standar, diminta dihentikan sementara hingga melengkapi IPAL dan sertifikat higiene sanitasi.
Lokasi Dekat Kandang Ayam dan Tak Miliki IPAL serta SLHS, Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Desak SPPG Samban Ditutup
Temuan pelanggaran fasilitas SPPG di Desa Samban disampaikan Joko Sriyono, Selasa (7/4/2026), setelah pengecekan lapangan karena limbah dibuang ke sungai dan sarana tak standar, diminta dihentikan sementara...
Muat Lebih

POPULER

RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo menggelar khitan massal gratis bagi 32 anak di Terminal Tingkir, Salatiga, Jumat (3/4/2026). Kegiatan ini menjadi pembuka HUT ke-43, sebagai wujud pelayanan sosial kepada masyarakat dengan melibatkan berbagai pihak dan dukungan tenaga profesional.
Ulang Tahun ke 43, RSUD Soebarkat Gelar Khitan Massal di Terminal Tingkir Salatiga
Insiden motor terbakar di SPBU Sriwijaya dijelaskan Pertamina melalui Taufiq Kurniawan di Semarang usai viral, sebagai klarifikasi publik karena tudingan kelalaian, dilakukan berdasarkan hasil CCTV dan investigasi internal yang menyebut operator telah bekerja sesuai SOP serta kebakaran dipicu kerusakan kendaraan konsumen.
Pertamina Klarifikasi Insiden Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya Semarang, Tegaskan Petugas Sudah Sesuai SOP
Halalbihalal digelar Komunitas Ojek Online Ungaran oleh para driver di Desa Gogik, Ungaran Barat, Minggu (5/4/2026), sebagai ajang mempererat persaudaraan setelah Lebaran karena padatnya aktivitas kerja, dilakukan dengan saling bermaafan, berbagi pengalaman, serta edukasi menjaga performa akun dan solidaritas komunitas.
Halal Bihalal Ojol Ungaran: Saat Jemari Tak Lagi Geser Layar, Tapi Bertaut Erat

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved