URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang pemuda terjatuh ke jurang saat hendak menolong warga yang lebih dulu terpeleset di Sungai Tretes, Kota Salatiga, Rabu (29/4/2026), akibat panik dan salah jalur, sehingga keduanya mengalami luka dan dievakuasi petugas gabungan sebelum dibawa ke rumah sakit.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemuda di Salatiga Terperosok ke Jurang saat Menolong Temanya

Pemuda di Salatiga Terperosok ke Jurang saat Menolong Temanya

Pemuda di Salatiga Terperosok ke Jurang saat Menolong Temanya

Petugas evakuasi korban yang terperosok ke dalam jurang (Foto dok IST)
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Berniat hendak menolong temanya justru berujung petaka. Seorang pemuda di Kota Salatiga, Jawa Tengah, terperosok ke dalam jurang saat hendak menolong warga yang lebih dulu jatuh ke dasar sungai di kawasan Kembang Arum, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Rabu (29/4/2026) petang.

Peristiwa bermula ketika seorang warga bernama Johan Subagio diduga terpeleset saat hendak membuang sampah di bibir jurang Sungai Tretes. Ia jatuh ke dasar jurang dengan kedalaman sekitar 10 meter yang dipenuhi bebatuan dan genangan air.

Dalam kondisi terluka, Johan berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut terdengar warga sekitar, termasuk seorang pemuda bernama Galih Satria Pamungkas yang bergegas datang untuk membantu.

Namun nahas, saat berupaya menolong, Galih justru ikut terperosok ke jurang yang sama. Ia diduga salah mengambil jalur dan melompat dari atas tebing dalam kondisi panik.

“Awalnya ada ibu-ibu dengar teriakan minta tolong, lalu minta bantuan ke remaja yang sedang berkumpul. Ada yang turun lewat bawah untuk menolong, tapi satu pemuda ini malah lompat dari atas dan akhirnya ikut jatuh,” ujar Ari, saksi mata di lokasi kejadian.

Ari menjelaskan, kondisi jurang cukup curam dengan kedalaman mencapai sekitar 7 hingga 10 meter. Meski air di dasar sungai relatif dangkal, area tersebut dipenuhi batu sehingga berisiko tinggi menyebabkan cedera.

“Yang satu awalnya jatuh duluan, kemudian yang berniat menolong malah ikut jadi korban karena mungkin panik ingin cepat membantu,” tambahnya.

Akibat kejadian itu, Galih mengalami patah tulang pada tangan kiri dan jari, sementara Johan mengalami luka di bagian kepala akibat benturan saat jatuh.

Proses evakuasi kedua korban berlangsung dramatis dan memakan waktu lebih dari satu jam. Puluhan petugas gabungan dari BPBD, PMI, Damkar, TNI, Polri, serta warga setempat dikerahkan untuk mengangkat korban dari dasar jurang yang curam.

Kedua korban akhirnya berhasil dievakuasi dan segera dilarikan ke RSUD Salatiga untuk mendapatkan penanganan medis.

Ari saksi mata

BACA JUGA :

Rumpun bambu di belakang rumah warga di RT 03 RW 06, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Api diduga berasal dari pembakaran ban sepeda motor bekas di dekat lokasi, lalu berhasil dipadamkan oleh Damkar Kota Salatiga bersama aparat dan warga tanpa menimbulkan korban jiwa.
Aparat Bersatu Padu Padamkan Api yang Menghanguskan Pohon Bambu
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting
Satlantas Kepolisian Resor Semarang bersama PT Trans Marga Jateng, Sat PJR Polda Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar sosialisasi keselamatan berkendara serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi sopir truk di Rest Area KM 429 A Ungaran, Tol Semarang-Solo. Kegiatan yang menyasar kendaraan diduga over dimension over loading itu dilakukan sebagai edukasi menuju program Zero ODOL 2027 tanpa penindakan atau tilang.
Menuju Zero ODOL 2027, Polisi Temukan 50 Truk Bermuatan Berlebih di Rest Area KM 429 Ungaran
PDAM Kota Salatiga mengimbau pelanggan meningkatkan pengamanan meteran air menyusul maraknya kasus pencurian di sejumlah wilayah. Direktur Utama PDAM Kota Salatiga, Imron Cahyadi, meminta masyarakat melindungi meteran di rumah, memasang pengaman tambahan pada lokasi rentan, serta segera melapor kepada PDAM atau aparat jika menemukan aktivitas mencurigakan untuk mencegah gangguan distribusi air bersih dan biaya penggantian meter.
Kasus Pencurian Meteran Marak, PDAM Salatiga Minta Konsumen Waspada
Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar
Kecelakaan tunggal sebuah bus Isuzu yang mengangkut rombongan wisata terjadi di KM 454+200 Tol Bawen–Salatiga, Kabupaten Semarang, Selasa (30/6/2026) pagi. Diduga akibat pengemudi kehilangan konsentrasi, bus keluar jalur dan masuk ke parit sehingga menyebabkan dua penumpang meninggal dunia, dua lainnya luka-luka, serta kendaraan mengalami kerusakan.
Bus Pariwisata alami Laka Tunggal, 2 Penumpang Meninggal

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Komunitas Salatiga Keris Ageman Lestari menggelar prosesi jamasan pusaka di halaman Museum Salatiga, kawasan Prasasti Plumpungan, Kamis (2/7/2026), sebagai upaya pelestarian budaya Nusantara. Dalam kegiatan itu, bakal keris dan tombak diserahkan kepada empu untuk ditempa menjadi pusaka resmi Kota Salatiga, sekaligus melibatkan perawatan puluhan keris dan tosan aji milik masyarakat sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda.
Sakral Gelar Jamasan Pusaka, Serahkan Bakal Keris Salatiga
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar