URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten Semarang meraih pencapaian signifikan dengan menyelesaikan 12 proyek pembangunan fisik pada tahun anggaran 2023. Total 859 paket pekerjaan dengan nilai anggaran mencapai Rp208 miliar berhasil dibiayai oleh APBD Kabupaten Semarang, Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah, dan Dana Alokasi Khusus Pemerintah Pusat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

12 Proyek Pembangunan Fisik Tahun Anggaran 2023 Kabupaten Semarang Rampung 100 Persen

12 Proyek Pembangunan Fisik Tahun Anggaran 2023 Kabupaten Semarang Rampung 100 Persen

12 Proyek Pembangunan Fisik Tahun Anggaran 2023 Kabupaten Semarang Rampung 100 Persen

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menandatangani prasasti dalam acara Peresmian Proyek-proyek di Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2023, di Kampung Wisata Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Selasa (23/1/2024). Foto: win
Bupati Semarang Ngesti Nugraha menandatangani prasasti dalam acara Peresmian Proyek-proyek di Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2023, di Kampung Wisata Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Selasa (23/1/2024). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang berhasil merampungkan 12 proyek pembangunan fisik pada tahun anggaran 2023. Adapun seluruhnya terdiri dari 859 paket pekerjaan dengan total nilai anggaran sebesar Rp208 miliar.

Berdasarkan keterangan Bupati Semarang Ngesti Nugraha, pembiayaan proyek pembangunan fisik ini bersumber dari APBD Kabupaten Semarang, Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat.

“Harapan kami, proyek pembangunan fisik ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk sarana meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Ngesti dalam acara Peresmian Proyek di Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2023, di Kampung Wisata Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Selasa (23/1/2024).

Ngesti menyebut, proyek-proyek itu terdiri dari pembangunan gudang arsip dan penataan halaman DPU Kabupaten Semarang, peningkatan ruas jalan di Gentan-Timpik Kecamatan Susukan dan Kalongan-Kawengen Kecamatan Ungaran Timur, pembangunan jalan dan drainase kawasan kumuh Desa Penawangan Kecamatan Pringapus, rehabilitasi irigasi Karanglo, pembangunan kampung wisata Bergas Lor, pembangunan rumah kemasan di PLUT Tuntang, dan pembangunan gedung integritas Inspektorat Kabupaten Semarang.

“Di bidang pendidikan juga kami laksanakan pembangunan di SMP Islam Sudirman Banyubiru dan SDN Wringinputih 01 Bergas. Sedangkan bidang kesehatan, dilakukan juga pembangunan Instalasi Bedah Sentral rumah sakit dr. Gondo Suwarno Ungaran serta pembangunan gedung lantai 4 rumah sakit dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa,” urainya.

Selain pembangunan infrastruktur fisik tersebut, lanjut Ngesti, pada tahun anggaran 2023 juga dilaksanakan program unggulan nonfisik. Misalnya pemberian insentif bagi Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) sebesar Rp500 ribu, serta pemberian beasiswa bagi anak tidak mampu mulai jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

“Untuk SD besarannya Rp500 ribu, SMP dan SMA masing-masing Rp750 ribu, dan mahasiswa Rp3 juta,” beber dia.

Orang nomor satu di Kabupaten Semarang ini menambahkan, terdapat sejumlah pembangunan yang menjadi prioritas pada tahun anggaran 2024. Di antaranya pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Desa Susukan, Kecamatan Susukan dengan nilai anggaran Rp4 miliar, yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik untuk kegiatan agama, budaya, dan kemasyarakatan. Selain itu, rehabilitasi GOR Pandanaran Wujil dengan anggaran bersumber dari APBD Provinsi Jateng sebesar Rp2 miliar dan APBD Kabupaten Semarang sebesar Rp1 miliar.

“Harapannya untuk penyerapan anggaran bisa maksimal di awal tahun, jangan sampai menumpuk di akhir tahun,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara