URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

30 Hektare Tanaman Padi di Kabupaten Semarang Alami Kerusakan Akibat Kekeringan

30 Hektare Tanaman Padi di Kabupaten Semarang Alami Kerusakan Akibat Kekeringan

30 Hektare Tanaman Padi di Kabupaten Semarang Alami Kerusakan Akibat Kekeringan

featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Dampak El Nino mulai dirasakan oleh petani di Kabupaten Semarang. Terlebih bagi mereka yang menggarap lahan pertanian tadah hujan yang hanya mengandalkan air hujan sebagai sumber pengairan utama.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, selama periode pengamatan pada bulan Juli 2023 terdapat 30 hektare lahan pertanian yang rusak akibat kekeringan. Jumlah itu tersebar di 3 kecamatan, yakni Kecamatan Tengaran, Pringapus, dan Pabelan.

“Paling parah terjadi di Kecamatan Pabelan. Dari total lebih kurang 200 hektare lahan pertanian yang tersebar di Desa Semowo, Tukang, Sumberejo, dan Kadirejo, 21 hektare di antaranya mengalami kerusakan kategori berat,” ungkap Mohammad Edy Soekarno, Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu (9/8/2023).

Dijelaskan secara rinci oleh Edy, di Kecamatan Tengaran terdapat 2 hektare dari keseluruhan 23 hektare lahan pertanian di Desa Cukil mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Sedangkan di Kecamatan Pringapus, dari total 90 hektare lahan pertanian yang tersebar di Desa Jatirunggo, Wonorejo dan Wonoyoso, sebanyak 7 hektare mengalami kerusakan kategori ringan akibat kekeringan.

“Hampir semuanya lahan tadah hujan. Sehingga memang cukup terdampak kekeringan pada tahun ini,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, lanjut Edy, tahun ini pihaknya akan melaksanakan pengadaan pompa air sebanyak 15 unit bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), sumur dalam (bor) sebanyak 12 unit, dan saluran irigasi sebanyak 40 unit.

“Sebagian besar akan diaplikasikan ke lahan pertanian tadah hujan di Kabupaten Semarang seluas 6.890 hektare, karena memang bertujuan untuk menambah indeks pertanaman,” imbuhnya.

Sementara Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dispertanikap Kabupaten Semarang Sugeng Riyono mengatakan kerusakan tanaman akibat kekeringan didominasi komoditas padi.

“Paling banyak varietas Ciherang dengan umur tanaman antara 35 sampai 75 hari,” paparnya.

 

Sugeng menyebut, jika dalam kondisi normal produktivitas padi rata-rata mencapai 5 sampai 6 ton per hektare. Dengan kondisi saat ini, potensi penyusutan produksi pada lahan yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang adalah 25 persen. Sedangkan pada lahan yang mengalami kerusakan kategori berat bisa mencapai 70 persen.

“Artinya, penyusutan produktivitas padi pada keseluruhan lahan pertanian yang rusak pada musim tanam April hingga September tahun ini bisa mencapai 46 ton,” kata dia. (win)

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan