KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

4 Tersangka Penipuan Penukaran Uang Asing Dibekuk Polisi, Korban Warga Tingkir Mengalami Kerugian Puluhan Juta

4 Tersangka Penipuan Penukaran Uang Asing Dibekuk Polisi, Korban Warga Tingkir Mengalami Kerugian Puluhan Juta

4 Tersangka Penipuan Penukaran Uang Asing Dibekuk Polisi, Korban Warga Tingkir Mengalami Kerugian Puluhan Juta

Keempat tersangka pelaku penipuan dengan modus menukarkan mata uang asing dengan iming-iming memberikan keuntungan besar kepada korbanya tersebut , IS alias Rozaq (48) warga The Panorama Blok C1 No. 10 RT 01 RW 02 Tapos, Cibinong Kabupaten Bogor, Jawa Barat; S alias Sunarto (61) warga Palsigunung RT 03 RW 05 Mekarsari, Cimanggis Kota Depok, Jawa Barat; S alias Huda (56) warga Jl. KH. Agus Salim RT 01 RW 01 Tanah Tinggi, Tangerang Kota Tangerang, Banten dan seorang perempuan berinisial AA (40) warga Kampung Bali No. 2-1 Kalisari RT 03 RW 08, Wates, Magelang Utara, Kota Magelang.

Komplotan tersebut membawa kabur Rp23 juta setelah menipu seorang guru perempuan berinisial RWP (57) warga Perum Mekar Elok, Tingkir Salatiga. Korban baru sadar telah menjadi korban penipuan setelah ditinggal para pelaku di salah satu toko modern di Jalan Jenderal Sudirman Salatiga. Korban langsung melapor ke Polres Salatiga. Akhirnya para pelaku berhasil ditangkap dan kini ditahan di Polres Salatiga untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana menjelaskan, kasus penipuan ini terjadi pada 6 September 2022 lalu. Bermula, ketika korban selesai membuat rekening baru disalah satu bank milik pemerintah di Jalan Diponegoro.

“Setelah membuat rekening bank, korban kemudian pulang jalan kaki ke arah Bundaran Tamansari. Di tengah jalan bertemu pelaku Rozaq yang mengaku sebagai orang asing dari Brunei Darussalam. Kemudian pelaku meminta tolong membantu menukarkan uang dolar Singapura,” terang Kapolres di Mapolres, Jumat (9/9/2022) siang.

Selang beberapa saat kemudian datang seorang perempuan mengaku bernama Reva dan ikut menimbrung membantu orang asing tersebut untuk menukar uang. Selanjutnya datang Mobil Honda Mobilio bernomor polisi A 1340 ZO yang dikendarai dua orang laki-laki. Salah satu pelaku mengaku bernama Narto dan bekerja sebagai pegawai bank milik pemerintah.

“Kemudian pelaku Reva menjelaskan kepada Narto bahwa ada orang asing yang butuh bantuan menukar uang. Kemudian Narto membantu mengantarkan orang asing dan Reva untuk membantu menukar uang. Korban juga diajak naik mobil menuju bank di Jalan Diponegoro untuk mengambil uang guna ditukarkan dengan uang asing milik Rozaq,” katanya.

Saat itu, pelaku Reva mengaku mengambil uang Rp90 juta dan menukarkan uang dolar Singapura milik pelaku Rozaq. Setelah itu, Rozaq mengaku bahwa uang tersebut masih kurang dan meminta bantuan kepada korban untuk membantu menukar uang.

Karena tergiur dengan iming-iming imbalan, akhirnya korban bersedia membantu. Kemudian korban meminta para pelaku untuk mengantarkan pulang ke rumah guna mengambil buku tabungan. Selanjutnya korban ke salah satu bank milik pemerintah untuk menarik uang sebesar Rp11 juta.

Kemudian menarik uang lagi dari di Jalan Jenderal Sudirman senilai Rp12 juta. “Setelah mengambil uang sejumlah Rp 23 juta, kemudian uang tersebut diserahkan ke pelaku Rozaq untuk ditukarkan dengan uang sejumlah 6.000 dolar. Lalu korban menyerahkan uang dolar itu kepada Narto yang sejak awal akan membantu menjadikan menukar uang dolar itu menjadi uang ruliah dan mengirimkan ke nomor rekening korban,” ujarnya.

Menurutnya, saat itu korban sudah meminta para pelaku untuk mengantarkannya ke ATM guna mengecek apakah uangnya sudah dikirim ke nomor rekeningnya oleh Narto apa belum. Di tengah perjalanan, Rozaq meminta dibelikan makanan terlebih dahulu dengan alasan belum makan. Mereka pun lantas mampir ke toko modern di Jalan Jenderal Sudirman.

Kemudian korban bersama pelaku Reva pergi ke toko tersebut untuk membeli makanan. Selesai membeli makanan dan hendak membayar ke kasir, Reva izin kekorban untuk kembali ke mobil dengan alasan menanyakan makanan apa saja yang sudah dibeli apa ada yang kurang.

“Setelah ditungu-tunggu, Reva tidak kembali dan mobil yang di kendarai sebelumnya sudah tidak ada di tempat parkir. Korban baru sadar bahwa dirinya telah ditipu dan melapor ke Polres,” kata Kapolres.

Mendapat laporan tersebut, polisi langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Setelah mendapat ciri-ciri para pelaku dan mengetahui keberadaan mereka, polisi langsung melakukan penangkapan. “Para pelaku ditangkap di Kota Semarang. Ternyata mereka adalah residivis kasus yang sama. Para tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP jo pasal 55 KUHP,” ujarnya.

Tersangka saat dimintai keterangan oleh Polisi

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]