URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Keempat tersangka pelaku penipuan dengan modus menukarkan mata uang asing dengan iming-iming memberikan keuntungan besar kepada korbanya

Mbak Google

KABAR RASIKA

4 Tersangka Penipuan Penukaran Uang Asing Dibekuk Polisi, Korban Warga Tingkir Mengalami Kerugian Puluhan Juta

4 Tersangka Penipuan Penukaran Uang Asing Dibekuk Polisi, Korban Warga Tingkir Mengalami Kerugian Puluhan Juta

4 Tersangka Penipuan Penukaran Uang Asing Dibekuk Polisi, Korban Warga Tingkir Mengalami Kerugian Puluhan Juta

featured-img

Keempat tersangka pelaku penipuan dengan modus menukarkan mata uang asing dengan iming-iming memberikan keuntungan besar kepada korbanya tersebut , IS alias Rozaq (48) warga The Panorama Blok C1 No. 10 RT 01 RW 02 Tapos, Cibinong Kabupaten Bogor, Jawa Barat; S alias Sunarto (61) warga Palsigunung RT 03 RW 05 Mekarsari, Cimanggis Kota Depok, Jawa Barat; S alias Huda (56) warga Jl. KH. Agus Salim RT 01 RW 01 Tanah Tinggi, Tangerang Kota Tangerang, Banten dan seorang perempuan berinisial AA (40) warga Kampung Bali No. 2-1 Kalisari RT 03 RW 08, Wates, Magelang Utara, Kota Magelang.

Komplotan tersebut membawa kabur Rp23 juta setelah menipu seorang guru perempuan berinisial RWP (57) warga Perum Mekar Elok, Tingkir Salatiga. Korban baru sadar telah menjadi korban penipuan setelah ditinggal para pelaku di salah satu toko modern di Jalan Jenderal Sudirman Salatiga. Korban langsung melapor ke Polres Salatiga. Akhirnya para pelaku berhasil ditangkap dan kini ditahan di Polres Salatiga untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana menjelaskan, kasus penipuan ini terjadi pada 6 September 2022 lalu. Bermula, ketika korban selesai membuat rekening baru disalah satu bank milik pemerintah di Jalan Diponegoro.

“Setelah membuat rekening bank, korban kemudian pulang jalan kaki ke arah Bundaran Tamansari. Di tengah jalan bertemu pelaku Rozaq yang mengaku sebagai orang asing dari Brunei Darussalam. Kemudian pelaku meminta tolong membantu menukarkan uang dolar Singapura,” terang Kapolres di Mapolres, Jumat (9/9/2022) siang.

Selang beberapa saat kemudian datang seorang perempuan mengaku bernama Reva dan ikut menimbrung membantu orang asing tersebut untuk menukar uang. Selanjutnya datang Mobil Honda Mobilio bernomor polisi A 1340 ZO yang dikendarai dua orang laki-laki. Salah satu pelaku mengaku bernama Narto dan bekerja sebagai pegawai bank milik pemerintah.

“Kemudian pelaku Reva menjelaskan kepada Narto bahwa ada orang asing yang butuh bantuan menukar uang. Kemudian Narto membantu mengantarkan orang asing dan Reva untuk membantu menukar uang. Korban juga diajak naik mobil menuju bank di Jalan Diponegoro untuk mengambil uang guna ditukarkan dengan uang asing milik Rozaq,” katanya.

Saat itu, pelaku Reva mengaku mengambil uang Rp90 juta dan menukarkan uang dolar Singapura milik pelaku Rozaq. Setelah itu, Rozaq mengaku bahwa uang tersebut masih kurang dan meminta bantuan kepada korban untuk membantu menukar uang.

Karena tergiur dengan iming-iming imbalan, akhirnya korban bersedia membantu. Kemudian korban meminta para pelaku untuk mengantarkan pulang ke rumah guna mengambil buku tabungan. Selanjutnya korban ke salah satu bank milik pemerintah untuk menarik uang sebesar Rp11 juta.

Kemudian menarik uang lagi dari di Jalan Jenderal Sudirman senilai Rp12 juta. “Setelah mengambil uang sejumlah Rp 23 juta, kemudian uang tersebut diserahkan ke pelaku Rozaq untuk ditukarkan dengan uang sejumlah 6.000 dolar. Lalu korban menyerahkan uang dolar itu kepada Narto yang sejak awal akan membantu menjadikan menukar uang dolar itu menjadi uang ruliah dan mengirimkan ke nomor rekening korban,” ujarnya.

Menurutnya, saat itu korban sudah meminta para pelaku untuk mengantarkannya ke ATM guna mengecek apakah uangnya sudah dikirim ke nomor rekeningnya oleh Narto apa belum. Di tengah perjalanan, Rozaq meminta dibelikan makanan terlebih dahulu dengan alasan belum makan. Mereka pun lantas mampir ke toko modern di Jalan Jenderal Sudirman.

Kemudian korban bersama pelaku Reva pergi ke toko tersebut untuk membeli makanan. Selesai membeli makanan dan hendak membayar ke kasir, Reva izin kekorban untuk kembali ke mobil dengan alasan menanyakan makanan apa saja yang sudah dibeli apa ada yang kurang.

“Setelah ditungu-tunggu, Reva tidak kembali dan mobil yang di kendarai sebelumnya sudah tidak ada di tempat parkir. Korban baru sadar bahwa dirinya telah ditipu dan melapor ke Polres,” kata Kapolres.

Mendapat laporan tersebut, polisi langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Setelah mendapat ciri-ciri para pelaku dan mengetahui keberadaan mereka, polisi langsung melakukan penangkapan. “Para pelaku ditangkap di Kota Semarang. Ternyata mereka adalah residivis kasus yang sama. Para tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP jo pasal 55 KUHP,” ujarnya.

Tersangka saat dimintai keterangan oleh Polisi

BACA JUGA :

Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban
Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menambah stok Pertalite hingga 18 persen di seluruh SPBU Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta selama libur sekolah 22 Juni hingga 3 Juli 2026 untuk mengantisasi lonjakan konsumsi BBM akibat meningkatnya kunjungan wisatawan. Penambahan pasokan dilakukan di jalur utama dan kawasan wisata, disertai penguatan distribusi, pengaturan antrean, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Wisatawan Membeludak, Pertamina Siapkan Pertalite Ekstra untuk Jateng-DIY
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menambah pasokan LPG 3 kilogram sebanyak 1.339.560 tabung di Jawa Tengah dan DIY pada 16 Juni 2026 untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan selama libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Penyaluran tambahan melalui skema fakultatif ini dilakukan guna menjaga ketersediaan stok dan memastikan masyarakat tetap mudah memperoleh LPG selama masa libur nasional.
Takut Langka Saat Libur? Pertamina Siapkan Tambahan 1,3 Juta Tabung LPG 3 Kg
Ribuan jamaah thariqah dari berbagai daerah menghadiri Silaturahmi Nasional Annitho Aswaja di Wisma Perdamaian Semarang, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang dihadiri ulama, habaib, dan tokoh pemerintahan ini digelar untuk memperkuat ukhuwah, konsolidasi organisasi, serta meneguhkan komitmen kebangsaan melalui zikir, tausiyah, baiat kubro, dan pemberdayaan umat.
Habib Luthfi Tegaskan Komitmen Jaga NKRI dalam Silatnas Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Menteri HAM RI Natalius Pigai menyatakan pemerintah tengah menyiapkan Undang-Undang Neuro Rights guna melindungi privasi, kebebasan, dan martabat manusia dari dampak perkembangan teknologi serta kecerdasan buatan. Pernyataan itu disampaikan usai Festival HAM di Universitas Kristen Satya Wacana, Kamis (11/6/2026), saat pembahasan RUU disebut telah memasuki tahap akhir harmonisasi lintas kementerian dan lembaga.
Hadir di UKSW, Pigai Sebut Pemerintah sedang Siapkan UU Neuro Rights, Lindungi Pikiran Manusia dari Ancaman AI

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Semarang memicu kekhawatiran sejumlah orang tua karena status pendaftaran anak belum terverifikasi hingga hari kedua pelaksanaan, Rabu (3/6/2026). Banyak calon murid mendatangi SMP Negeri 2 Ungaran untuk memastikan proses seleksi, sementara pihak sekolah menyebut verifikasi dilakukan bertahap akibat tingginya jumlah pendaftar dan banyaknya kesalahan administrasi.
Cemas Status Pendaftaran Murid Belum Bergerak, Orang Tua Cari Kepastian ke Sekolah