RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Alfonso Meninggal usai Tertabrak Truk Sayur di Sidomukti Salatiga

Alfonso Meninggal usai Tertabrak Truk Sayur di Sidomukti Salatiga

Alfonso Meninggal usai Tertabrak Truk Sayur di Sidomukti Salatiga

Seorang pengendara motor bernama Alfonso Mario, warga Jalan Pemotongan, Kelurahan Kalicacing, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas dengan sebuah truk sayur di pertigaan Jalan Kartini dan Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada Minggu, 20 April 2025.
Foto dok IST
Polisi lakukan olah TKP kecelakaan yang melibatkan truk sayur dan sepeda motor di pertigaan Jalan Kartini dan Salatiga

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Alfonso Mario, warga Jalan Pemotongan, Kelurahan Kalicacing, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga meninggal dunia setelah tertabrak truk sayur di pertigaan Jalan Kartini dan Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (20/4/2025). Korban bernama Alfonso Mario, warga Jalan Pemotongan, Kelurahan Kalicacing, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

‎Plh Kasi Humas Polres Salatiga, Ipda Sutopo, menjelaskan kejadian kecelakaan lalu lintas bermula saat korban mengendarai sepeda motor Vario berpelat nomor H 5621 MK yang melaju dari arah Jalan Adi Sucipto menuju kearah simpang tiga Pegadaian atau Jalan Kartini. Kemudian sesampai di TKP (tempat kejadian perkara) membelok ke kanan hendak menuju kearah Pasaraya.

‎”Namun saat bersamaan melaju Kendaraan Daihatsu Grand Max berpelat nomor H 9603 AV dari arah Pasaraya menuju ke arah Jetis, diduga karena sepeda motor pada saat membelok tidak memprioritaskan laju dari kendaraan Daihatsu Grand Max yang dikendarai Dedi Triyanto dan jarak yang sudah dekat sehingga terjadi benturan atau kecelakaan lalu lintas,” terang Ipda Sutopo, Minggu 20.4.2025.

‎Akibat kejadian tersebut pengendara sepeda motor, mengalami luka pada kepala dan kaki kiri dan dilarikan ke RSUD Kota Salatiga untuk mendapatkan perawatan medis.

‎”Namun setelah sempat mendapatkan perawatan, korban meninggal dunia. Karena adanya benturan di bagian kepala tersebut,” ungkap Ipda Sutopo.

‎Sutopo mengimbau agar pengendara bisa lebih berhati-hati saat berkendara. Patuhi rambu-rambu lalulintas dan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px