URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kasus pemerkosaan terjadi di lahan kosong di Blotongan, Sidorejo, Salatiga, yang diduga dilakukan oleh seorang mahasiswa berusia 22 tahun asal Tolikara, Papua, terhadap seorang perempuan panggilan berinisial NK (28) dari Wonosamudro, Kabupaten Boyolali. Setelah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Salatiga, pelaku berhasil ditangkap dan dijebloskan ke Rumah Tahanan Polres Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ancam Wanita Panggilan Dengan Sajam, Mahasiswa Asal Luar Jawa ini Dibekuk Polisi

Ancam Wanita Panggilan Dengan Sajam, Mahasiswa Asal Luar Jawa ini Dibekuk Polisi

Ancam Wanita Panggilan Dengan Sajam, Mahasiswa Asal Luar Jawa ini Dibekuk Polisi

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - JW (22) Seorang mahasiswa asal Tolikara, Papua diduga memperkosa seorang perempuan bookingan (panggilan) berinisial NK (28) warga Repaking, Wonosamudro, Kabupaten Boyolali. Pemerkosaan dilakukan di sebuah lahan kosong di Blotongan, Sidorejo, Salatiga.

Tak terima dengan perbuatan pelaku, korban kemudian melapor ke Polres Salatiga. Polisi langsung bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut dan berhasil menangkap pelaku. Kini pelaku dijebloskan ke Rumah Tahanan Polres Salatiga sembari menjalani proses hukum selanjutnya.

Kapolres Salatiga AKBP Feria Kurniawan mengatakan, kejadian berawal ketika pelaku yang berdomisili di Seruni, Sidorejo, Salatiga itu booking order wanita panggilan berinisial NK (28) melalui media sosial.

Setelah terjadi kesepakatan tarif sebesar Rp800.000 untuk berhubungan intim, yakni di rumah kos pelaku, kemudian mereka bertemu di SPBU Jalan Pattimura, Salatiga.

“pelaku lantas mengajak korban ke rumah kosnya dengan mengendarai sepeda motor. Namun pelaku justru mengajak korban ke lahan kosong di daerah Blotongan. Korban sempat menolak ajakan berhubungan intim pelaku lantaran tempatnya tidak sesuai dengan kesepakatan awal,” kata Kapolres, Kamis (9/3/2023).

pelaku Lantas memaksa korban untuk menuruti nafsunya sembari mengancam korban akan melukainya dengan senjata tajam berupa pisau yang sudah disiapkan sebelumnya. Akhirnya korban tidak bisa berbuat banyak dan dengan terpaksa melayani nafsu pelaku.

Usai memperkosa korban, pelaku mengambil tas korban yang berisi uang tunai Rp350.000 handphone. Setelah berhasil menikmati tubuh dan menggasak tas korban, pelaku kabur meninggalkan korban di tengah lahan kosong tersebut.

Korban berusaha mengejar pelaku namun terpeleset dan terjatuh. Kemudian korban berjalan kaki menuju jalan raya hingga bertemu dengan saksi untuk meminta pertolongan dan melapor ke Polres Salatiga.

“Atas Laporan tersebut Satreskrim Polres Salatiga bergerak cepat melaksanakan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku. Perbuatan pelaku melanggar Pasal 285 KUH Pidana dan Pasal 365 KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 12 tahun penjara,” ujar Kapolres

Kapolres Salatiga AKBP Feria Kurniawan saat gelar kasus dugaan perkosaan

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved