URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sejumlah orangtua murid di SD Negeri Kawengen 02, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, mengeluhkan kebijakan masuk sekolah siang yang diterapkan sejak awal tahun ajaran baru 2025/2026 akibat kerusakan atap ruang kelas 1 dan 2. Eni dan Tiar, dua warga setempat, merasakan dampak langsung berupa terganggunya aktivitas ekonomi dan kelelahan anak-anak mereka.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Atap Runtuh, SDN Kawengen 02 Terapkan Belajar Siang Bergilir, Orangtua Keluhkan Dampaknya

Atap Runtuh, SDN Kawengen 02 Terapkan Belajar Siang Bergilir, Orangtua Keluhkan Dampaknya

Atap Runtuh, SDN Kawengen 02 Terapkan Belajar Siang Bergilir, Orangtua Keluhkan Dampaknya

Kondisi ruangan kelas SDN Kawengen 02 rusak berat akibat struktur atap yang keropos dan ambrol, Kamis (31/7/2025). Foto: win
Kondisi ruangan kelas SDN Kawengen 02 rusak berat akibat struktur atap yang keropos dan ambrol, Kamis (31/7/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sejumlah orangtua murid di SD Negeri Kawengen 02, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, mengeluhkan perubahan jam belajar anak-anak mereka yang kini harus masuk siang akibat kerusakan dua ruang kelas.

Kebijakan belajar siang diterapkan sejak awal tahun ajaran baru 2025/2026 setelah atap ruang kelas 1 dan 2 runtuh. Plafon jebol dan rangka kayu penyangga dilaporkan keropos karena dimakan rayap.

Akibat kebijakan belajar siang, sejumlah orangtua merasa terdampak. Eni (34), warga Dusun Jatirejo, mengaku kesulitan menjalankan usahanya karena harus menunggu anaknya pulang sekolah.

“Biasanya siang saya bisa jaga warung, sekarang tutup karena harus jemput anak. Anak saya juga jadi tidak tidur siang dan mengaji pun terbengkalai karena capek,” ujar Eni ditemui saat menunggu anaknya pulang sekolah, Kamis (31/7/2025).

Hal serupa dialami Tiar (34), warga Dusun Kawengen. Ia bahkan harus menjemput anak tetangganya yang tak bisa pulang sendiri karena orangtuanya bekerja.

“Sekarang anak-anak terlalu lama di sekolah. Masuk siang, pulang sore, jadi kelelahan,” tuturnya.

Sementara Plt Kepala SDN Kawengen 02, Suharto, menyampaikan bahwa sistem belajar bergilir terpaksa diterapkan demi keselamatan siswa. Saat ini, siswa kelas 1 dan 2 belajar pagi, sementara kelas 3 dan 4 masuk siang hari.

“Kami tidak punya pilihan lain. Kalau dipaksakan tetap di ruang rusak, justru membahayakan. Kami paham ini tidak ideal, apalagi belajar siang anak-anak sudah lelah,” urainya.

Menurut Suharto, sejak dibangun pada 1995, bangunan sekolah belum pernah mendapat bantuan rehabilitasi untuk bagian dalam kelas, kecuali perbaikan tiang teras beberapa tahun lalu.

“Kalau dibiarkan terus, bukan hanya mengganggu pembelajaran, tapi juga membebani kehidupan warga sekitar,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam DEMFASNA menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) saat Silaturahmi Nasional di UIN Salatiga, Kamis (18/6/2026). Mereka meminta pemerintah mengevaluasi program prioritas agar tepat sasaran, transparan, akuntabel, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.
Gelar Silaturahmi Nasional di Salatiga, Mahasiswa Soroti Berbagai Program
Pemerintah Kabupaten Semarang akan menata kawasan Gembol di Bawen dan Tegal Panas di Bergas melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan. Penataan dilakukan untuk mengubah kawasan agar lebih bermanfaat bagi masyarakat, termasuk rencana pembangunan masjid di Gembol serta penyusunan konsep pemanfaatan lahan Tegal Panas dengan memperhatikan mekanisme ganti rugi bagi warga terdampak.
Dok! Gembol dan Tegal Panas Bakal Ditutup, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Komisi B DPRD Kabupaten Semarang mempertanyakan keabsahan izin penjualan minuman beralkohol yang dimiliki Over O Bar and Kitchen di Ungaran setelah hasil konfirmasi ke DPMPTSP dan Dinas Perdagangan menyatakan tidak pernah menerbitkan izin tersebut. Dewan meminta penjualan minuman beralkohol dihentikan sementara hingga status perizinan dan kepatuhan terhadap ketentuan jarak lokasi usaha serta kewajiban pajak dapat dipastikan sesuai aturan yang berlaku.
DPRD Kabupaten Semarang Soroti Izin Miras Over O, Penjualan Alkohol Diminta Dihentikan Sementara

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mengukuhkan 3.167 Guru Profesional PPG Dalam Jabatan Batch 4 Tahun 2025 di Auditorium Kampus 3, Sabtu (20/6/2026). Pengukuhan dilakukan setelah para peserta lulus...
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo,...
20 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 11.00–14
20 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 11.00–14.00 WIB, Tinggi Air Capai 1 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di pesisir Semarang dan sekitarnya terjadi pada Sabtu, 20 Juni 2026, pukul 11.00–14.00 WIB dengan tinggi muka air...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang memprakirakan cuaca di Kota Semarang dan sebagian wilayah Jawa Tengah pada Sabtu, 20 Juni 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan berpotensi terjadi pada sore hingga awal malam, terutama di kawasan pegunungan, dataran tinggi, dan wilayah sekitarnya.
20 Juni 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi Sore Hari di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang memprakirakan cuaca di Kota Semarang dan sebagian wilayah Jawa Tengah pada Sabtu, 20 Juni 2026, didominasi...
Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban
Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Salatiga menggelar bimbingan teknis manajemen kebakaran gedung dan evakuasi korban di bangunan bertingkat selama empat hari di PT SCI dan Pasar Raya 2 Salatiga. Kegiatan ini...
Muat Lebih

POPULER

Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Semarang memicu kekhawatiran sejumlah orang tua karena status pendaftaran anak belum terverifikasi hingga hari kedua pelaksanaan, Rabu (3/6/2026). Banyak calon murid mendatangi SMP Negeri 2 Ungaran untuk memastikan proses seleksi, sementara pihak sekolah menyebut verifikasi dilakukan bertahap akibat tingginya jumlah pendaftar dan banyaknya kesalahan administrasi.
Cemas Status Pendaftaran Murid Belum Bergerak, Orang Tua Cari Kepastian ke Sekolah
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menambah stok Pertalite hingga 18 persen di seluruh SPBU Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta selama libur sekolah 22 Juni hingga 3 Juli 2026 untuk mengantisasi lonjakan konsumsi BBM akibat meningkatnya kunjungan wisatawan. Penambahan pasokan dilakukan di jalur utama dan kawasan wisata, disertai penguatan distribusi, pengaturan antrean, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Wisatawan Membeludak, Pertamina Siapkan Pertalite Ekstra untuk Jateng-DIY