URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Koperasi Andini Luhur yang berada didesa Jetak, Getasan gelar penyuluhan dan sosialisasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) akibat meluasnya penyakit tersebut di Kecamatan Getasan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Cegah PMK Serang Sapi Perah, Andini Luhur Gelar Sosialisasi Kepada Peternak dan Blantik

Cegah PMK Serang Sapi Perah, Andini Luhur Gelar Sosialisasi Kepada Peternak dan Blantik

Cegah PMK Serang Sapi Perah, Andini Luhur Gelar Sosialisasi Kepada Peternak dan Blantik

featured-img

Koperasi Andini Luhur yang berada didesa Jetak, Getasan gelar penyuluhan dan sosialisasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) akibat meluasnya penyakit tersebut di Kecamatan Getasan. Jumat 3.6.22 malam.

Kepada wartawan, Agus Warsito ketua Koperasi Andini Luhur mengatakan jika penyuluhan dan sosialisasi ini diikuti para peternak dan pedagang sapi (blantik) yang ada di sekitar Jetak.

“Di Dusun Jetak ini mayoritas adalah peternak sapi perah, dan diadakan penyuluhan ini agar para pedagang sapi atau blantik tidak membeli sapi dari luar kota,” kata Agus.

Agus menambahkan Diadakannya penyuluhan dan sosialisasi agar para warga tidak panik dalam menangani PMK tersebut.
“Melihat dari kasus di Jawa Timur, kami kalau tidak mengedukasi sejak awal nantinya akan terjadi penyebaran yang besar seperti yang lain,” paparnya.

Ia mewanti-wanti agar para peternak tidak menjual sapi dengan harga murah akibat kepanikan terkait PMK.

“Jika ada sapi yang sudah ambruk karena PMK, pasti para peternak langsung panik dan ujung-ujungnya ada yang menjual hewan ternak dengan harga yang sangat murah alias panic selling,” jelas Agus yang didampingi Ahmad Ari Syarifuddin, seorang peternak sapi perah Jetak.

Agus menggambarkan ada salah satu kasus, sapi terindikasi PMK lalu peternak tersebut akhirnya menjual rugi sapi dengan harga Rp. 7.000.000, sehingga pihak koperasi merasa terpanggil untuk mengedukasi agar tidak terjadi hal seperti itu

Camat Getasan, Istichomah mengaku penambahan kasus PMK di Getasan sekitar 20 ekor dalam sehari.

“Per 31 Mei 2022 ada sekitar 250 sapi dari 60 kandang yang ada di Getasan terjangkit maupun suspek PMK,” kata Istichomah.

Kebanyakan sapi yang terjangkit PMK berada di desa-desa bagian atas seperti desa Kopeng, Tolokan dan lainnya.

“Untuk desa yang bagian bawah seperti Jetak dan lainnya malah belum ada kasus,” paparnya.

Persebaran awal kasus PMK di Getasan akibat salah satu peternak sapi membeli sapi dari Kabupaten Boyolali.
“Kasus awal itu pada 17 Mei 2022 ada salah satu peternak di desa Tolokan yang membeli sapi dari Boyolali, ternyata sampai di rumah sapi tersebut tidak mau makan,” jelasnya.

– Camat Getasan Istiqomah saat diwawancarai Rasika
– Agus Warsito saat memberikan keterangan media

Dalam satu malam ada tiga sapi terindikasi PMK akibat tertular sapi yang baru dibeli peternak.

“Peternak tersebut mulanya memiliki tiga ekor sapi dan ada sapi baru tetapi tidak mau makan, akhirnya dikembalikanlah sapi tersebut ke pasar di Boyolali. Lalu hanya satu malam ketiga sapi tersebut langsung tertular PMK,” paparnya.

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum