KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Soroti Kekurangan Guru, Ada Guru Matematika Merangkap Ajar PAI

Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Soroti Kekurangan Guru, Ada Guru Matematika Merangkap Ajar PAI

Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Soroti Kekurangan Guru, Ada Guru Matematika Merangkap Ajar PAI

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Joko Sriyono ditemui usai kunjungan di SD Negeri 02 Ungaran, Kamis (28/8/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang menemukan persoalan serius terkait kekurangan tenaga pendidik di sejumlah sekolah. Hasil monitoring selama beberapa hari terakhir menunjukkan, banyak guru yang memasuki masa purna tugas sementara pengisian formasi baru belum dilakukan.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang, Joko Sriyono, menjelaskan kondisi ini berdampak langsung pada efektivitas pembelajaran. Misalnya, di sebuah SD dengan enam rombongan belajar (rombel) dan enam guru, ketika satu guru pensiun maka kepala sekolah atau guru lain terpaksa merangkap. Tahun depan, jika ada lagi yang pensiun tanpa ada perekrutan, kekosongan guru dipastikan semakin meluas.

“Yang aneh lagi di SMP ada guru PAI (Pendidikan Agama Islam) pensiun, karena beban mengajarnya lebih dari 30 jam per minggu, akhirnya guru matematika diminta mengajar agama. Padahal itu bukan disiplin ilmunya. Kalau kondisi seperti ini dibiarkan, Indonesia Emas tidak akan tercapai. Guru jangan asal diisi, guru agama pensiun ya harus diisi guru agama,” tegas Joko usai melaksanakan kunjungan di SD Negeri 02 Ungaran, Kamis (28/8/2025).

Menurutnya, beban mengajar yang melebihi 30 jam per minggu membuat guru jenuh dan efektivitas pembelajaran menurun. Sementara ini, formasi PPPK belum ada pengajuan tambahan dan kebijakan dari pemerintah pusat dinilai “pukul rata” sehingga tidak sesuai kebutuhan daerah.

Temuan selama monitoring tiga hari terakhir menunjukkan banyak sekolah yang kekurangan guru. Di SMP Negeri 1 Bawen misalnya, kekurangan guru PAI, sementara tahun ini guru Bahasa Jawa juga pensiun. Di tingkat SD, permasalahan lain muncul karena tidak adanya tenaga operator sekolah. Alhasil, kepala sekolah maupun guru harus merangkap tugas sebagai operator untuk mengisi data ke kementerian.

“Kami berharap pemerintah pusat jangan menyamakan kebijakan tenaga pendidik di semua daerah. Setiap sekolah punya kebutuhan berbeda, dan harus ada solusi agar kekosongan guru tidak mengganggu kualitas pendidikan,” pungkas Joko. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
Kontingen sambo Kota Salatiga meraih tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu pada hari pertama Porprov Jawa Tengah 2026, Kamis (22/10). Medali emas dipersembahkan Michel Angelo, Nanda Bagus Yuniarta, dan Rendi Dwi Kuncoro. Sementara itu, Pradipa Bagaskara Pratama meraih perak dan Surya Adji Nugroho menyumbangkan perunggu.
Sambo Salatiga Borong Tiga Emas dalam Porprov Jateng
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
[pekok2]