URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa tengah akan menerapkan sistem lalu lintas One Way dan menyiapkan 5 jalur alternatif untuk menyambut mudik lebaran tahun 2022.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Diprediksi Jadi Tujuan Terbanyak Mudik 2022, Ditlantas Polda Jateng Siapkan 5 Jalur Alternatif Dan Terapkan One Way

Diprediksi Jadi Tujuan Terbanyak Mudik 2022, Ditlantas Polda Jateng Siapkan 5 Jalur Alternatif Dan Terapkan One Way

Diprediksi Jadi Tujuan Terbanyak Mudik 2022, Ditlantas Polda Jateng Siapkan 5 Jalur Alternatif Dan Terapkan One Way

featured-img

SEMARANG – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa tengah akan menerapkan sistem lalu lintas One Way dan menyiapkan 5 jalur alternatif untuk menyambut mudik lebaran tahun 2022. Hal itu dilakukan usai hasil survei Balitbang dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) dengan menyebutkan Jawa Tengah menjadi daerah tujuan mudik terbanyak tahun ini.

Diperkirakan, akan ada pemudik sebanyak 23,5 juta orang atau sekitar 27,5% dari total pemudik di Indonesia yang hendak melakukan perjalanan ke Provinsi tersebut.

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Suryo Nugroho mengatakan, dalam menyambut mudik lebaran tahun ini, Polda Jawa tengah juga akan mengelar Operasi Ketupat 2022 guna mengantispiasi mudik lebaran tahun ini.

“Siap mengamanakan dalam rangka operasi ketupa 2022 atau mengantisipasi arus mudik, dan balik,” ujar Kombes Pol Agus Suryo kepada wartawab lewat sambungan telepon, Rabu (20/4/2022).

Kombes Agus menjelaskan, salah satu langkah antisipasi kemacetan arus mudik tahun 2022, Polda Jateng pada Surat Keputusan Bersama (SKB) dari Dirjen Perhubungan darat dan Dirjen Bina Marga akan menerapkan Skema satu arah atau one way.

“Sebenarnya mendasari prediksi tentang, eoforia mudik sudah ada surat keputusan bersama baik untuk diberlakukan cara bertindak one way,” katanya.

Untuk penerapan sendiri, pemberlakuan skema one way akan dilakukan mulai tanggal 28 April 2022 pukul 17.00 WIB. Ia pun juga menjelaskan untuk di Kota Semarang akan diberlakukan di Tol Kalikangkung.

“Nanti dari kilometer 47 sampai kilometer 414 di Tol Kalikangkung kota Semarang itu akan diberlakukan jalur satu arah menuju Jawa Timur itu sudah ada surat keputusannya. Dilaksanakan pada tanggal 28 April jam 17.00 WIB sudah mulai dibuk. Jadi sistem one way ini adalah sistem cara bertindak seperti one way nasional ada Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, sampai ke Jawa Timur. Itu baik arus mudik ataupun arus balik surah disiapkan,” tuturnya.

Dengan memberlakukanya one way, lanjut Kombes Agus, Polda Jateng juga sudah melakukan beberapa titik antisipasi perlambatan arus bila dilaksanakan skema one way. Agus menjelaskan titik perlambatan jalur akan terjadi di Exit tol Brebes yang dinilai dari volume kendaraan yang masuk akan cukup besar.

“Ketika nanti diberlakukan one way yang perlu di antisipasi adalah exit tolnya. Contoh exit Tol Brebes nanti yang mengarah ke abanjarnegara, Banyumas, Cilacap. Ini volumenya akan banyak sehingga kemungkinan akan terjadi perlambatan arus ini sudah kita antisipasi,” jelasnya.

“Terus exit tol krapyak Semarang karena one way di buka dari Jakarata keluar pintu Kalikangkung juga kita perlu lakukan antisipasi. Kaitannya dengan penghambatan arus termasuk juga pintu tol Bawen dan seterusnya kita juga antisipasi,” ucapnya.

Selain memberlakukan skema satu arah, Polda Jawa Tengah juga sudah menyiapkan beberapa jalur yang bisa dinikmati oleh para pemudik yang akan menuju di jawa tengah ataupun kembali ke kota asalnya.

“Namun demikian Polda Jawa Tengah menyiapkan 5 jalur untuk pemudik pertama jalur Tol, jalur Pantura, jalur Tengah, jalur Selatan atau yaang biasa di sebut pansela (Pantura selatan) ini sudah bagus,” bebernya.

Dengan adanya penggunana jalur tersebut, Kombes Agus berharap kepada para pemudik untuk bisa melakukan perjalanan pada tahun ini dengan lancar dan aman.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved