KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dispertanikap Kabupaten Semarang Temukan Ternak Belum Cukup Umur Dijual untuk Kurban

Dispertanikap Kabupaten Semarang Temukan Ternak Belum Cukup Umur Dijual untuk Kurban

Dispertanikap Kabupaten Semarang Temukan Ternak Belum Cukup Umur Dijual untuk Kurban

Petugas Dispertanikap Kabupaten Semarang memeriksa kondisi fisik dan kesehatan kambing di lapak penjualan ternak musiman, Jalan Ahmad Yani Ungaran, Senin (2/6/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Menjelang Idul Adha, Dinas Pertanian Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang intensif melakukan pemantauan terhadap hewan kurban yang diperjualbelikan di wilayahnya. Kegiatan ini untuk memastikan hewan yang disembelih memenuhi syarat syariat Islam dan layak secara kesehatan.

Sekretaris Dispertanikap Kabupaten Semarang, Suhartono, menyampaikan salah satu lokasi yang telah dipantau adalah di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di samping rumah dinas Bupati Semarang. Di lokasi tersebut, petugas menemukan sebanyak 81 ekor kambing yang siap dijual sebagai hewan kurban.

“Dari hasil pemeriksaan, hampir seluruh kambing dalam kondisi sehat. Hanya satu ekor yang kami asingkan karena belum memenuhi syarat syariat untuk disembelih, terutama dari segi umur dan kondisi giginya,” ujar Suhartono, Senin (2/6/2025).

Ia menambahkan, hingga saat ini belum terdapat data pasti mengenai jumlah pedagang musiman hewan kurban di Kabupaten Semarang. Namun, ia menegaskan bahwa hewan yang berada di Jalan Ahmad Yani tersebut berasal dari luar daerah.

“Rata-rata berasal dari Jawa Timur. Meskipun begitu, karena sudah berada di lokasi, kami tidak bisa serta-merta menolak kedatangan hewan tersebut. Yang bisa kami lakukan adalah memastikan mereka memenuhi syarat administrasi dan kesehatan,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dispertanikap, Yohana Diah Haruni, menjelaskan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi administratif maupun kondisi fisik hewan.

“Kami memeriksa dokumen lalu lintas hewan serta izin tempat penampungan. Setelah itu, dilakukan pengecekan kesehatan dan umur hewan,” jelas Yohana.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan satu ekor kambing yang menunjukkan gejala gangguan pernapasan. Petugas pun langsung melakukan penanganan khusus agar hewan tersebut tidak menularkan penyakit ke hewan lain. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Pengembang Perumahan Bandarjo Village Permai, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, belum merealisasikan pengembalian dana konsumen hingga pertengahan September 2026. Koordinator korban Matheus Dwi Rubiyanto mengatakan pengembang sebelumnya berkomitmen mengembalikan dana secara bertahap hingga akhir September, namun belum ada pembayaran yang diterima para korban.
Pengembalian Dana Tak Kunjung Dibayarkan, Konsumen Perumahan Bandarjo Village Berencana Polisikan Developer
[pekok2]