URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pandemi bagi sebagian orang mungkin menjadi momok. Karena diberbagai sektor usaha ambruk. Tak terkecuali usaha kuliner. Namun hal ini tidak berlaku bagi Layin, ia justru bangkit dari situasi yang serba sulit.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ditengah Pandemi, Wanita Tangguh Asal Tengaran Ini Bangkit Dengan Mendirikan Coffee Ndesoo Karangduren

Ditengah Pandemi, Wanita Tangguh Asal Tengaran Ini Bangkit Dengan Mendirikan Coffee Ndesoo Karangduren

Ditengah Pandemi, Wanita Tangguh Asal Tengaran Ini Bangkit Dengan Mendirikan Coffee Ndesoo Karangduren

featured-img

Pandemi bagi sebagian orang mungkin menjadi momok. Karena diberbagai sektor usaha ambruk. Tak terkecuali usaha kuliner. Namun hal ini tidak berlaku bagi Layin, ia justru bangkit dari situasi yang serba sulit.

Sejak awal pandemi ia justru membuka usaha kuliner rumahan enak dengan harga murah yang berlokasi di wilayah perbatasan Kabupaten Semarang dan kota Salatiga.

Adalah Warung Coffee Ndesoo namanya beralamat di RT 27 RW 05, dusun Cabean Kulon Desa Karangduren Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

Sepintas Warung tersebut dari depan nampak sederhana, dengan halaman parkir yang luas, namun ketika masuk ke dalam tampak bersih ,nyaman dan sudah dilengkapi wifi pula.

Layina Ismawati biasa di panggil Mbak Layin mengawali usaha warung ndeso ini setelah pandemi Covid-19.

“Pandemi membuat saya berfikir kreatif untuk membuka usaha warung ini agar ekonomi keluarga tetap berjalan,” jelasnya kepada rasikafm.com Sabtu 6 – 11 – 2021

Ide awalnya Layin melihat lingkungan sekitar desa, banyak umkm yang memproduksi makanan, maka konsep yang cocok adalah Warung Ndeso, apalagi Layin dibesarkan di lingkungan ndeso sehingga saat berusahapun tetap mempertahankan menu-menu rumahan yang khas ndeso.

“Kebetulan saya suka masak dengan resep sendiri dan juga cara penyajian saya sendiri yang khas ndeso termasuk lokasinya tempatnya juga rumah tua yang begitu sangat ndeso makanya saya kasih nama warung Coffe Ndesoo,” tambahnya.

Sejumlah pengunjung saat menikmati sajian coffee ndesoo sabtu 6 nov

Untuk minuman mengapa bernama Coffee Ndesoo, karena kita menawarkan produk lokal khas Kabupaten Semarang yakni kopi khas Kabupaten Semarang, “bisa kami ambil wilayah Semarang dan rasanya khas Kabupaten Semarang.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Lanjut »

BACA JUGA :

Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Anggota DPR RI Muh Haris bersama Anggota DPRD Jawa Tengah Ida Nurul Farida dan Anggota DPRD Kabupaten Semarang M. Jauhari Mahmud menyerahkan bantuan sembako serta uang tunai kepada korban kebakaran rumah di Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan agar keluarga korban segera pulih dan kembali beraktivitas.
Pasca Musibah, Tiga Anggota Dewan Berikan Bantuan Korban Kebakaran di Tengaran
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting