URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pandemi bagi sebagian orang mungkin menjadi momok. Karena diberbagai sektor usaha ambruk. Tak terkecuali usaha kuliner. Namun hal ini tidak berlaku bagi Layin, ia justru bangkit dari situasi yang serba sulit.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ditengah Pandemi, Wanita Tangguh Asal Tengaran Ini Bangkit Dengan Mendirikan Coffee Ndesoo Karangduren

Ditengah Pandemi, Wanita Tangguh Asal Tengaran Ini Bangkit Dengan Mendirikan Coffee Ndesoo Karangduren

Ditengah Pandemi, Wanita Tangguh Asal Tengaran Ini Bangkit Dengan Mendirikan Coffee Ndesoo Karangduren

featured-img

Layin mengaku sementara ini promonya hanya melalui medsos dan mulut kemulut saja, ia sengaja membuat status wa dan fb nya menawarkan menu-menu baru sehingga banyak yang penasaran lalu mencobanya.

Mbak Layin Saat diwawancarai media

“Karena satu penasaran jajal iso masak tenan opo ora dan ternyata mereka datang lagi, datang lagi dengan merekomendasikan ke teman temannya , bahkan tempatnya kini sering di pakai untuk rapat rapat kecil kapasitas 10 sampai dengan 50 orang, termasuk untuk pesanan dari lembaga instansi” lanjut mantan sopir ambulance ini.

Dari sisi omset penjualan selama pandemi ini berjalan normal. Bahkan Layin pernah mendapatkan omset kotor 7 juta sehari.

Sementara itu selama Covid Coffee ndesoo berjalan tetap mengedepankan protokol kesehatan dari semua tamu wajib pakai masker cuci tangan bahkan tempat duduk dibuat berjarak, kebetulan lokasinya luas sehingga tidak masalah.

Sementara itu ketenaran Coffee Ndesoo menarik perhatian Agoes Hasto Oetomo dan rombongan gowes Siroky Salatiga. belasan goweser ini kerap mampir ditempat ini setelah penat bersepeda “saya dan teman teman Siroky sengaja datang menikmati makanan khas masakan mbak Layin ini” tutur mantan ketua KPU kabupaten Semarang ini.

Pantauan Rasika FM dilapangan kelompok “SIROKY” (Sikil Rodo Kiyeng) ini secara rutin gowes tiap hari Rabu dan Sabtu dengan tujuan yang berbeda namun dengan finish selalu dirumah makan. Bahkan dikaos mereka tertulis besar “pantang Pulang sebelum Madyang”

Halaman 2 dari 2
✓ Selesai Dibaca

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara