URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Fatayat Donasikan 400 Hazmat ke Pemkab Semarang

Fatayat Donasikan 400 Hazmat ke Pemkab Semarang

Fatayat Donasikan 400 Hazmat ke Pemkab Semarang

featured-img

Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Semarang menyerahkan bantuan hazmat secara simbolis kepada Bupati Semarang Ngesti Nugraha (berpeci) didampingi Kalakhar BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto, belum lama ini. (Foto/IST)

UNGARAN – Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Semarang menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju hazmat kepada Pemkab Semarang. Sebanyak 400 unit hazmat bantuan Fatayat tersebut diterima langsung oleh Bupati Semarang Ngesti Nugraha didampingi Kepala BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Semarang Umi Sobihah mengatakan, pemberian bantuan 400 unit hazmat tersebut merupakan salah satu program kerja bidang sosial dalam rangkaian kegiatan Fatayat Peduli Bencana. “Fatayat sebagai salah satu organisasi perempuan dalam ekstistensinya pada masa pandemi covid-19 ingin memberikan kontribusi yang nyata kepada pemerintah melalui pemberian bantuan 400 hazmat ini,” kata Umi.

Ia mengungkapkan, hazmat merupakan alat pelindung diri paling utama bagi petugas medis yang tengah berjuang merawat pasien covid-19. Selain petugas medis, hazmat juga diperlukan bagi para petugas dalam proses pemakaman pasien covid-19 agar terhindar dari paparan virus yang telah menyebabkan kematian lebih dari 39 ribu jiwa di Indonesia dan 2.7 juta jiwa penduduk dunia hingga pertengahan Maret 2021 ini.

“Kita pernah mendengar berita tentang petugas medis atau relawan yang kekurangan hazmat saat menjalankan tugas. Karena fungsinya yang sangat vital ini, kami berharap bantuan hazmat ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ditambahkan Umi, pakaian hazmat yang diserahkan kepada BPBD Kabupaten Semarang ini merupakan hasil karya salah satu kader Fatayat Kabupaten Semarang yang rumah produksinya ada di Desa Nyatnyono, Ungaran Barat.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada PC Fatayat NU Kabupaten Semarang atas donasi 400 hazmat tersebut. Pihaknya berharap kegiatan sosial ini dapat menginspirasi organisasi lain untuk ikut berpartisipasi bersama pemerintah dalam upaya penanggulangan bencana, khususnya bencana non alam Pandemi covid-19 ini.

“Pemerintah tentu memiliki keterbatasan dan saya kira apa yang dilakukan oleh sahabat-sahabat Fatayat ini bisa menginspirasi ormas lainnya untuk bergerak bersama mencegah penyebaran covid-19 maupun menangani dampak sosialnya,” kata Ngesti.

Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto menyebutkan, 400 unit hazmat bantuan dari Fatayat tersebut dalam berita acara serah terima barang yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak bernilai sekitar Rp 20 juta. Pihaknya, akan segera menyalurkan baju hazmat tersebut kepada Satgas Covid-19 di Kabupaten Semarang.

“Sesuai arahan Pak Bupati, bantuan hazmat ini akan disalurkan kepada tenaga pemakaman di tingkat Gugus Covid Kecamatan yang lingkup kerjanya sampai ke tingkat Desa,” kata Heru.

BACA JUGA :

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga
Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan
Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan
Musim kemarau menyebabkan tanaman padi berusia sekitar 20 hari setelah semai di Dusun Pluwang, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mati akibat pasokan irigasi tidak mencukupi. Kondisi ini membuat petani penggarap mengalami kerugian jutaan rupiah setelah sebelumnya menghadapi gagal panen akibat serangan hama tikus pada musim tanam sebelumnya.
Kemarau Bikin Sawah Mengering, Petani Wringin Putih Tekor Jutaan Rupiah
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menggelar aktivasi kemerdekaan di tujuh SPBU di Jawa Tengah dan DIY pada Senin (17/8/2026) untuk memperingati HUT ke-81 RI. Melalui program Tebus Murah Paket Sembako, masyarakat dapat membeli paket senilai Rp150 ribu seharga Rp100 ribu, sementara hasil penjualan disalurkan sebagai donasi bagi korban gempa bumi di NTT.
Semarak Kemerdekaan di SPBU, Pertamina Libatkan Veteran hingga Komunitas Ojol
Ratusan warga Dukuh Sinoman, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2026) dengan mengenakan busana Jawa dan kostum pewayangan. Konsep tersebut dipilih warga untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan sekaligus melestarikan budaya Jawa serta mengenalkan nilai moral pewayangan kepada generasi muda.
Rawat Budaya Jawa, Ratusan Warga Sinoman ikuti Upacara Kenakan Kostum Tokoh Pewayangan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved