KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Panen Padi Semi Organik. Hasilnya lebih Memuaskan!

Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Panen Padi Semi Organik. Hasilnya lebih Memuaskan!

Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Panen Padi Semi Organik. Hasilnya lebih Memuaskan!

Petani Desa Kemetul, Susukan, Kabupaten Semarang, mulai menerapkan padi semi organik pada Kamis (27/11/2025) dengan pupuk cair berbahan limbah tahu. Program oleh Gapoktan Sidomulyo ini dilakukan untuk menekan biaya pupuk kimia, meningkatkan hasil panen hingga 6,9 ton per hektare, serta menjaga kelestarian lahan pertanian.
foto Arief Rasika
kepala Dinas Pertanian dan jajaran saat melakukan panen Padi di desa Kemetul Susukan

RASIKAFM.COM | SUSUKAN — Untuk menekan ketergantungan terhadap pupuk kimia yang kian mahal namun hasilnya kurang maksimal, Petani di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. kini mulai beralih pada pupuk cair organik. Mereka kini beralih ke sistem pertanian ramah lingkungan sekaligus meningkatkan keuntungan usaha tani mereka.

Saat ini, sekitar 10 hektare lahan pertanian di Desa Kemetul telah ditanami padi semi organik. Lahan tersebut dikelola oleh 21 petani yang tergabung dalam Gapoktan Sidomulyo. Sebagai tahap awal peralihan dari pola tanam konvensional dengan menggunakan pupuk cair Great Farm, buatan Kemetul. Dengan memanfaatkan limbah tahu sebagai bahan dasarnya.

Kepala Desa Kemetul, Agus Sudibyo, menyebut sistem ini dinilai lebih menguntungkan karena mampu menekan biaya produksi, khususnya untuk pembelian pupuk kimia.

“Dengan memakai pupuk cair ini lahan akan semakin subur, karena sistemnya zero waste alias tanpa limbah” Ujar Dibyo.

menurutnya, air rendaman kedelai tahu setelah diproses hasilnya cukup bagus untuk tanaman.

“Tadi sudah dihitung oleh BPS, dalam satu hektare ini bisa menghasilkan 6,9 ton Padi, padahal sebelumnya hanya mampu 4 ton,” tambah Agus usai melakukan panen perdana padi semi organik di persawahan Desa Kemetul, Kamis (27/11/2025).

Selain faktor ekonomi, program ini juga menjadi strategi desa untuk menarik minat generasi muda agar mau terjun ke sektor pertanian. Pasalnya, sebagian besar petani di Desa Kemetul saat ini berusia lanjut.

“Di kita sekarang ini petani-petaninya sudah berusia lanjut. Maka melalui Padi dengan sistem semi organik ini kita ajak anak-anak muda untuk ikut bertani. Karena hasilnya cukup lumayan,” kata Agus.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno, mengatakan program padi semi organik merupakan langkah awal untuk memulihkan kesuburan lahan yang selama ini terpengaruh penggunaan pupuk kimia.

“Dengan organik, akan menghasilkan Padi yang lebih sehat, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan kesejahteraan para petani,” katanya.

Menurutnya, program peralihan menuju pertanian organik terus digalakkan secara bertahap di Kabupaten Semarang dengan melibatkan kelompok tani dan organisasi masyarakat.

“Saat ini sudah ada 130 hektare lahan di Kabupaten Semarang yang sedang proses kembali ke sistem organik. Ke depannya jumlah tersebut akan terus bertambah,” jelasnya.

Kades Kemetul Agus Sudibyo

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
[pekok2]