URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Petani Desa Kemetul, Susukan, Kabupaten Semarang, mulai menerapkan padi semi organik pada Kamis (27/11/2025) dengan pupuk cair berbahan limbah tahu. Program oleh Gapoktan Sidomulyo ini dilakukan untuk menekan biaya pupuk kimia, meningkatkan hasil panen hingga 6,9 ton per hektare, serta menjaga kelestarian lahan pertanian.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Panen Padi Semi Organik. Hasilnya lebih Memuaskan!

Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Panen Padi Semi Organik. Hasilnya lebih Memuaskan!

Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Panen Padi Semi Organik. Hasilnya lebih Memuaskan!

Petani Desa Kemetul, Susukan, Kabupaten Semarang, mulai menerapkan padi semi organik pada Kamis (27/11/2025) dengan pupuk cair berbahan limbah tahu. Program oleh Gapoktan Sidomulyo ini dilakukan untuk menekan biaya pupuk kimia, meningkatkan hasil panen hingga 6,9 ton per hektare, serta menjaga kelestarian lahan pertanian.
foto Arief Rasika
kepala Dinas Pertanian dan jajaran saat melakukan panen Padi di desa Kemetul Susukan
featured-img

RASIKAFM.COM | SUSUKAN — Untuk menekan ketergantungan terhadap pupuk kimia yang kian mahal namun hasilnya kurang maksimal, Petani di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. kini mulai beralih pada pupuk cair organik. Mereka kini beralih ke sistem pertanian ramah lingkungan sekaligus meningkatkan keuntungan usaha tani mereka.

Saat ini, sekitar 10 hektare lahan pertanian di Desa Kemetul telah ditanami padi semi organik. Lahan tersebut dikelola oleh 21 petani yang tergabung dalam Gapoktan Sidomulyo. Sebagai tahap awal peralihan dari pola tanam konvensional dengan menggunakan pupuk cair Great Farm, buatan Kemetul. Dengan memanfaatkan limbah tahu sebagai bahan dasarnya.

Kepala Desa Kemetul, Agus Sudibyo, menyebut sistem ini dinilai lebih menguntungkan karena mampu menekan biaya produksi, khususnya untuk pembelian pupuk kimia.

“Dengan memakai pupuk cair ini lahan akan semakin subur, karena sistemnya zero waste alias tanpa limbah” Ujar Dibyo.

menurutnya, air rendaman kedelai tahu setelah diproses hasilnya cukup bagus untuk tanaman.

“Tadi sudah dihitung oleh BPS, dalam satu hektare ini bisa menghasilkan 6,9 ton Padi, padahal sebelumnya hanya mampu 4 ton,” tambah Agus usai melakukan panen perdana padi semi organik di persawahan Desa Kemetul, Kamis (27/11/2025).

Selain faktor ekonomi, program ini juga menjadi strategi desa untuk menarik minat generasi muda agar mau terjun ke sektor pertanian. Pasalnya, sebagian besar petani di Desa Kemetul saat ini berusia lanjut.

“Di kita sekarang ini petani-petaninya sudah berusia lanjut. Maka melalui Padi dengan sistem semi organik ini kita ajak anak-anak muda untuk ikut bertani. Karena hasilnya cukup lumayan,” kata Agus.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno, mengatakan program padi semi organik merupakan langkah awal untuk memulihkan kesuburan lahan yang selama ini terpengaruh penggunaan pupuk kimia.

“Dengan organik, akan menghasilkan Padi yang lebih sehat, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan kesejahteraan para petani,” katanya.

Menurutnya, program peralihan menuju pertanian organik terus digalakkan secara bertahap di Kabupaten Semarang dengan melibatkan kelompok tani dan organisasi masyarakat.

“Saat ini sudah ada 130 hektare lahan di Kabupaten Semarang yang sedang proses kembali ke sistem organik. Ke depannya jumlah tersebut akan terus bertambah,” jelasnya.

Kades Kemetul Agus Sudibyo

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon