URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten Semarang menyalurkan bantuan pemenuhan kebutuhan layak kepada 121 anak yatim dan anak dari keluarga kurang mampu di Kantor Dinsos Kabupaten Semarang, Kamis (25/6/2026). Bantuan hasil kolaborasi Dinas Sosial dengan Sentra Antasena Kementerian Sosial ini diberikan kepada anak-anak penerima kategori desil 1 hingga 5 untuk mendukung kebutuhan sekolah, kesehatan, dan kesejahteraan mereka bertepatan dengan momentum Muharam.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Momentum 10 Muharam, 121 Anak Yatim dan Kurang Mampu di Kabupaten Semarang Terima Bantuan Kemensos

Momentum 10 Muharam, 121 Anak Yatim dan Kurang Mampu di Kabupaten Semarang Terima Bantuan Kemensos

Momentum 10 Muharam, 121 Anak Yatim dan Kurang Mampu di Kabupaten Semarang Terima Bantuan Kemensos

Wakil Bupati Semarang Nur Arifah didampingi Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah menyerahkan bantuan pemenuhan kebutuhan layak secara simbolis kerjasama dengan Sentra Antasena Kemensos kepada anak-anak panti asuhan Kecamatan Ungaran, Pabelan, dan Pringapus di lingkungan Kantor Dinsos Kabupaten Semarang, Kamis (25/6/2026). Foto: win
Wakil Bupati Semarang Nur Arifah didampingi Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah menyerahkan bantuan pemenuhan kebutuhan layak secara simbolis kerjasama dengan Sentra Antasena Kemensos kepada anak-anak panti asuhan Kecamatan Ungaran, Pabelan, dan Pringapus di lingkungan Kantor Dinsos Kabupaten Semarang, Kamis (25/6/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Momentum 10 Muharam yang identik dengan anjuran menyantuni anak yatim dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Semarang untuk menyalurkan bantuan pemenuhan kebutuhan layak bagi 121 anak yatim dan anak dari keluarga kurang mampu.

Bantuan tersebut diserahkan pada Kamis (25/6/2026) di Kantor Dinsos Kabupaten Semarang kepada anak-anak di Panti Asuhan Yadayanu Pringapus dan Panti Asuhan Santo Thomas Ungaran. Penyaluran bantuan merupakan hasil kerja sama Dinas Sosial Kabupaten Semarang dengan Sentra Antasena Kementerian Sosial di Magelang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang Istichomah mengatakan, bantuan diberikan kepada anak-anak yang masuk kategori desil 1 sampai 5 dan sebagian belum menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kami memberikan data kepada Sentra Antasena Kemensos terkait warga yang seharusnya mendapatkan bantuan tetapi belum terakomodasi. Setelah sebelumnya menyalurkan bantuan kepada 127 lansia, kali ini giliran anak-anak yang mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Menurut Istichomah, bantuan yang disalurkan berupa paket pemenuhan kebutuhan layak, meliputi perlengkapan sekolah, perlengkapan mandi, sembako, susu, madu, serta kebutuhan lain untuk menunjang kesehatan dan aktivitas anak-anak.

Ia menambahkan, penyaluran bantuan tidak berhenti pada 121 anak penerima saat ini. Dinsos bersama Sentra Antasena masih menyiapkan bantuan lanjutan bagi anak-anak lain yang memenuhi kriteria.

“Ini sebagai upaya menambal kebutuhan anak-anak yang belum mendapatkan bantuan sosial lain, padahal mereka tetap membutuhkan dukungan untuk tumbuh dan bersekolah,” katanya.

Sementara Wakil Bupati Semarang Nur Arifah yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah Dinsos Kabupaten Semarang yang dinilai mampu menghadirkan program-program bermanfaat di tengah keterbatasan anggaran.

Menurutnya, kolaborasi dengan Sentra Antasena Kemensos Magelang menjadi salah satu solusi untuk memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah hari ini tersalurkan bantuan kepada 121 anak yang memang membutuhkan dengan kriteria tertentu. Ini merupakan bantuan pemenuhan hidup layak yang sangat bermanfaat bagi mereka,” ujarnya.

Nur Arifah menilai penyaluran bantuan yang bertepatan dengan bulan Muharam memiliki makna tersendiri. Dalam tradisi Islam, 10 Muharam dikenal sebagai salah satu momentum untuk memperbanyak sedekah dan menyantuni anak yatim.

“Ini tentu menjadi keberkahan tersendiri. Di bulan Muharam ada anjuran untuk menyantuni anak yatim dan bersedekah. Alhamdulillah kegiatan ini berlangsung pada momen yang sangat baik,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Astra Infra melalui Resta Pendopo meresmikan Resta SAE Ruang Temoe di Resta Pendopo KM 456 Kabupaten Semarang, Minggu (12/7/2026), sebagai ruang inklusif bagi UMKM difabel dan neurodivergen. Program ini bertujuan memperluas akses pemasaran produk kreatif, mendorong kemandirian ekonomi, serta mendukung keberagaman dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Semarang.
Resta Pendopo KM 456 Luncurkan 'Ruang Temoe', Wadah Karya Spektakuler Difabel
Anggota DPR RI Muh Haris bersama Anggota DPRD Jawa Tengah Ida Nurul Farida dan Anggota DPRD Kabupaten Semarang M. Jauhari Mahmud menyerahkan bantuan sembako serta uang tunai kepada korban kebakaran rumah di Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan agar keluarga korban segera pulih dan kembali beraktivitas.
Pasca Musibah, Tiga Anggota Dewan Berikan Bantuan Korban Kebakaran di Tengaran
Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membantu Hadi Mulyono, warga Desa Gondangmanis, Kudus, mewujudkan impian memiliki rumah layak setelah 25 tahun. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung hasil program tersebut, Senin (29/6/2026), seraya menegaskan perbaikan RTLH menjadi strategi pengentasan kemiskinan yang berlanjut dengan target 5.000 unit rumah pada 2026.
Dulu Kebanjiran dan Nyaris Roboh, Kini Rumah Kuli Bangunan di Kudus Berdiri Kokoh Berkat Bantuan RTLH
Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Semarang bersama Pemerintah Kabupaten Semarang dan Baznas Kabupaten Semarang memulai program bedah tiga rumah tidak layak huni yang ditandai peletakan batu pertama di Kelurahan Candirejo, Ungaran Barat, Senin (29/6/2026). Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian layak sekaligus memperkuat sinergi lintas instansi dalam membantu warga yang membutuhkan.
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Semarang Wujudkan Hunian Layak bagi Tiga Warga
Dinas Sosial Kabupaten Semarang mengungkap sejarah berkembangnya kawasan Tegal Panas dan Gembol yang kini dikenal sebagai lokasi karaoke dan praktik prostitusi terselubung. Kepala Dinsos Istichomah menjelaskan, Jumat (26/6/2026), kedua kawasan bermula dari warung bagi pengguna jalan dan sopir truk, lalu berkembang menjadi usaha hiburan tanpa izin. Dinsos berfokus pada pendampingan penyintas HIV/AIDS, pelatihan keterampilan, serta penanganan dampak sosial, sementara penertiban menjadi kewenangan Satpol PP.
Kawasan Tegal Panas dan Gembol Tak Berizin, Dinsos Fokus Dampingi Warga Binaan dan Terdampak Sosial
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh dan petani cengkih, serta warga kurang mampu untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mereka.
2.393 Buruh dan Petani Tembakau di Kabupaten Semarang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved