URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Enam hari menjelang Idul Fitri 2025, arus lalu lintas di Kota Salatiga masih terpantau lancar meskipun kendaraan berpelat luar daerah mulai berdatangan. Yono dan Mulyawan, warga Salatiga, menyebut kepadatan hanya terjadi pada sore hari saat masyarakat berburu takjil.

Mbak Google

KABAR RASIKA

H-6 Lebaran, Arus Lalu Lintas di Salatiga Terpantau Landai, Kendaraan Luar Daerah Mulai Berdatangan

H-6 Lebaran, Arus Lalu Lintas di Salatiga Terpantau Landai, Kendaraan Luar Daerah Mulai Berdatangan

H-6 Lebaran, Arus Lalu Lintas di Salatiga Terpantau Landai, Kendaraan Luar Daerah Mulai Berdatangan

Enam hari menjelang Idul Fitri 2025, arus lalu lintas di Kota Salatiga masih terpantau lancar meskipun kendaraan berpelat luar daerah mulai berdatangan. Yono dan Mulyawan, warga Salatiga, menyebut kepadatan hanya terjadi pada sore hari saat masyarakat berburu takjil.
Foto Arief Rasika
Suasana lalin di jalan Jensud Salatiga, Selasa (25.3.2025) siang
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Enam hari menjelang Idul fitri 2025, kondisi arus lalu lintas di Kota Salatiga terpantau masih lancar. Meski begitu, kendaraan dengan pelat nomor luar daerah mulai terlihat melintas di beberapa ruas jalan utama.

Yono, salah satu warga Salatiga, mengatakan bahwa kepadatan lalu lintas hanya terjadi pada sore hari, terutama saat masyarakat berburu takjil untuk berbuka puasa.

“Masih biasa. Macetnya hanya saat sore hari saja, mungkin karena warga mencari takjil,” ujarnya, Selasa (25/3/2025).

Hal senada diungkapkan oleh Mulyawan, warga lainnya, yang menyebut bahwa belum ada tanda-tanda lonjakan arus kendaraan secara signifikan.

“Masih lancar, belum terlihat adanya penumpukan kendaraan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kemacetan cenderung terjadi di sore hari, meskipun kendaraan dari luar daerah sudah mulai berdatangan ke Salatiga.

Situasi lalu lintas di kota ini diperkirakan akan semakin padat dalam beberapa hari ke depan seiring dengan meningkatnya arus mudik menjelang Lebaran.

Sementara itu pantauan Rasika FM dibundaran Tamansari Salatiga (depan Ramayana) kepadatan arus belum terasa, petugas di posko Terpadu Idul Fitri terlihat hanya bersiaga ( rief )

Arus lalin di depan Tamansari masih lengang

BACA JUGA :

M. Iksan (55), warga Pungkursari, Kota Salatiga, merakit Yamaha Vixion 155 cc menjadi Jeep Willys mini berwarna hijau army selama tiga bulan dengan biaya sekitar Rp30 juta. Ia memadukan mesin motor, persneling serta kaki-kaki Daihatsu Zebra, lalu membentuk bodi dari rangka besi dan pelat agar kendaraan dapat digunakan melintasi jalan kota hingga tanjakan Bandungan.
Kreatif! Tukang Cat di Salatiga ini Sulap Motor Yamaha Vixion jadi Jeep Willys Mini
LAZIS Jateng Cabang Salatiga bekerja sama dengan Resta Pendopo KM 456 menggelar Khitan Ceria 2026 bagi 30 anak yatim, piatu, dan dhuafa di Baok, Ujung-Ujung, Pabelan, Kabupaten Semarang, Kamis (2/7/2026). Program tahun ketiga ini memberikan layanan sosial sekaligus mengajak peserta yang memasuki masa baligh meningkatkan ketaatan beribadah dan membiasakan salat lima waktu.
Puluhan Anak ikuti Khitan Ceria 2026 di Resta Pendopo KM 456
Belasan remaja masjid dari Perumahan Taman Manunggal Asri Tugu Bener, Tengaran, menggelar nonton bareng film inspiratif Bilal bin Rabah di Masjid Al Ikhlas, Jumat (3/7/2026). Kegiatan perdana yang digagas Ugema ini diisi salat Magrib dan pembagian doorprize untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengajak pelajar mengisi liburan sekolah dengan aktivitas positif.
Isi Kegiatan Positif Liburan, Belasan Remaja Ugema Nobar Film Bilal
PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Masuki Usia Ke-118 Tahun, Ikatan Notaris Indonesia Didorong Terus Jaga Integritas
Masuki Usia Ke-118 Tahun, Ikatan Notaris Indonesia Didorong Terus Jaga Integritas
PT Jasamarga Semarang Batang melaksanakan program penghijauan dengan menanam pohon Trembesi dan Tabebuya di Simpang Susun Weleri serta sejumlah titik di sepanjang Tol Batang-Semarang. Program ini dilakukan untuk mendukung infrastruktur berkelanjutan melalui penyerapan emisi karbon, peningkatan kualitas udara, pengendalian erosi, peredaman kebisingan, dan penciptaan lingkungan jalan tol yang lebih asri bagi pengguna jalan.
Tanam Sekarang, untuk Generasi Mendatang: PT Jasamarga Semarang Batang Hijaukan Ruas Tol

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang menetapkan tiga koordinator kelompok masyarakat (Pokmas) Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan sarana prasarana dan pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tambahan APBD Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2019–2020. Ketiganya diduga menyelewengkan dana swakelola hingga merugikan keuangan negara sekitar Rp600 juta dan ditahan sejak 30 Juni 2026 untuk kepentingan penyidikan.
Korupsi Dana Swakelola Bergas Lor Terbongkar, Tiga Koordinator Pokmas Dijebloskan ke Tahanan
Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut
Jateng Fair 2026 di kawasan PRPP Semarang menjadi destinasi favorit liburan sekolah dengan menghadirkan pameran inovasi, produk UMKM, konser musik, wahana keluarga, dan nonton bareng Piala Dunia 2026 hingga 5 Juli. Direktur Utama PT PRPP Jawa Tengah (Perseroda), Shafigh Pahlevi Lontoh, menargetkan 150 ribu pengunjung selama penyelenggaraan, sementara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berharap ajang ini mampu memperkuat UMKM, mendorong inovasi, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah
Jateng Fair 2026 Pas Buat Liburan Keluarga, Ada Apa Saja?