KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ingin Nyalakan Kembang Api saat Pergantian Tahun Baru, Wajib Minta Izin Polres Salatiga

Ingin Nyalakan Kembang Api saat Pergantian Tahun Baru, Wajib Minta Izin Polres Salatiga

Ingin Nyalakan Kembang Api saat Pergantian Tahun Baru, Wajib Minta Izin Polres Salatiga

Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari. Foto Arief Rasika

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari mengimbau masyarakat Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng) tidak melakukan perayaan malam pergantian tahun baru dengan cara berlebihan.

Hal itu dilakukan agar tidak terjadi potensi kriminalitas dan mengganggu kenyamanan warga saat malam tahun baru.

Selain itu, Kapolres menyebut, warga yang merayakan malam tahun baru dengan menggunakan kembang api diperbolehkan. Namun harus mendapatkan izin resmi dari kepolisian.

“Terkait petasan dan bahan peledak juga sudah kita larang penggunaannya, untuk kembang api kita awasi dan penggunaannya harus mendapat izin dari kepolisian,” kata AKBP Aryuni.

Diakuinya, diharuskan-nya ijin terlebih dahulu untuk menggunakan kembang api saat malam tahun baru dilakukan agar penggunaannya tidak pada tempat berbahaya dan aman. Sehingga tidak menganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat Kota Salatiga.

Kapolres mengatakan, puncak arus mudik Nataru ini diperkirakan akan terjadi Sabtu, (28/12/2024). Sedangkan arus balik diperkirakan mulai tanggal 29 Desember 2024 dan 1 Januari 2025.

“Untuk itu perlu mewaspadai berbagai kerawanan padatnya aktifitas masyarakat khususnya di jalur tol maupun arteri dan lokasi wisata” jelasnya.

Selain itu Kapolres Salatiga juga berpesan kepada masyarakat yang mudik agar mempersiapkan kendaraan dan jaga kondisi fisik agar tidak terjadi kendala saat perjalanan.

“Jangan segan untuk minta bantuan di Pos Polisi terdekat dan beristirahatlah saat badan sudah capek, jangan paksakan diri cepat sampai rumah dan mengabaikan keselamatan,” pesan Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres Salatiga mejelaskan, bahwa ada 220 personel Polres Salatiga akan dilibatkan dalam pengamanan Nataru.

Selain itu, Polres Salatiga juga akan mensiagakan 4 Pos Pam (Pos Pengamanan) yaitu Pospam Gereja Paulus Miki, Pospam Gereja Bethani, Pos Pam Pasar Rejosari, dan Pospam Exit Toll Salatiga, serta satu Posyan (Pos Pelayanan) yaitu Posyan Bundaran Tamansari Ramayana.

“Untuk personel Polres Salatiga akan insert di lokasi pos pam dan posyan sejak Jumat (20/12/2024) ini jam 20.00 WIB . Hal ini sebagai bentuk jaminan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melaksanakan mudik Nataru,” ungkap Kapolres.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
[pekok2]