URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seekor sapi seberat 700 kilogram lepas di Pasar Hewan Ambarawa, Rabu (3/9/2025), menabrak tiga warung dan satu motor hingga menimbulkan kepanikan. Kepala UPTD Puskeswan dan RPH Kab. Semarang, Muhammad Hidayat, memastikan kerugian kecil dan telah diselesaikan secara kekeluargaan, membantah isu ganti rugi Rp8 juta.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Insiden Sapi Ngamuk di Pasar Hewan Ambarawa, UPTD Bantah Pemilik Sapi Diminta Ganti Rugi Rp8 Juta

Insiden Sapi Ngamuk di Pasar Hewan Ambarawa, UPTD Bantah Pemilik Sapi Diminta Ganti Rugi Rp8 Juta

Insiden Sapi Ngamuk di Pasar Hewan Ambarawa, UPTD Bantah Pemilik Sapi Diminta Ganti Rugi Rp8 Juta

Seekor sapi mengamuk di area Pasar Hewan Ambarawa hingga mengakibatkan 3 warung dan 1 sepeda motor rusak, Rabu (3/9/2025). Foto: Tangkapan layar video warga.
Seekor sapi mengamuk di area Pasar Hewan Ambarawa hingga mengakibatkan 3 warung dan 1 sepeda motor rusak, Rabu (3/9/2025). Foto: Tangkapan layar video warga.
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – UPTD Puskeswan dan RPH Kabupaten Semarang membantah kabar yang menyebut pemilik sapi diminta mengganti rugi hingga Rp8 juta setelah hewan ternaknya mengamuk dan menabrak warung di Pasar Hewan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Insiden terjadi pada Rabu (3/9/2025) ketika seekor sapi berbobot sekitar 700 kilogram lepas saat diturunkan dari bak pikap. Sapi tersebut berlari dan menabrak tiga warung serta satu sepeda motor.

Kepala UPTD Puskeswan dan RPH Kabupaten Semarang, Muhammad Hidayat, mengatakan insiden bermula ketika seekor motor melintas di dalam pasar.

“Saat sapi mau masuk lokasi, bersamaan ada motor keluar. Pengendaranya memakai jaket merah sehingga sapi berbelok seolah mengejar motor tersebut,” jelas Hidayat, Selasa (9/9/2025).

Meski sempat menimbulkan kepanikan, tidak ada korban jiwa maupun luka. Kerusakan hanya berupa meja, bangku, sejumlah peralatan makan, serta satu sepeda motor yang terjatuh.

Hidayat menegaskan seluruh kerugian sudah diselesaikan secara kekeluargaan di hari yang sama. Nilai ganti rugi, kata dia, tidak sampai Rp1 juta.

“Saya pastikan kabar pemilik sapi harus mengganti rugi hingga Rp5 juta atau Rp8 juta itu tidak benar,” tegasnya.

Menurut Hidayat, para pemilik warung sudah kembali berjualan pada hari itu juga karena kerusakan tidak parah. Ia menambahkan, kejadian sapi lepas hingga menabrak warung baru pertama kali terjadi di Pasar Hewan Ambarawa.

“Padahal sapinya bukan tergolong agresif. Setelah kejadian itu, sapi langsung bisa dikendalikan kembali,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Pabrik Pengolahan Triplek di Tengaran Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah
Pabrik Pengolahan Triplek di Tengaran Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah
Polres Semarang memastikan laporan titik panas di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, bukan merupakan kebakaran hutan maupun lahan. Kasat Reskrim Polres Semarang Bodia Teja Lelana menjelaskan hasil verifikasi lapangan pada Jumat (1/8/2026) menunjukkan hotspot berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga yang telah padam, sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.
Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput
Istiono Tertabrak Sepeda Motor Di Jalan Lingkar Salatiga saat Berjalan Kaki
Pejalan Kaki Tertabrak Sepeda Motor di Jalan Lingkar Salatiga
Sebuah rumah milik Sarwoto di Dusun Siroto, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terbakar pada Kamis (30/7/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu bara api yang masih tersisa di tungku kayu setelah digunakan memasak air sebelum pemilik rumah pergi ke pasar. Petugas Damkar dan BPBD berhasil memadamkan api, tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
Lupa Matikan Tungku Api Saat ke Pasar, Rumah Warga Susukan Ungaran Timur Terbakar
Sebuah truk bernomor polisi N 9906 UE diduga gagal menanjak dan mengalami kecelakaan di Jalan Raya Karanggede, Dusun Bawangan, Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Truk yang melaju dari Klego menuju Salatiga itu mundur setelah kehilangan tekanan angin pada kompresor, diduga menyenggol sepeda motor sebelum menghantam bangunan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dan mendata dampak yang ditimbulkan.
Gagal Nanjak, Truk alami Laka di Reksosari Suruh, Motor dan Bangunan jadi Korban
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Kepala Kesbangpol Suyana mengungkapkan Kabupaten Semarang menempati peringkat ketujuh kasus narkoba tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan data BNN Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan di Ungaran, Rabu (29/7/2026), menyusul meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang menyasar pelajar dan ditemukannya kasus penanaman ganja oleh seorang warga. Pemkab pun memperkuat pencegahan melalui program Gada Krisna dengan membentuk relawan antinarkoba hingga tingkat desa.
Kabupaten Semarang Peringkat Ketujuh Kasus Narkoba di Jateng, Petani Kedapatan Tanam Ganja dalam Pot

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga