KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kampung Inggris di Joglo Ki Penjawi Salatiga, Ajarkan Anak Berbahasa Inggris Secara Aktif

Kampung Inggris di Joglo Ki Penjawi Salatiga, Ajarkan Anak Berbahasa Inggris Secara Aktif

Kampung Inggris di Joglo Ki Penjawi Salatiga, Ajarkan Anak Berbahasa Inggris Secara Aktif

Para siswa di kampung inggris saat belajar bersama di Joglo Ki Penjawi (Poto dok ist)

Bahasa Inggris adalah bahasa internasional di era globalisasi saat ini. Bahasa Inggris penting untuk dipelajari karena digunakan sebagai alat komunikasi internasional.

Sebagai bahasa pengantar internasional, Bahasa Inggris hendaklah diajarkan kepada anak-anak sedini mungkin, agar mereka mampu bersaing di era globalisasi seperti saat ini.

Melihat peluang itu, Owner Resto Joglo Ki Penjawi, Gunawan Herdiwanto, membuka kelas bahasa Inggris untuk anak-anak di Kota Salatiga dan sekitarnya. Iwan mengungkapkan, gagasan itu muncul karena melihat tempat miliknya bisa dibuat bukan sekedar resto.

“Selain untuk resto, saya berfikiran untuk pendidikan. Karena pendidikan kedepan itu pasti orang membutuhkan. Apalagi bahasa inggris, ya kan,”kata pria yang akrab disapa Iwan saat ditemui rasikafm.com, Restonya yang berada di Jalan Ki Penjawi No.14, Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, belum lama ini.

Dengan penyajian konsep ‘bermain sambil belajar’ ditempat Joglo Ki Penjawi ini ternyata baik anak maupun orang tuanya lebih tertarik.

“Konsep kita tidak monoton diruang kelas dan berhadapan dengan guru saja. Ibaratnya kita sambil playing en gerening, belajar sambil bermain,”ungkap Iwan.

Apalagi di waktu pukul 13.00 wib sampai 17.00 wib, cenderung resto ini tidak ramai. Maka saya berani membuka kelas ini.”Untuk jam belajarnya sepulang dari sekolah yakni siang hingga sore. Bahkan ada orang tua yang mengatakan kenapa tidak buat TK dan alhamdulillah tahun ajaran ini sudah terealisasi dan memiliki 5 murid,”jelas Iwan.

Ditambahkan Iwan, dengan diterapkan metode tersebut bertujuan dapat meningkatkan minat dan semangat mereka dalam pelajaran Bahasa Inggris.

“Pengajaran dengan metode ini dapat meningkatkan kemampuan serta semangat siswa,”terang Iwan.

Sementara itu, Dick Erik selaku pengajar sekaligus penggagas mengatakan bahwa konsep TC Salatiga itu lebih kearah bermain. Jadi konsep kita tidak teks book, kita tidak mengerjakan soal, tidak mengerjakan ekser says. Tetapi metodenya dibuat menyenangkan anak anak.

“Mereka dibuat lepas untuk mengerjakan bahasa inggris nya dan lebih fokus di speakingnya. Mulai dari umur tiga tahun sampai kuliah ada disini semua. Jadi memang kita stimulus buat speakingnya,”kata Erik.

Untuk saat ini jumlahnya ada diatas 60 siswa dari beberapa kelas dimulai dari pukul 01.00 wib siang hingga pukul 07.00 wib malam. Selain itu kita juga mempunyai kelas online nusantara, dari Sabang sampai Merauke ada disini semua.

“Dari anaknya ada dari Salatiga maupun luar Salatiga dan paling jauh ada dari Cepogo Boyolali,”ungkap Erik.

Erik menambahkan, saat dikelas semua murid dalam percakapan ful menggunakan bahasa inggris. Jadi kita menciptakan kampung inggris mini.

“Untuk materi pelajaranya, kita mempunyai beberapa metode yang pertama seginner atau level pertama dan kita kasih waktu empat bulan untuk beradaptasi mengejar teman temanya dalam bahasa inggris. Dan ada beberapa tahap metode pembelajaran setingkat diatasnya,”pungkas Erik.

Dari pantauan wartawan kampung inggris mini ini diawali pada tahun 2018 lalu. Untuk metode pembelajaran yang diterapkan, yakni offline class dan online class dengan berbagai pilihan program dari pemula hingga mahir yang terdiri dari kelas pemula, grammar, speaking hingga TOEFL preparation.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]