KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kasus Bangkai Kambing di Sungai Serang, Bupati Semarang: Tindak Tegas Pelaku Pembuangan!

Kasus Bangkai Kambing di Sungai Serang, Bupati Semarang: Tindak Tegas Pelaku Pembuangan!

Kasus Bangkai Kambing di Sungai Serang, Bupati Semarang: Tindak Tegas Pelaku Pembuangan!

Bangkai kambing yang ditemukan di Sungai Serang, Susukan, dikuburkan sesuai prosedur penanganan hewan yang mati akibat PMK. (Foto/win)

UNGARAN – Bupati Semarang Ngesti Nugraha meminta aparat kepolisian bisa mengungkap secara tuntas kasus pembuangan 97 ekor bangkai kambing di Sungai Serang, Susukan, Kabupaten Semarang. Selain itu, ia juga meminta penegakan hukum yang tegas dan bisa memberikan efek jera bagi dalang dan pelakunya. Pasalnya, kasus itu membuat masyarakat semakin resah di tengah mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak ruminansia.

“Kami minta ada tindakan tegas dari kepolisian agar bisa memberikan efek jera dan kasus serupa tidak terulang lagi,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/6/2022).[irp posts=”38731″ name=”Bangkai Kambing di Sungai Serang Bertambah Jadi 97 Ekor, Semuanya Positif PMK”]

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Semarang itu, penanganan hewan ternak yang mati akibat PMK ada prosedur tata laksananya, sehingga tidak bisa serta merta dibuang, terlebih ke sungai. Prosedur itu dimaksudkan agar virus penyebab PMK tidak menyebar dan menular pada hewan-hewan ternak yang sehat.

“Sehingga cara- cara membuang bangkai hewan- hewan ternak yang terindikasi PMK ke dalam sungai tidak dibenarkan, apalagi jumlahnya puluhan dan hasil temuan di lapangan jumlahnya hampir mencapai 100 ekor,” ujarnya.

Berdasarkan laporan dari lapangan, lanjut Ngesti, sebanyak 97 bangkai hewan ternak yang telah dibuang di aliran sungai Serang telah ditemukan di dua wilayah desa, masing- masing Desa Susukan sebanyak 50 bangkai dan Desa Sidoharjo 47 bangkai.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang Wigati Sunu menyampaikan pihak kementerian Pertanian (Kementan) dan Balai Besar Veteriner (BBVET) Wates, Yogyakarta telah menurunkan tim observasi ke Desa Susukan dan Desa Sidoharjo.

“Kemarin tim Kementan dan BBVET telah mengambil sampel- sampel di lokasi. Kami masih menunggu hasilnya seperti apa, termasuk dampak yang diakibatkan terhadap lingkungan sekitar,” katanya.

Menurutnya, pengambilan sampel yang dilakukan tim Direktorat Jenderal Kesehatan Hewan Kementan dan BBVET dilakukan sampai Rabu (22/6/2022) malam, karena persebaran temuan bangkai hewan ternak telah meluas hingga wilayah Desa Sidoharjo.

“Untuk uji sampel air sungai juga masih menunggu hasilnya. Apakah virus di air menggenang dan air mengalir punya ‘ketahanan’ yang sama atau tidak. Maka kami imbau, masyarakat seminimal mungkin memanfaatkan air Sungai Serang untuk sementara waktu,” tandasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]