KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ketua DPD Gerindra Jateng Meminta Kader Tidak Boleh Gentar Hadapi Pemilu 2024

Ketua DPD Gerindra Jateng Meminta Kader Tidak Boleh Gentar Hadapi Pemilu 2024

Ketua DPD Gerindra Jateng Meminta Kader Tidak Boleh Gentar Hadapi Pemilu 2024

Kader Partai Gerindra di Jawa Tengah diberi dorongan untuk tetap optimis dalam menghadapi Pemilu 2024 meski saat ini PDI Perjuangan memegang kendali di wilayah tersebut. Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, menekankan pentingnya konsolidasi partai yang melibatkan ribuan kader dari berbagai daerah. Dengan Prabowo Subianto yang populer dan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden, serta kehadiran sejumlah caleg partai koalisi, semua kader diminta untuk terus bekerja keras dalam sosialisasi dan kampanye
Foto dok IST
Ketua DPD Gerindra Jateng, Sudaryono didampingi ketua DPC Gerindra Salatiga Yuliyanto saat diwawancarai media soal kondsolidasi partai

RASIKAFM. COM | SALATIGA – Kader Partai Gerindra diminta tak gentar meski saat ini Jawa Tengah dikuasai oleh PDI Perjuangan. Pemilu 2024 dianggap menjadi momentum kemenangan partai berlambang burung garuda tersebut.

Dalam siaran persnya, Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah Sudaryono mengatakan konsolidasi dilaksanakan secara maraton untuk memanaskan mesin partai. “Saya dua minggu menjabat ketua DPD Jateng, sudang berkeliling di 18 kota/kabupaten, bertemu jajaran pengurus hingga tingkat ranting. Semua sepakat memenangkan Prabowo-Gibran dan Partai Gerindra,” jelasnya, di Gedung Korpri Kota Salatiga, Selasa (7/11/2023).

Menurut Sudaryono, konsolidasi yang menghadirkan 1.000 kader tersebut berasal dari Kota Salatiga, Kabupaten Semarang dan Magelang. “Mereka mendapat tugas memenangkan hari rakyat dengan program yang menjawab kebutuhan, apalagi saat ini Gerindra memiliki keuntungan,” ujarnya.

Keuntungan tersebut saat ini Prabowo Subianto merupakan calon presiden yang paling populer, calon wakil presidennya adalah Gibran Rakabuming Raka, dan anggota partai koalisinya paling banyak, sehingga semua calegnya menjadi juru kampanye.

“Pak Prabowo sudah pernah maju di pemilu, ini keuntungan tersendiri. Sementara mas Gibran, juga cukup populer bahkan jika tidak jadi calon wakil presiden, dia menjadi kandidat paling kuat di Pilgub Jateng, selain itu jumlah caleg dari partai koalisi cukup banyak,” papar Sudaryono.

Sudaryono menambahkan , meski memiliki sejumlah bonus politik, seluruh kader tetap harus bekerja keras. “Semua titik harus ada orangnya, sosialisasi dan kampanye harus jalan terus. Pasang bendera dan spanduk sosialisasi, kenalkan dengan sopan serta santun,” ujarnya.

Ketua DPC Gerindra Kota Salatiga Yuliyanto menyampaikan arahan dari Ketua DPD Gerinda Jawa Tengah Sudaryono menjadi motivasi dan energi bagi seluruh kader partai. “Istilahnya memang sekarang ini adalah Waktunya Pak Prabowo, dan kami siap memenangkan Prabowo-Gibran dengan mengawal di setiap TPS,” ungkapnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]