KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Lokasi di Salatiga, Seluruh Pekerja Tempat Cuci Mobil ini Tuna Rungu Wicara

Lokasi di Salatiga, Seluruh Pekerja Tempat Cuci Mobil ini Tuna Rungu Wicara

Lokasi di Salatiga, Seluruh Pekerja Tempat Cuci Mobil ini Tuna Rungu Wicara

Salam Motor Car Wash di Kota Salatiga memiliki para pegawai tuna rungu wicara yang handal dalam mencuci mobil. Meskipun tidak dapat berbicara, mereka menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi. Pemilik tempat cucian mobil tersebut, Franky Sadewo Priyanggono, menyatakan bahwa para pegawainya sangat bersemangat dan cakap dalam bekerja. Meskipun terdapat keterbatasan komunikasi, mereka tetap ramah terhadap konsumen
Foto dok IST
Para pekerja di Salam Motor Car Wash yang berada di Jalan Nakula Sadewa Kembangarum Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga ini tuna rungu wicara.

[@]Sebuah mobil masuk ke tempat cucian mobil dan diarahkan oleh pegawai ke tempat penyemprotan. Pegawai tersebut tak berkata-kata hanya memberi aba-aba.

Dua pegawai lalu beranjak dari tempat duduk dan langsung mengambil seperangkat alat cuci mobil. Dengan cekatan, mobil yang kotor tersebut dibersihkan.

Tak lebih dari satu jam, mobil yang semula kotor tersebut telah menjadi kinclong. Bagian-bagian yang kotor telah menjadi bersih, luar dalam mobil menjadi bersih. Para pencuci tersebut hanya fokus dengan mobil, tak ada suara yang keluar.

Ternyata, para pencuci mobil tersebut bisu tuli. Saat berkomunikasi, menggunakan bahasa isyarat.

Para pekerja di Salam Motor Car Wash yang berada di Jalan Nakula Sadewa Kembangarum Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga tersebut semuanya tuna rungu wicara. “Setiap hari ada lima orang yang bekerja disini, tapi kalau hari libur, bisa bertambah pekerjanya. Mereka mengajak teman-temannya,” kata Franky Sadewo Priyanggono, pemilik Salam Motor Car Wash.

Franky mengatakan dia membuka usaha cuci mobil sejak 2012. Saat itu, semua pekerjanya tidak ada yang tuna rungu. “Kemudian ada satu orang pekerja yang tuna rungu wicara. Lalu dua tahun lalu saat saya butuh tambahan pegawai, yang tuna rungu tersebut mengajak temannya,” ujarnya.

“Sejak itu kalau saya butuh pegawai, mereka mengajak temannya juga. Sehingga sejak saat itu semua pegawai saya tuna rungu wicara,” kata Franky.

Franky mengakui sempat ada misskomunikasi dengan para pegawai. Tapi seiring waktu, dia mulai memahami bahasa mereka. “Mau tidak mau ya harus belajar, sekarang saya bisa mengerti,” ungkapnya.

Dia juga meminta pegawainya untuk tetap ramah kepada konsumen meski mengalami keterbatasan dalam komunikasi. “Banyak juga konsumen yang kaget, tapi akhirnya bisa memahami. Kalau ada permintaan khusus juga disampaikan, pekerja bisa mengerti,” kata Franky.

Menurut Franky, dirinya menerapkan manajemen terbuka dalam mengelola tempat cuci mobilnya. “Saya tidak setiap waktu standby disini, jadi mereka sendiri yang mencatat mobil atau motor yang masuk. Sistem bayaran diberikan per minggu dengan sistem persenan, mobil antara Rp 45.000 hingga Rp 60.000 sementara motor Rp 15.000 hingga Rp 25.000,” paparnya.

Franky menilai secara kinerja pegawainya yang tuna rungu wicara sangat bagus. “Mereka semangat bekerja sangat tinggi. Tidak ada konsumen yang komplain karena memang hasil kerjanya bersih,” ucapnya.

Menurutnya, dia memberi ruang kepada pegawai yang tuna rungu wicara semata untuk membantu mencari nafkah. “Kalau kemudian mereka mendapat pekerjaan yang lebih baik, tentu saya dukung. Mantan pegawai disini ada juga yang menjadi security di pabrik, dan sampai saat ini masih sering main ke cucian ini,” kata Franky.

Seorang konsumen cuci mobil di Salam Motor Car Wash, Dwi Handayanu mengaku sudah menjadi langganan dua tahun terakhir ini. “Hasil cuciannya bersih, selain itu juga terhitung cepat sehingga disini banyak yang antre,” ujarnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]