KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Main Hujan-Hujanan, Balita Berumur 2,5 Tahun Asal Tembalang Meninggal Dunia Usai Hanyut Sejauh 1 Km

Main Hujan-Hujanan, Balita Berumur 2,5 Tahun Asal Tembalang Meninggal Dunia Usai Hanyut Sejauh 1 Km

Main Hujan-Hujanan, Balita Berumur 2,5 Tahun Asal Tembalang Meninggal Dunia Usai Hanyut Sejauh 1 Km

SEMARANG – Seorang balita berumur 2,5 tahun ditemukan meninggal dunia usai hanyut di sungai yang dekat rumahnya di Jalan Rowosari Krajan RT 1 RW 2, Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang Kota Semarang pada Minggu (26/12/2021) sekira pukul 14.15 WIB.

Korban berinisial FRH ditemukan di sungai yang berjarak 1 kilometer dari tempat hanyut atau tepatnya di wilayah Rowosari Krajan RT 4 RW 4, Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang Kota Semarang pada Senin (27/12/2021) sekira pukul 06.00 WIB.

Kapolsek Tembalang, Kompol R Arsadi KS menjelaskan, kejadian itu bermula ketika korban bersama dua kakaknya bermain hujan-hujanan di dekat rumahnya tanpa pengawasan orang tua. Kemudian, ketika beranjak sore hari, ayahnya bertanya kepada kakak korban tentang keberadaan korban.

Namun kedua saudara korban itu tidak mengetahui dimana korban berada lalu orang tua korban meminta pertolongan kepada warga untuk mencari buah hatinya yang tidak diketahui keberadaanya tersebut.

“Kemarin (Minggu) (korban) main hujan hujan tidak pulang dicari keluarga tidak ada tadi malam kita cari tidak ketemu. Pagi tadi hanyut ditemukan disungai sudah meninggal,” ujarnya kepada RASIKAFM.

Arsadi mengatakan, jasad korban ditemukan oleh warga sekitar bersama ayahnya dengan keadaan tersangkut dipohon bambu yang berada disekitar aliran sungai yang berada di wilayah Rowosari, Kecamatan Tembalang.

“Jenasah korban dibawa kerumah duka untuk proses pemakaman. Keluarga korban telah menerima musibah ini dengan membuat surat pernyatan,” paparnya.

Menanggapi hal ini, Kompol Arsadi menghimbau kepada masyarakat khususnya orang tua yang memiliki balita untuk selalu mengawasi anaknya jika sedang tak berada di dalam rumah. Apalagi, lanjut dia, masih dalam situasi musim penghujan.

“Warga yang punya anak kalau main hujan diawasi bener jangan dibiarkan main jangan jauh jauh apalagi ketika hujannya deras,” imbuhnya.

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Pemkab Semarang memanfaatkan ganti kerugian aset daerah terdampak Tol Jogja-Bawen senilai sekitar Rp112 miliar untuk membangun fasilitas publik di Bawen. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjelaskan pembangunan dilakukan dalam bentuk tanah dan bangunan pengganti, meliputi kantor kelurahan, RTH, balai RW, serta gedung TK dan SD yang terdampak proyek tol.
Rp40 Miliar Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen Disulap Jadi Fasilitas Publik di Bawen, Ditarget Rampung Februari 2027
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
[pekok2]