URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Marak Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas di Jembatan Beringin Semarang . Diduga penyebab insiden karena landainya jalan. Kapolsek dan Satlantas Polrestabes bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Pekerjaan Umum untuk mengatasi masalah. Warga setempat menyebut bahwa kecelakaan terjadi karena kehilangan kendali setelah melintasi jembatan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Marak Terjadi Kecelakaan, Jalan di Jembatan Beringin Semarang Diperbaiki

Marak Terjadi Kecelakaan, Jalan di Jembatan Beringin Semarang Diperbaiki

Marak Terjadi Kecelakaan, Jalan di Jembatan Beringin Semarang Diperbaiki

featured-img

RASIKAFM.COM|SEMARANG – Marak terjadi kecelakaan lalu lintas di Jembatan Beringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Diduga penyebab insiden itu lantaran landainya jalan.

Sebab, sudah ada beberapa kendaraan roda dua yang terjatuh di tempat yang sama. Selain itu, satu unit mobil juga sampai terguling ketika hendak melintasi loksi tersebut.

Menurut informasi yang diterima, ada tiga kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh pengendara ketika tepat melintasi jembatan itu. Peristiwa pertama dialami oleh pemotor pada Minggu (29/1/2023) pada pukul 10.28 WIB.

Kemudian kejadian kedua dialami oleh pengguna mobil pada Senin (30/1/2023) pukul 07.34 WIB. Di hari selanjutnya atau pada Selasa (31/1/2023) pukul , seorang pemotor yang hendak melintasi jembatan tersebut juga terjatuh.

Dari ketiga kejadian tersebut, semuanya mengalami kecelakaan tunggal dan berasal dari arah timur dan lokasi kejadinya pun hampir sama, tepat setelah jambatan beringin dekat mie ayam Bumbu Bali.

Merespon hal tersebut, Kapolsek Ngaliyan, Kompol Hendrie Suryo Liquisasono mengatakan langsung berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Semarang agar insiden kecelakaan di lokasi tersebut segera ditangani.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Semarang untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. Kemudian Satlantas langsung berkooridnasi dengan Dinas terkait untuk dilakukan penanganan secara teknis,” ujar Hendrie saat dikonfirmasi, Kamis (2/2/2023).

Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Adji Setiawan mengatakan, saat ini pihaknya bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) turun ke lokasi untuk penanganan teknis.

Jalan yang membuat beberapa pengendara kecelakaan tersebut kini diperbaiki dengan diaspal. “Untuk kejadian kecelakaan, dari hasil pemeriksaan karena perbedaan tinggi jalan. Saat ini bersama Dinas terkait sedang melakukan kegiatan upaya tindak lanjut,” bebernya.

“Kita lakukan pengaspalan untuk mengurangi beda ketinggian jalan kemudian upaya kedua dilakukan pemasangan godril ataupun besi pengaman di sebelah dari Jembatan Beringin,” tambahnya.

Disisi lain, salah satu warga yang berprofesi sebagi tukang parkir di daerah tersebut, Joko (65) mengatakan, selama bulan Januari 2023, sudah ada empat warga yang mengalami kecelakaan tungal setelah melewati jembatan beringin.

“Motor tiga kali, mobil satu kali dengan lokasinya (kecelakaan) yang sama. Mobilnya naik trotoar (jatuh) ke bawah (kemudian) mobilnya terbalik, rodanya di atas semua sedangkan pengendara sepeda motor jatuhnya di tengah jalan semua,” kayanya.

Ia mengaku tidak mengetahui penyebab sejumlah kendaraan itu mengalami kecelakan tunggal. Menurut, sejumlah kendaraan itu mengalami kecelakaan karena kehilangan kendali setelah melintasi jembatan berigin yang memiliki konstur jalan tidak rata.

Sementara warga lainya Kholid Mawardi, yang setiap hari melewati jalan tersebut mengatakan, sambungan jalan dengan jembatan memang tidak rata.

“Sambungan antara jembatan dengan jalan terlalu tinggi, terus setelah jembatan itu (jalanya turun) kemungkinan kalau orang yang belum pernah lewat situ kaget,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved