[adinserter name="Block 1"]
[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Menara Eiffel Milik SMPN 1 Getasan, Destinasi Wisata Baru di Getasan

Menara Eiffel Milik SMPN 1 Getasan, Destinasi Wisata Baru di Getasan

Menara Eiffel Milik SMPN 1 Getasan, Destinasi Wisata Baru di Getasan

Sukaton Purtomo Priyatmo, SH, MM, Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang sesaat setelah meresmikan replika menara Eifel Di SMPN 1 Getasan, 12.7.22

Meski hanya menjabat 8 bulan, menjadi Plt Kepala SMP Negeri 1 Getasan Kabupaten Semarang, namun gebrakan Waluya, S. Pd, M. Pd cukup banyak dan patut diapresiasi. Diantara terobosan tersebut adalah menjadikan sekolah ini terlihat lebih asri dengan konsep sekolah hijau, literasi School dan Digital Shcool, juga banyak pembangunan fisik yang terlihat, salah satunya adalah dengan membangun replika Menara Eiffel setinggi 15 meter yang ada di dalam lingkungan sekolah.

kepada Rasika FM, Plt SMPN 1 Getasan, Waluya mengatakan apa yang dilakukan kali ini semata-mata untuk keberhasilan SMP Negeri 1 Getasan, termasuk menarik calon siswa baru dalam ppdb tahun mendatang, meski di tengah keterbatasan anggaran yang ada “Saya akan berusaha menjadikan SMPN Getasan ini 11 – 12 seperti SMP Negeri 2 Tengaran yang saat ini saya pimpin” ujar Waluya, di sela-sela acara serah terima jabatan Kepala SMP Negeri 1 Getasan yang sebelumnya jabat oleh Waluya kepada penggantinya Supriyadi.

Pantauan Rasika FM, keberadaan menara setinggi 15 meter yang dibangun dari besi tersebut menarik minat warga untuk melakukan foto dan selfie, bahkan rencananya setelah 100% pembangunannya selesai, masyarakat bisa foto dari atas ketinggian sehingga bisa melihat kota Salatiga dengan jelas, apalagi wilayah kecamatan Getasan terdapat banyak lokasi wisata.

“saya berharap kedepan SMP 1 Getasan bisa dilirik wisatawan yang melintas, dan menjadi ikon wisata baru, terutama bagi calon siswa baru dari SD disekitar Sekolahan, saya minta nantinya ppdb tidak perlu lagi terjun langsung ke SD – SD” harap Waluya.

Sementara itu, Sukaton Purtomo Priyatmo, SH, MM, Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang sesaat setelah meresmikan replika menara Eiffel mengatakan pihaknya sangat senang dengan kemajuan SMP Negeri 1 Getasan di bawah asuhan Waluya ini “Saya senang akan gebrakan yang dilakukan oleh Waluya, meski hanya 8 bulan menjabat PLT namun perubahan yang dilakukan luar biasa terhadap kemajuan SMP Negeri 1 Getasan ini” kata Sukaton.

Plt Kepala SMPN 1 Getasan Waluya, S.Pd, M.Pd saat diwawancarai Rasika

Sukaton berharap kedepan sekolah ini bisa lebih bermanfaat dan menampung siswa disekitar lokasi.

Dalam acara serah terima jabatan kepala SMP Negeri 1 Getasan tersebut selain dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, nampak juga forkompincam Getasan, perwakilan dari polsek dan Koramil serta beberapa tamu undangan lain

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani