URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Meski hanya menjabat 8 bulan, menjadi Plt Kepala SMP Negeri 1 Getasan Kabupaten Semarang, namun gebrakan Waluya, S. Pd, M. Pd cukup banyak dan patut diapresiasi. Diantara terobosan tersebut adalah menjadikan sekolah ini terlihat lebih asri dengan konsep sekolah hijau

Mbak Google

KABAR RASIKA

Menara Eiffel Milik SMPN 1 Getasan, Destinasi Wisata Baru di Getasan

Menara Eiffel Milik SMPN 1 Getasan, Destinasi Wisata Baru di Getasan

Menara Eiffel Milik SMPN 1 Getasan, Destinasi Wisata Baru di Getasan

Sukaton Purtomo Priyatmo, SH, MM, Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang sesaat setelah meresmikan replika menara Eifel Di SMPN 1 Getasan, 12.7.22
Sukaton Purtomo Priyatmo, SH, MM, Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang sesaat setelah meresmikan replika menara Eifel Di SMPN 1 Getasan, 12.7.22
featured-img

Meski hanya menjabat 8 bulan, menjadi Plt Kepala SMP Negeri 1 Getasan Kabupaten Semarang, namun gebrakan Waluya, S. Pd, M. Pd cukup banyak dan patut diapresiasi. Diantara terobosan tersebut adalah menjadikan sekolah ini terlihat lebih asri dengan konsep sekolah hijau, literasi School dan Digital Shcool, juga banyak pembangunan fisik yang terlihat, salah satunya adalah dengan membangun replika Menara Eiffel setinggi 15 meter yang ada di dalam lingkungan sekolah.

kepada Rasika FM, Plt SMPN 1 Getasan, Waluya mengatakan apa yang dilakukan kali ini semata-mata untuk keberhasilan SMP Negeri 1 Getasan, termasuk menarik calon siswa baru dalam ppdb tahun mendatang, meski di tengah keterbatasan anggaran yang ada “Saya akan berusaha menjadikan SMPN Getasan ini 11 – 12 seperti SMP Negeri 2 Tengaran yang saat ini saya pimpin” ujar Waluya, di sela-sela acara serah terima jabatan Kepala SMP Negeri 1 Getasan yang sebelumnya jabat oleh Waluya kepada penggantinya Supriyadi.

Pantauan Rasika FM, keberadaan menara setinggi 15 meter yang dibangun dari besi tersebut menarik minat warga untuk melakukan foto dan selfie, bahkan rencananya setelah 100% pembangunannya selesai, masyarakat bisa foto dari atas ketinggian sehingga bisa melihat kota Salatiga dengan jelas, apalagi wilayah kecamatan Getasan terdapat banyak lokasi wisata.

“saya berharap kedepan SMP 1 Getasan bisa dilirik wisatawan yang melintas, dan menjadi ikon wisata baru, terutama bagi calon siswa baru dari SD disekitar Sekolahan, saya minta nantinya ppdb tidak perlu lagi terjun langsung ke SD – SD” harap Waluya.

Sementara itu, Sukaton Purtomo Priyatmo, SH, MM, Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang sesaat setelah meresmikan replika menara Eiffel mengatakan pihaknya sangat senang dengan kemajuan SMP Negeri 1 Getasan di bawah asuhan Waluya ini “Saya senang akan gebrakan yang dilakukan oleh Waluya, meski hanya 8 bulan menjabat PLT namun perubahan yang dilakukan luar biasa terhadap kemajuan SMP Negeri 1 Getasan ini” kata Sukaton.

Plt Kepala SMPN 1 Getasan Waluya, S.Pd, M.Pd saat diwawancarai Rasika

Sukaton berharap kedepan sekolah ini bisa lebih bermanfaat dan menampung siswa disekitar lokasi.

Dalam acara serah terima jabatan kepala SMP Negeri 1 Getasan tersebut selain dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, nampak juga forkompincam Getasan, perwakilan dari polsek dan Koramil serta beberapa tamu undangan lain

BACA JUGA :

Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan antrean kendaraan di sejumlah SPBU Jawa Tengah dan DIY tidak disebabkan kelangkaan Biosolar. Stok Biosolar tercatat mencapai 13,5 kali konsumsi harian normal dan Pertalite 11,5 kali, sementara perusahaan memantau persediaan secara real-time serta mengirim pasokan tambahan dari depot terdekat saat stok menurun.
Antrean Biosolar di Sejumlah SPBU, Pertamina Tegaskan Bukan karena Kelangkaan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan...
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Yayasan Jallu Nusantara Indonesia (YJNI) dan PC Fatayat NU Kota Salatiga menandatangani nota kesepahaman di Salatiga pada 7 Juli 2026 untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender....
Anggota DPR RI Muh Haris bersama Anggota DPRD Jawa Tengah Ida Nurul Farida dan Anggota DPRD Kabupaten Semarang M. Jauhari Mahmud menyerahkan bantuan sembako serta uang tunai kepada korban kebakaran rumah di Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan agar keluarga korban segera pulih dan kembali beraktivitas.
Pasca Musibah, Tiga Anggota Dewan Berikan Bantuan Korban Kebakaran di Tengaran
Anggota DPR RI Muh Haris bersama Anggota DPRD Jawa Tengah Ida Nurul Farida dan Anggota DPRD Kabupaten Semarang M. Jauhari Mahmud menyerahkan bantuan sembako serta uang tunai kepada korban kebakaran rumah...
Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Pemerintah Kabupaten Semarang memproyeksikan pendapatan daerah 2027 sebesar Rp1,92 triliun, turun Rp399,89 miliar dari APBD 2026 akibat berkurangnya pendapatan asli daerah dan transfer pemerintah. Bupati...
Mozza Axillia Gunarsa, remaja 18 tahun asal Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, belum ditemukan setahun setelah meninggalkan rumah pada 25 Juni 2025. Keluarga bersama polisi telah menelusuri sejumlah petunjuk di Semarang, Yogyakarta, Jombang, Indramayu, hingga Solo, tetapi belum menemukan keberadaannya dan berharap Mozza segera pulang.
Setahun Hilang, Keberadaan Gadis Asal Bergas Masih Misterius. Ayahanda: "Pulang, Nak. Katanya mau kuliah di Undip"
Mozza Axillia Gunarsa, remaja 18 tahun asal Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, belum ditemukan setahun setelah meninggalkan rumah pada 25 Juni 2025. Keluarga bersama polisi telah menelusuri sejumlah...
Muat Lebih

POPULER

Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting
Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut