URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Meski Hampir Setahun Menjabat PJ, Ternyata Sinoeng Tidak Cukup Dikenali Warga

Meski Hampir Setahun Menjabat PJ, Ternyata Sinoeng Tidak Cukup Dikenali Warga

Meski Hampir Setahun Menjabat PJ, Ternyata Sinoeng Tidak Cukup Dikenali Warga

Penjabat(Pj) Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi saat bertemu dengan salah satu warga Singojayan RT 02 RW 02 Kelurahan Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Dirinya mengaku bernama Jalidin kepada warga tersebut.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Penjabat(Pj) Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi mengaku terkejut dan heran, saat dirinya tidak dikenali oleh salah satu warga Singojayan RT 02 RW 02 Kelurahan Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Dirinya pun mengaku bernama Jalidin kepada warga tersebut.

Kejadian lucu ini terjadi saat Sinoeng bersama istri Ny Denok Respati Sinoeng dan masyarakat bersama-sama melaksanakan jalan sehat dalam rangka pencanangan gerakan Super Tangguh di Kelurahan Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir, Sabtu (13/05/2023), saat menyambangi warga yakni Ibu Kaulina, 39 tahun yang merupakan ibu hamil beresiko tinggi bersama suaminya. Sang suami justru tidak mengenali Sinoeng selaku Pj. Wali Kota Salatiga meskipun keduanya sudah berbincang-bincang lama.

“Tadi Saya merasa seneng, karena Saya punya nama baru yaitu Jalidin,”jelas Sinoeng.

Selain ibu beresiko tinggi, Sinoeng juga memberikan bantuan tambahan makanan untuk anak yang masuk indikasi stunting yang ada di wilayah Kelurahan Tingkir Tengah.

“Terima kasih atas bantuan ini Bapak. Semoga bermanfaat dan bisa membantu anak kami dalam memenuhi kebutuhan nutrisi makanan sehari-hari,” jelas Ibu Viki Yulia Nur, warga Wiroyudan RT 03 RW 06.

Menurut Sinoeng, Kebersamaan inilah yang akan dirawat terus untuk menyelesaikan masalah masalah yang muncul di masyarakat, karena ini merupakan inspirasi dari bagian tilik kampung untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Jelas Sinoeng.

BACA JUGA :

Pedagang daging sapi, bakso, sate, dan masakan Padang bersama Dinas Perdagangan Kota Salatiga menggelar pertemuan di Pasar Raya I Salatiga, Rabu (24/6/2026), untuk membahas dampak mogok jualan pedagang daging akibat minimnya pasokan sapi dan tingginya harga daging. Kondisi tersebut menyebabkan stok daging menipis, sejumlah usaha kuliner mengurangi operasional bahkan tutup sementara, sehingga pemerintah mengusulkan intervensi pasokan dari daerah penghasil sapi melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Imbas Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan, Warno Akui Penjual Bakso Terdampak
Produksi padi Jawa Tengah hingga Juli 2026 diproyeksikan mencapai 6,69 juta ton gabah kering giling (GKG) atau 63,43 persen dari target 10,5 juta ton. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan capaian tersebut saat panen raya di Sukoharjo, Rabu (24/6/2026), sekaligus meminta seluruh daerah mengantisipasi potensi kemarau panjang melalui pipanisasi, pembangunan sumur, distribusi pompa air, dan penguatan sarana pertanian guna menjaga produktivitas serta ketahanan pangan.
Padi Jateng Tembus 6,69 Juta Ton, Ribuan Pompa Disiapkan untuk Sawah Saat Kemarau
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Dieng Caldera Race 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni di kawasan Dieng, Jawa Tengah, menarik ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara. Kategori 25K menjadi favorit karena menghadirkan rute baru menuju puncak Gunung Sindoro yang lebih menantang. Peserta harus menghadapi elevasi ekstrem dan suhu dingin pegunungan, namun tetap disuguhi panorama alam khas Dieng yang memukau sepanjang lintasan.
Menembus Dingin 14 Derajat, Ribuan Pelari Serbu Dieng Caldera Race 2026
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging