URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Program Tilik Kampung yang dilakukan oleh Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi mendapat berbagai komentar baik maupun buruk di media sosial.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Meski Program Tilik Kampung Kena Nyinyir Netizen, Namun Pj Walikota Salatiga Sinoeng Tanggapi Dengan Santai

Meski Program Tilik Kampung Kena Nyinyir Netizen, Namun Pj Walikota Salatiga Sinoeng Tanggapi Dengan Santai

Meski Program Tilik Kampung Kena Nyinyir Netizen, Namun Pj Walikota Salatiga Sinoeng Tanggapi Dengan Santai

featured-img

RASIKAFM.COM|SALATIGA – Program Tilik Kampung yang dilakukan oleh Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi mendapat berbagai komentar baik maupun buruk di media sosial.

Walaupun mendapat komentar buruk dari warganet, dirinya tak patah arang dan terus melakukan kegiatan tersebut.

Pasalnya program Tilik Kampung tersebut dianggap warganet sebagai pencitraan.

Sinoeng mengungkapkan bahwa komentar tersebut dapat menambah semangat untuk turun dan bertemu dengan masyarakat.

Dirinya juga membuat yakin bahwa apa yang dilakukan sampai saat ini direspon oleh masyarakat.

“Macam-macam orang membuat sudut pandang itu, tetapi saya tidak apa-apa, dan saya makin tambah yakin bahwa apa yang saya lakukan adalah on the right track, saya tidak merasa kecil hati tapi semakin membuat saya bersemangat,” kata Sinoeng wartawan Senin (16/1/2023).

Saat melakukan kegiatan tilik kampung Minggu (15/1/2023) misalnya, di wilayah Gendongan Kecamatan Tingkir, Dirinya menemui seorang warga yang sedang sakit dan ada dialog dengan masyarakat saat ditemui terhadap kesulitan dan harapan mereka.

“Hal-hal tersebut bisa kita dorong, ini ada Baznas yang juga siap hadir, ada insfrastruktur yang belum terakomodir dalam Musrembang, Insyaallah bisa kita dorong lewat disposisi Wali Kota,” jelasnya.

“Beberapa aset dari Puskesmas juga akan segera kita selesaikan. Hal dialog informal tersebut dengan canda dan tawa justru bisa menjadi solusi,” ungkapnya.

Menurutnya dengan kegiatan bertemu langsung ke masyarakat khususnya di Kota Salatiga merupakan sebuah kewajiban sebagai pemimpin daerah.

“Saya hanya menjalankan kewajiban saya sebagai Pj Wali Kota dan harus turun ke masyarakat,” katanya. (rief)

 

BACA JUGA :

Sebanyak 4.000 pelari mengikuti Rupiah Borobudur Playon 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026). Bank Indonesia Jawa Tengah bersama pemerintah daerah menggelar lomba 5K dan 10K untuk menggerakkan sport tourism, UMKM, edukasi rupiah, serta pengendalian inflasi, sekaligus menyalurkan lebih dari Rp600 juta dana pendaftaran bagi pengelolaan sampah di 10 desa sekitar Borobudur.
Semangat Sport Tourism, Ribuan Pelari Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026
M. Iksan (55), warga Pungkursari, Kota Salatiga, merakit Yamaha Vixion 155 cc menjadi Jeep Willys mini berwarna hijau army selama tiga bulan dengan biaya sekitar Rp30 juta. Ia memadukan mesin motor, persneling serta kaki-kaki Daihatsu Zebra, lalu membentuk bodi dari rangka besi dan pelat agar kendaraan dapat digunakan melintasi jalan kota hingga tanjakan Bandungan.
Kreatif! Tukang Cat di Salatiga ini Sulap Motor Yamaha Vixion jadi Jeep Willys Mini
LAZIS Jateng Cabang Salatiga bekerja sama dengan Resta Pendopo KM 456 menggelar Khitan Ceria 2026 bagi 30 anak yatim, piatu, dan dhuafa di Baok, Ujung-Ujung, Pabelan, Kabupaten Semarang, Kamis (2/7/2026). Program tahun ketiga ini memberikan layanan sosial sekaligus mengajak peserta yang memasuki masa baligh meningkatkan ketaatan beribadah dan membiasakan salat lima waktu.
Puluhan Anak ikuti Khitan Ceria 2026 di Resta Pendopo KM 456
Belasan remaja masjid dari Perumahan Taman Manunggal Asri Tugu Bener, Tengaran, menggelar nonton bareng film inspiratif Bilal bin Rabah di Masjid Al Ikhlas, Jumat (3/7/2026). Kegiatan perdana yang digagas Ugema ini diisi salat Magrib dan pembagian doorprize untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengajak pelajar mengisi liburan sekolah dengan aktivitas positif.
Isi Kegiatan Positif Liburan, Belasan Remaja Ugema Nobar Film Bilal
PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Masuki Usia Ke-118 Tahun, Ikatan Notaris Indonesia Didorong Terus Jaga Integritas
Masuki Usia Ke-118 Tahun, Ikatan Notaris Indonesia Didorong Terus Jaga Integritas

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang menetapkan tiga koordinator kelompok masyarakat (Pokmas) Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan sarana prasarana dan pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tambahan APBD Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2019–2020. Ketiganya diduga menyelewengkan dana swakelola hingga merugikan keuangan negara sekitar Rp600 juta dan ditahan sejak 30 Juni 2026 untuk kepentingan penyidikan.
Korupsi Dana Swakelola Bergas Lor Terbongkar, Tiga Koordinator Pokmas Dijebloskan ke Tahanan
Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut
Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar