RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pelajar SMP N 2 Ambarawa Sabet Juara Ozone2Climate Art Contest 2022 Asia Pasifik

Pelajar SMP N 2 Ambarawa Sabet Juara Ozone2Climate Art Contest 2022 Asia Pasifik

Pelajar SMP N 2 Ambarawa Sabet Juara Ozone2Climate Art Contest 2022 Asia Pasifik

UNGARAN – Aisha Baby Joanna (14) pelajar SMP N 2 Ambarawa, Kabupaten Semarang berhasil menorehkan prestasi dalam lomba Ozone2Climate Art Contest 2022 Asia Pasifik tingkat regional yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. Tak tanggung-tanggung, pelajar kelas IX berpostur mungil itu menyabet juara 1 dan mengalahkan ratusan peserta lainnya untuk kategori menggambar usia muda.

Dijumpai saat jam istirahat sekolah, Baby (sapaan akrabnya) mengaku memiliki hobi menggambar sejak kecil. Namun, obyek yang digambarnya tidak spesifik pada benda tertentu.

“Gambarnya random (acak), karena memang suka menggambar,” ujarnya saat ditemui di SMP N 2 Ambarawa, Selasa (27/9/2022).

Mengenai ajang yang diikutinya itu, ia mendapatkan informasi tentang lomba Ozone2Climate Art Contest 2022 Asia Pasifik tersebut dari instagram resmi Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK pada bulan April 2022 lalu. Lomba yang melibatkan kerjasama antara United Nations Development Programme (UNDP), UNEP Ozon Action dan Unesco itu memiliki tiga kategori, yakni desain grafis, fotografi dan menggambar.

“Saya ikut yang kategori menggambar. Tema yang diambil waktu itu mengenai kampanye melindungi lapisan ozon,” terangnya.

Ditanya mengenai inspirasinya dalam menentukan obyek yang digambar, ia mengaku dari hasil observasi lingkungan sekitar. Selain itu, ia juga mencari informasi dari internet mengenai apa saja yang dapat merusak lapisan ozon.

“Ternyata pendingin ruangan (AC), kulkas dan beberapa benda-benda lain yang ada di rumah berpotensi merusak ozon karena mengandung Hydrofluorocarbon (HFC). Itu yang saya tuangkan ke dalam gambar hingga akhirnya bisa juara 1,” ucapnya.

Pelajar lain yang juga ikut mengharumkan nama SMP N 2 Ambarawa adalah Calysta Abriptu Zenna Maharani (14) pelajar kelas VIII dan Syavira Sekar Primadanti (15) yang kini duduk di bangku kelas IX. Calysta berhasil meraih juara 2 dalam perebutan Piala Presiden 2022 cabang olahraga Wushu kategori Taiji Quang dengan perolehan angka 9,01 yang digelar pada Minggu (18/9/2022) di Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Sedangkan Syavira terpilih mewakili sekolah dalam ajang Jambore Nasional (Jamnas) ke-XI di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur pada Agustus 2022 lalu. Ia berhasil lolos seleksi tingkat Gugus Depan (Gudep), Kwartir Ranting (Kwarran) hingga tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) dan menjadi kontingen Jamnas.

Kepala SMP N 2 Ambarawa Heri Muryanto mengaku bangga atas prestasi yang ditorehkan oleh anak didiknya tersebut. Sebab selain mengharumkan nama pribadi, apa yang sudah diraih itu juga membawa nama baik sekolah.

“Penghargaan tentunya akan kita siapkan. Tapi intinya adalah prestasi yang mereka raih menjadi motivasi bagi teman-temannya,” terangnya.

Mengenai pendampingan terhadap para anak didiknya, Heri mengaku sudah memiliki formula untuk mengetahui bakat apa saja yang dimiliki. Pada awal tahun ajaran, pihaknya telah menyiapkan formulir melalui google form untuk diisi para peserta didik. Dalam formulir tersebut tercantum bakat dan minat yang harus diisi sehingga pihak sekolah mempunyai bank data para peserta didik.

“Bank data itu yang kita breakdown di dalam Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) melalui ekstrakurikuler. Kita sudah memiliki pendamping untuk membimbing mereka. Selain itu, kita juga mendatangkan dari pihak luar jika dirasa perlu. Seperti pelatih tenis Gotong Royong Ambarawa dan pelatih panahan dari Perpani,” bebernya. (win)

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani