KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pemkab dan Pemkot Semarang Kolaborasi Tangani Masalah Banjir

Pemkab dan Pemkot Semarang Kolaborasi Tangani Masalah Banjir

Pemkab dan Pemkot Semarang Kolaborasi Tangani Masalah Banjir

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Banjir yang kerap terjadi di wilayah Kota Semarang selain disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, juga dinilai adanya kiriman air dari wilayah atas yang dalam hal ini Kabupaten Semarang.

Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di mana kawasan perumahan Dinar Indah, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang terendam air akibat tanggul Sungai Babon jebol karena tak mampu menahan aliran air. Sungai Babon sendiri merupakan jalur air dari Sungai Mluweh yang ada di wilayah Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Menyikapi permasalahan itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro mengatakan dari sisi sedimentasi Sungai Mluweh memang sudah seharusnya untuk dilakukan pengerukan. Namun untuk daerah resapan air di Kabupaten Semarang diakuinya masih cukup baik.

“Tidak dipungkiri, banjir di Kota Semarang memang dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir di wilayah Ungaran. Tapi Kabupaten Semarang masih memiliki banyak daerah resapan,” ucapnya.

Dijelaskan Soekendro, pihaknya setuju untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Semarang untuk penanganan banjir agar tidak berlarut-larut.

“Memang intensitas hujan di Ungaran cukup tinggi sehingga yang masuk ke Kota Semarang cukup banyak. Sehingga masalah banjir ini harus dituntaskan mulai dari hulu hingga ke hilir,” terangnya.

Disinggung tentang adakah pembangunan perumahan di kawasan Kabupaten Semarang yang berada di wilayah hijau, ia mengaku sejauh ini perumahan yang dibangun selalu sesuai dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang berlaku.

“Setiap pengembang mau bikin perumahan, kita kaji dulu RTRW nya, sesuai apa nggak. Sejauh ini mereka masih mematuhi (RTRW),” pungkasnya. (win)

 

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang