URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, telah menyiapkan lahan seluas 16,9 hektar di Mulyorejo, Desa Barukan, Kecamatan Tengaran untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di bagian selatan Kabupaten Semarang. Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menjelaskan bahwa lahan tersebut akan digunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemkab Semarang Siap Bangun RSUD di Barukan Kecamatan Tengaran

Pemkab Semarang Siap Bangun RSUD di Barukan Kecamatan Tengaran

Pemkab Semarang Siap Bangun RSUD di Barukan Kecamatan Tengaran

Bupati Semarang Ngesti Nugraha bersama rombongan saat meninjau lokasi yang akan dibanggun Rumah Sakit di Duren Barukan kecamatan Tengaran
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pemerintah kabupaten Semarang, Jawa Tengah akhirnya menyiapkan lahan seluas 16,9 hektar di Mulyorejo, Desa Barukan, Kecamatan Tengaran kabupaten Semarang untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) bagian selatan Kabupaten Semarang.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjelaskan, lahan di Mulyorejo bisa dimanfaatkan untuk pembangunan RSUD bagian selatan agar pelayanan kesehatan semakin baik.

“Sudah disepakati antara Pemkab Semarang dan DPRD Kabupaten Semarang pembangunan RSUD di Mulyorejo ini, tinggal menunggu desain dan pembebasan lahan,” jelasnya, Rabu (17/1/2024) saat meninjau lokasi.

Lebih lanjut dijelaskanya, pembangunan RSUD bagian selatan itu akan memberi dampak perokonomian bagi warga, akses jalan juga akan diperlebar dan tentunya lagi akan dibuka trayek baru untuk angkutan guna mempermudah layanan.

“Trayek yang disiapkan adalah Pasar Kalimaling, Kecamatan Bancak, kemudian Sumberejo dan berakhir di Terminal Tingkir Salatiga,” imbuhnya.

Sementara itu Pujo Pramujito, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang mengatakan, pembangunan RSUD di Mulyorejo bagian pelayanan terpadu yang tidak hanya untuk kesehatan namun juga akan dibangun uji kier, mall pelayanan publik, area rekreasi dan bumi perkemahan.

“DPRD akan suport anggaranya di tahun anggaran 2025 nantinya. Ini semua untuk melayani masyarakat Kabupaten Semarang bagian selatan dan timur,” tandasnya.

Pujo Pramujito menyebut Pembangunan di Wilayah Selatan Tepis Sebutan Anak Tiri di Kabupaten Semarang

“Sebenarnya fenomena banyak warga yang tinggal di bagian selatan dan timur Kabupaten Semarang merasa iri dengan pembangunan yang ada di wilayah utara ini sudah terjadi sejak lama, bahkan istilah di anak tirikan ini sangat melekat dengan warga yang tinggal di wilayah selatan dan timur Kabupaten Semarang,” ungkap ketua fraksi PDIP itu.

Jito juga mengungkapkan, bahwa keinginan masyarakat yang tinggal di selatan dan timur Kabupaten Semarang itu akan segera terwujud di tahun 2025 mendatang, dan hal ini dirasa olehnya searah dengan visi misi dari DPRD Kabupaten Semarang, dalam hal pemerataan pembangunan di 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Semarang.

“Ya, ini mimpi kita bersama-sama dan akan segera terwujud di tahun 2025, kenapa tahun 2025, Pemilu dan Pilkada sudah selesai, sehingga anggaran sudah bisa kami dorong untuk menjalankan percepatan pembangunan di wilayah selatan dan timur Kabupaten Semarang. Selain itu dari sisi dewan jelas, ini mampu merubah image di anak tirikan tadi di masyarakat,” terangnya.

Pihaknya menegaskan, dengan visi misi Bupati Semarang Ngesti Nugraha, diakuinya sejalan dengan visi misi yang ada di Komisi D DPRD Kabupaten Semarang dalam hal pembangunan.

“Memang sangat dirasakan oleh masyarakat pembangunan yang saat ini terjadi di Kabupaten Semarang, bahkan disetiap perbatasan pun, infrastruktur dan pembangunan terus berjalan, mulai dari perbaikan dan pelebaran jalan, dan termasuknya pembangunan pelayanan ke masyarakat, misal rumah sakit ini di selatan Kabupaten Semarang,” sebut Jito

Ketua komisi D dprd kabupaten Semarang Pujo Pramujito saat diwawancarai Rasika

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga
Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan
Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan
Musim kemarau menyebabkan tanaman padi berusia sekitar 20 hari setelah semai di Dusun Pluwang, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mati akibat pasokan irigasi tidak mencukupi. Kondisi ini membuat petani penggarap mengalami kerugian jutaan rupiah setelah sebelumnya menghadapi gagal panen akibat serangan hama tikus pada musim tanam sebelumnya.
Kemarau Bikin Sawah Mengering, Petani Wringin Putih Tekor Jutaan Rupiah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara