URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Semarang dan memicu bencana angin puting beliung serta longsor pada 4–5 November 2025. Bupati Ngesti Nugraha memastikan bantuan disalurkan bagi warga terdampak. BPBD bersama instansi terkait melakukan pendataan dan penanganan, sementara masyarakat diimbau waspada menghadapi musim hujan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemkab Semarang Siapkan Anggaran bagi Korban Bencana Hidrometeorologi Akibat Cuaca Ekstrem

Pemkab Semarang Siapkan Anggaran bagi Korban Bencana Hidrometeorologi Akibat Cuaca Ekstrem

Pemkab Semarang Siapkan Anggaran bagi Korban Bencana Hidrometeorologi Akibat Cuaca Ekstrem

Kondisi rumah warga di Dusun Siroto, Desa Nyatnyono, Ungaran Barat yang hancur tertimpa talud longsor, Rabu (5/11/2025). Foto: win
Kondisi rumah warga di Dusun Siroto, Desa Nyatnyono, Ungaran Barat yang hancur tertimpa talud longsor, Rabu (5/11/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Semarang dalam beberapa hari terakhir memicu sejumlah bencana hidrometeorologi. Setelah angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Tengaran dan Tuntang pada Selasa (4/11/2025), bencana tanah longsor terjadi di Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, pada Rabu (5/11/2025). Satu rumah warga dilaporkan rusak parah akibat longsor tersebut.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, mengatakan angin dan hujan deras yang terjadi dua hari terakhir cukup besar dan menyebabkan beberapa kerusakan.

“Ada beberapa rumah yang roboh karena tertimpa pohon, di antaranya di Desa Bener, Kecamatan Tengaran, kemudian di Barukan, dan satu musala di kawasan wisata Senjoyo. Kami sudah melakukan pendataan dan pengecekan ke lapangan,” ujarnya di Bawen, Kamis (6/11/2025).

Ngesti menambahkan, pemerintah daerah akan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak menggunakan dana tak terduga.

“Anggarannya ada, tapi tidak terlalu besar. Untuk rumah yang roboh, bantuannya sekitar Rp15 juta. Kami juga akan mengupayakan bantuan tambahan dari bongkaran bangunan seperti sekolah, misalnya kayu atau genteng yang masih layak,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana selama musim hujan.

“Masyarakat harus eling lan waspada. Pohon-pohon di sekitar rumah sebaiknya dicek, karena bisa jadi sudah keropos dan berisiko tumbang,” pesannya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Semarang, Mediarso Tri Soelistyo, menjelaskan bahwa warga terdampak akan diusulkan menerima bantuan sosial kebencanaan tahap empat dari Pemkab Semarang melalui BPBD.

“Kejadian ini akan kami laporkan ke DPU, PMI, Baznas, dan Dinsos untuk tindak lanjut penanganan,” katanya.

Mediarso juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan atau rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan.

“Meski puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari–Februari mendatang, curah hujan saat ini sudah tinggi. Kami imbau warga di dataran tinggi untuk aktif berkomunikasi dengan pihak terkait agar potensi bencana bisa diantisipasi lebih awal,” ungkapnya. (win)

BACA JUGA :

Warung Soto di Kalinyamat Tingkir Terbakar, Diduga akibat Dispenser
Warung Soto di Kalinyamat Tingkir Terbakar, Diduga akibat Dispenser
Sebuah rumah milik Paidi (65) di Dusun Kalangan RT 01 RW 05, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, terbakar pada Senin (8/6/2026) dini hari. Kebakaran diketahui setelah warga mendengar teriakan dari rumah korban dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tim Damkar dari sejumlah pos diterjunkan ke lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 04.34 WIB sehingga kebakaran tidak meluas. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kebakaran Landa Rumah Warga Pabelan, Damkar Gabungan Kabupaten Semarang dan Salatiga Berjibaku Jinakkan Api
Truk Tangki Rem Blong di Turunan Bawen, Terjang Warung dan Kios Tambal Ban, Satu Pemotor Tewas
Truk Tangki Rem Blong di Turunan Bawen, Terjang Warung dan Kios Tambal Ban, Satu Pemotor Tewas
Empat anggota satu keluarga asal Ambarawa ditemukan meninggal dunia di dalam tenda glamping kawasan wisata Posong, Taman Wisata Alam Posong, Rabu (27/5/2026). Polisi menduga korban mengalami keracunan setelah ditemukan mulut berbusa tanpa tanda kekerasan, sementara keluarga masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian.
Satu Keluarga Asal Banyubiru Ditemukan Tewas Saat Camping di Wisata Posong Temanggung

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Ratusan warga memadati operasi pasar murah yang digelar Dinas Perdagangan di kawasan Kridanggo, Salatiga, Senin (15/6/2026), untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari pasaran. Sebanyak 500 kilogram beras dari Bulog habis terjual dalam 20 menit, sementara panitia membatasi pembelian setiap item agar distribusi merata dan membantu menekan kenaikan harga pangan.
Ratusan Warga Salatiga Serbu Operasi Pasar di Kawasan Kridanggo
Ratusan warga memadati operasi pasar murah yang digelar Dinas Perdagangan di kawasan Kridanggo, Salatiga, Senin (15/6/2026), untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari pasaran. Sebanyak...
Menyoal Subsidi BBM Saatnya Alihkan ke Transportasi Publik
Menyoal Subsidi BBM: Saatnya Alihkan ke Transportasi Publik
Akademisi Djoko Setijowarno menilai subsidi BBM dalam APBN masih belum tepat sasaran karena mayoritas dinikmati pemilik kendaraan pribadi. Dalam kajiannya, Djoko mendorong pemerintah mempercepat pembangunan...
Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar
Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar
Sebanyak 24 knalpot brong hasil razia Polres Salatiga akan dijadikan monumen edukasi di SMKN 3 Salatiga untuk meningkatkan kesadaran pelajar tentang pentingnya tertib berlalu lintas. Peluncuran program...
295 Pesepakbola dari Jawa Tengah ikuti Seleksi Soekarno Cup 2026
295 Pesepakbola dari Jawa Tengah ikuti Seleksi Soekarno Cup 2026
Sebanyak 295 pesepakbola muda dari berbagai daerah di Jawa Tengah mengikuti seleksi tim U-17 Soekarno Cup 2026 di Stadion Kridanggo, Salatiga, Sabtu (13/6/2026). Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Dolfie...
15 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 07.00–11
15 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 07.00–11.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,9 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di pesisir Semarang dan sekitarnya terjadi pada Senin, 15 Juni 2026, pukul 07.00–11.00 WIB dengan tinggi muka air...
Muat Lebih

POPULER

Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar
Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11.000 per Kg, Pinsar Sebut Overproduksi dan Dominasi Middleman Jadi Penyebab

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved