URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menggelar kompetisi golf bertajuk Swing for the Kids di Merbabu Golf Driving, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, pada Sabtu (1/2/2025), untuk mengubah persepsi bahwa golf adalah olahraga eksklusif dan mahal. Penjabat Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, menjelaskan bahwa tujuan kompetisi ini adalah memperkenalkan golf kepada generasi muda, khususnya anak-anak, dengan menyediakan fasilitas seperti stik golf sehingga peserta hanya perlu membayar bola.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemkot Salatiga Gelar Kompetisi Golf Anak di Tengaran, Hapus Stigma Olahraga Eksklusif

Pemkot Salatiga Gelar Kompetisi Golf Anak di Tengaran, Hapus Stigma Olahraga Eksklusif

Pemkot Salatiga Gelar Kompetisi Golf Anak di Tengaran, Hapus Stigma Olahraga Eksklusif

Peserta lomba saat mengikuti kompetisi golf piala Wali Kota Salatiga di Merbabu Golf Driving, Tengaran, Kabupaten Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Olahraga golf kerap dianggap sebagai olahraga eksklusif yang hanya bisa diakses oleh kalangan atas. Namun, paradigma ini mulai diubah oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga melalui kompetisi Swing for the Kids yang digelar di Merbabu Golf Driving, desa Karangduren, kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (1/2/2025).

Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, menjelaskan bahwa tujuan utama kompetisi ini adalah memperkenalkan olahraga golf kepada generasi muda, khususnya anak-anak. “Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa golf bukan olahraga mahal. Anak-anak di Salatiga bisa berlatih tanpa harus memiliki perlengkapan pribadi karena sudah tersedia stik golf, mereka cukup membayar bola saja,” ungkap Yasip.

Dengan adanya kompetisi ini, Pemkot Salatiga berharap dapat melahirkan atlet-atlet muda berbakat di cabang olahraga golf yang kelak bisa mewakili Salatiga di berbagai ajang nasional. “Kegiatan ini bukan sekadar bermain, tetapi menjadi wadah untuk menemukan potensi atlet muda yang bisa bersaing di tingkat lebih tinggi,” tambah Yasip.

Kompetisi ini diselenggarakan bekerja sama dengan Korem Makutarama Salatiga dan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari 20 siswa sekolah dasar (SD) dan 20 siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Salatiga. Selain itu, acara ini juga dihadiri jajaran Forkopimda, Sekda, Kepala OPD, kepala sekolah, dan para orang tua siswa.

Sekretaris Merbabu Golf Club (MGC), Ida Nuryantiningsih, menjelaskan bahwa kompetisi ini memiliki tiga kategori lomba, yaitu Nearest to the Pin, Longest Driving, dan Golf Putting Game. Selain untuk anak-anak, tersedia pula beberapa kompetisi yang diikuti oleh peserta dewasa.

“Kompetisi ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam olahraga golf serta mempererat silaturahmi antar peserta,” ujar Ida.

Para pemenang kompetisi berhak mendapatkan uang pembinaan, sertifikat, dan Piala Wali Kota Salatiga. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Salatiga dalam mendukung perkembangan olahraga di kalangan generasi muda.

Mengubah Citra Golf di Masyarakat Melalui inisiatif ini, Pemkot Salatiga ingin menghapus stigma bahwa golf hanya milik segelintir orang. Kompetisi Swing for the Kids diharapkan menjadi langkah awal untuk mengenalkan golf sebagai olahraga yang inklusif dan mudah diakses oleh semua kalangan di Salatiga.

Pj Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, saat berikan keterangan kepada media

BACA JUGA :

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved