URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Program penyerahan santunan oleh Pemerintah Kota Semarang kepada anak yatim, anak stunting, guru TPQ, dan pengemudi ojek online di bulan Ramadan telah dilaksanakan di kantor Kecamatan Gayamsari, Sabtu (9/4/2023). Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyampaikan harapannya agar program ini berkelanjutan dan dilaksanakan secara rutin, tidak hanya saat bulan Ramadan saja.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemkot Semarang Salurkan Santunan untuk Anak Yatim dan Masyarakat yang Membutuhkan

Pemkot Semarang Salurkan Santunan untuk Anak Yatim dan Masyarakat yang Membutuhkan

Pemkot Semarang Salurkan Santunan untuk Anak Yatim dan Masyarakat yang Membutuhkan

Program penyerahan santunan oleh Pemerintah Kota Semarang kepada anak yatim, anak stunting, guru TPQ, dan pengemudi ojek online di bulan Ramadan telah dilaksanakan di kantor Kecamatan Gayamsari, Sabtu (9/4/2023). Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyampaikan harapannya agar program ini berkelanjutan dan dilaksanakan secara rutin, tidak hanya saat bulan Ramadan saja.
Pemkot Semarang
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyerahkan santunan yang diselenggarakan di kantor Kecamatan Gayamsari, Sabtu (9/4)
featured-img

Semarang – Pemerintah Kota Semarang menunjukkan perhatiannya kepada anak yatim, anak stunting, guru TPQ, dan pengemudi ojek online di bulan Ramadan melalui program penyerahan santunan yang diselenggarakan di kantor Kecamatan Gayamsari, Sabtu (9/4/2023). Program tersebut tidak lain merupakan perwujudan konsep Bergerak Bersama dalam merangkul seluruh kalangan di Kota Semarang untuk bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini atas inisiatif camat, Forkopimda, TNI, Polri, dan CSR beberapa perusahaan di sekitar Gayamsari ini nyengkuyung bareng, dikumpulkan jadi satu berbagi sekitar 580 paket sembako untuk pengemudi ojol, perawat jenazah, lansia, anak yatim serta anak stunting,” tutur Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Mbak Ita, sapaan akrab wali kota perempuan pertama di Ibu kota Jawa Tengah tersebut berharap, program ini akan terus berkelanjutan, tidak hanya dilaksanakan di Bulan Ramadan saja. Dirinya mengimbau masyarakat untuk rutin menyantuni anak yatim karena merupakan bagian dari perintah agama. Menyantuni anak yatim piatu, menurutnya jangan hanya saat bulan Ramadan saja.

“Harapannya ini bisa menjadi contoh untuk kecamatan-kecamatan lain. Yang pertama kita membantu masyarakat yang kedua mengendalikan tingkat inflasi. Alhamdulillah Kota Semarang masuk 10 besar tingkat inflasi terendah se-Indonesia,” ungkap Mbak Ita.

Menurut Mbak Ita, bantuan sosial bersama dengan program-program pemerintah lainnya seperti pasar murah dapat bersinergi efektif untuk menekan angka inflasi. Dirinya mendorong jajarannya untuk mengadakan kegiatan serupa di kecamatan lain.

“Ayo ini masih ada 15 kecamatan lain buat kegiatan seperti ini jangan mau kalah. Insya-Allah nanti angka inflasi kita bisa semakin turun,” tandas Mbak Ita.

BACA JUGA :

Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membantu Hadi Mulyono, warga Desa Gondangmanis, Kudus, mewujudkan impian memiliki rumah layak setelah 25 tahun. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung hasil program tersebut, Senin (29/6/2026), seraya menegaskan perbaikan RTLH menjadi strategi pengentasan kemiskinan yang berlanjut dengan target 5.000 unit rumah pada 2026.
Dulu Kebanjiran dan Nyaris Roboh, Kini Rumah Kuli Bangunan di Kudus Berdiri Kokoh Berkat Bantuan RTLH
Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Semarang bersama Pemerintah Kabupaten Semarang dan Baznas Kabupaten Semarang memulai program bedah tiga rumah tidak layak huni yang ditandai peletakan batu pertama di Kelurahan Candirejo, Ungaran Barat, Senin (29/6/2026). Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian layak sekaligus memperkuat sinergi lintas instansi dalam membantu warga yang membutuhkan.
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Semarang Wujudkan Hunian Layak bagi Tiga Warga
Dinas Sosial Kabupaten Semarang mengungkap sejarah berkembangnya kawasan Tegal Panas dan Gembol yang kini dikenal sebagai lokasi karaoke dan praktik prostitusi terselubung. Kepala Dinsos Istichomah menjelaskan, Jumat (26/6/2026), kedua kawasan bermula dari warung bagi pengguna jalan dan sopir truk, lalu berkembang menjadi usaha hiburan tanpa izin. Dinsos berfokus pada pendampingan penyintas HIV/AIDS, pelatihan keterampilan, serta penanganan dampak sosial, sementara penertiban menjadi kewenangan Satpol PP.
Kawasan Tegal Panas dan Gembol Tak Berizin, Dinsos Fokus Dampingi Warga Binaan dan Terdampak Sosial
Pemerintah Kabupaten Semarang menyalurkan bantuan pemenuhan kebutuhan layak kepada 121 anak yatim dan anak dari keluarga kurang mampu di Kantor Dinsos Kabupaten Semarang, Kamis (25/6/2026). Bantuan hasil kolaborasi Dinas Sosial dengan Sentra Antasena Kementerian Sosial ini diberikan kepada anak-anak penerima kategori desil 1 hingga 5 untuk mendukung kebutuhan sekolah, kesehatan, dan kesejahteraan mereka bertepatan dengan momentum Muharam.
Momentum 10 Muharam, 121 Anak Yatim dan Kurang Mampu di Kabupaten Semarang Terima Bantuan Kemensos
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT 2026 kepada 2.393 warga di 92 desa dan kelurahan mulai Juni 2026. Bantuan diberikan kepada buruh tani tembakau, buruh dan petani cengkih, serta warga kurang mampu untuk mendukung kesejahteraan dan produktivitas mereka.
2.393 Buruh dan Petani Tembakau di Kabupaten Semarang Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu
Sebanyak 350 lansia mengikuti peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 di Terminal Tipe A Tingkir, Salatiga, Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang digelar Dinas Sosial Kota Salatiga itu menghadirkan layanan kesehatan gratis, bantuan sosial senilai Rp108 juta, serta pameran karya kreatif lansia sebagai bentuk penghormatan terhadap kelompok lanjut usia yang tetap sehat dan produktif.
Terminal Tingkir Salatiga jadi Panggung Bahagia Lansia, Rayakan Umur Panjang dapat Bantuan Rp108 Juta

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Komunitas Salatiga Keris Ageman Lestari menggelar prosesi jamasan pusaka di halaman Museum Salatiga, kawasan Prasasti Plumpungan, Kamis (2/7/2026), sebagai upaya pelestarian budaya Nusantara. Dalam kegiatan itu, bakal keris dan tombak diserahkan kepada empu untuk ditempa menjadi pusaka resmi Kota Salatiga, sekaligus melibatkan perawatan puluhan keris dan tosan aji milik masyarakat sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda.
Sakral Gelar Jamasan Pusaka, Serahkan Bakal Keris Salatiga
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar