KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pengukuhan Paskibraka Kabupaten Semarang, Ngesti: Boleh Berhijab, Tidak Masalah

Pengukuhan Paskibraka Kabupaten Semarang, Ngesti: Boleh Berhijab, Tidak Masalah

Pengukuhan Paskibraka Kabupaten Semarang, Ngesti: Boleh Berhijab, Tidak Masalah

Sebanyak 75 siswa-siswi SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Semarang dikukuhkan menjadi Paskibraka 2024 oleh Bupati Semarang Ngesti Nugraha di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (15/8/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas saat HUT ke-79 Kemerdekaan RI di Bumi Serasi. Mereka berjumlah 75 orang dan merupakan siswa-siswi terpilih dari seluruh SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Semarang.

Ngesti menjelaskan, setelah menjalani serangkaian latihan, mereka tidak hanya bertugas saat pengibaran Bendera Merah-Putih saja, akan tetapi juga saat upacara penurunan bendera. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk para pelatih dan alumni Paskibraka 2023.

“Harapan kita, anak-anak yang telah menjalani pendidikan karakter, budi pekerti, kedisiplinan, dan mental ini harus bisa kompak, guyub, dan seirama. Tidak hanya saat menjadi anggota Paskibraka saja, tetapi bisa gethok tular kepada lingkungan dan sekolah sehingga tertanam jiwa patriotisme, nasionalisme dan rasa memiliki NKRI yang kuat untuk menjadi pemimpin masa depan,” kata Ngesti usai pengukuhan Paskibraka di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (15/8/2024).

Berkaitan dengan isu yang beredar ihwal seragam Paskibraka, Ngesti menyampaikan, tidak ada masalah bagi siswi yang berhijab. Mereka tetap diperkenankan mengenakan hijab saat bertugas nanti.

“Tidak ada masalah, boleh pakai hijab,” ujarnya.

Ngesti menambahkan, Paskibraka yang telah dikukuhkan akan mendapatkan beasiswa. Mereka yang menjadi anggota Paskibraka rata-rata masih duduk di kelas XI SMA. Anggota Paskibraka yang dikukuhkan tahun 2023 lalu, maka beasiswa berlaku tahun ini. Demikian juga bagi mereka yang dikukuhkan tahun ini, maka tahun 2025 akan diberikan beasiswa.

“Ini menambah motivasi dan semangat buat siswa yang lain agar memiliki keinginan menjadi anggota Paskibraka,” bebernya.

Salah satu anggota Paskibraka, Fadila (16) sudah menjalani latihan di sekolah dan di rumah. Semula ia mengaku berat dalam menjalani latihan, akan tetapi lama-lama merasa terbiasa.

“Persiapan sejak 2 minggu yang lalu. Sedikit grogi tapi diusahakan tidak,” kata dia.

Pelajar kelas XI SMAN 1 Tuntang ini juga telah menjalani serangkaian latihan fisik. Sehingga sudah siap untuk menjalankan tugasnya.

“Beberapa hari terakhir digembleng sama pelatih, insyaAllah sudah siap,” bebernya mantap. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]