URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ratusan orang berkumpul di lapangan Pancasila untuk melakukan Flashmop dalam rangka peringatan hari pangan sedunia. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) kota Salatiga itu merupakan program tahunan toko tani Indonesia.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Peringati Hari Pangan Sedunia, Ratusan Warga di Salatiga ini Gelar Flashmob

Peringati Hari Pangan Sedunia, Ratusan Warga di Salatiga ini Gelar Flashmob

Peringati Hari Pangan Sedunia, Ratusan Warga di Salatiga ini Gelar Flashmob

featured-img

RASIKAFM. COM|SALATIGA – Ratusan orang berkumpul di lapangan Pancasila untuk melakukan Flashmop dalam rangka peringatan hari pangan sedunia. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) kota Salatiga itu merupakan program tahunan toko tani Indonesia.

Dikemas dengan beragam acara. Salah satunya adalah Flashmop. Kepala Dispangtan Kota Salatiga Henny Mulyani mengaku tujuan Flashmop sebagai bentuk edukasi dan publikasi bahwa kenyang tidak harus makan nasi. “Kalau kita hanya selebaran itu sudah biasa. Makanya kita awali dengan lomba cipta gerakan (Flashmop). Maka yang menang yang kita pakai,” ungkapnya Jumat (9/12/2022).

Dikatakan setelah itu, pemenang gerakan Flashmop tersebut selanjutnya dipublikasikan ke sekolah-sekolah, komunitas, dan akhirnya dipraktekkan pada puncak peringatan hari pangan tersebut.
“Kita praktekan Flashmop bareng sekarang ini,” jelas dia.

Acara yang berlangsung Jumat pagi itu diikuti oleh 500-an orang. Dikemas dengan acara Salatiga agro festival, dengan dimeriahkan pameran UMKM. Selain itu sebelumnya juga diselenggarakan lomba cipta menu.

“Kita menggandeng ibu-ibu. Ibu kan yang mengolah bekal anak-anak. Sehingga kita melakukan lomba cipta menu. Kenyang tidak harus nasi.Salah satunya adalah mie dari mokaf yang juga dimakan setelah acara Flashmop,” ungkapnya.

Diakui Henny kesadaran warga Salatiga untuk makan tidak harus nasi sedang berproses. Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan Dispangtan. Menunjukkan dengan perilaku orang yang sudah mulai mengurangi nasi untuk makan.

“Mereka rata-rata tinggal satu kali dua kali makan nasi dalam sehari. Dan itu porsinya di kurangi. Yaitu sadar kalau kenyang itu tidak harus nasi,” tandasnya.

Sejumlah siswa siswi SMP 9 Salatiga saat Flashmob

 

BACA JUGA :

Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Anggota DPR RI Muh Haris bersama Anggota DPRD Jawa Tengah Ida Nurul Farida dan Anggota DPRD Kabupaten Semarang M. Jauhari Mahmud menyerahkan bantuan sembako serta uang tunai kepada korban kebakaran rumah di Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan agar keluarga korban segera pulih dan kembali beraktivitas.
Pasca Musibah, Tiga Anggota Dewan Berikan Bantuan Korban Kebakaran di Tengaran
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting