KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Peternak Di Gunungpati Semarang Merugi Ratusan Juta Akibat Puluhan Sapinya Terkena PMK

Peternak Di Gunungpati Semarang Merugi Ratusan Juta Akibat Puluhan Sapinya Terkena PMK

Peternak Di Gunungpati Semarang Merugi Ratusan Juta Akibat Puluhan Sapinya Terkena PMK

Sapi dari Peternak Kelompok Tani Rejo Makmur yang berada di Gunungpati Kota Semarang terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hingga harus merugi ratusan juta.

SEMARANG – Peternak di Gunungpati dibuat pusing dengan menyebarnya virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kota Semarang. Akibatnya, puluhan sapi yang terkena virus terpaksa dipotong dan peternak sapi harus merugi ratusan juta.

Hampir ada 30 persen dari 97 ekor sapi yang ada di Kelompok Tani Rejo Makmur yang berada di Gunungpati Kota Semarang terserang PMK. Sutikno, Kelompok Tani Rejo Makmur menyampaikan, dari puluhan sapi yang dimiliki hampir semuanya terserang PMK.

Warga Dukuh Tegalsari, kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati Semarang itu mengaku dari puluhan sapi yang ia punya, hanya 3 sapi saja yang belum terserang Virus PMK. Karena sudah banyak yang terjangkit virus, ia terpaksa melakukan pemotongan sapi miliknya untuk menghindari kematian pada ternaknya.

“Saya punya 21 Sapi terjangkit semua, sisanya hanya 3 yang belum terjangkit masih menunggu giliran. Sudah terpotong 4 ekor sapi,” ujarnya Senin (27/6/2022).

Sutikno menjelaska, saat pertama kali sapinya terjangkit PMK dirinya aempat memberikan obat tradisional yang berharap bisa menangani virus PMK. Ditambah ia juga sempat memanggil dokter hewan untuk menangani penyakit itu. Namun usaha yang dilakukan sia-sia hingga akhirnya sapi tidak tertolong dan secara paksa harus dilakukan pemotongan.

“Kalau yang terjangkit biasanya saya kasih jamu-jamuan terlebih dahulu atau juga di panggilkan mantri dan laporan dinas. kalau tidak tertolong ya potong paksa,” terangnya.

Ia menerangakan, akibat pemotongan sapi yang dilakukan secara paksa karena terjangkit virus PMK, dirinya mengalami kerugian hingga ratusan juta. Sebab, hanya daging saja yang bisa dijual sementara bagian lain dari tubuh hewan terpaksa dibuang.

“Itu jual dagingnya saja, tapi ya harganya turun derastis. kerugian sampai ratusan juta bisa sampai segitu,” katanya.

Disisi lain, Sutikno mengakhi penularan PMK cepat sekali menular. Hampir tiap hari sapi yang terjangkit PMK diwilayahnya menambah.

“Penularannya cepat dan setiap hari bertambah. Kalau yang saya ketahui hampir setiap hari 1 sampai 3 bertambah terus,” ucapnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh peternak lainnya yaitu Nur Salim. Semua sapi miliknya terserang virus PMK sejak satu minggu lalu. Karena mendapatkan informasi bahwa PMK tidak bisa di sembuhkan, dia terpaksa memotong semua sapi miliknya.

“Dari 8 sapi terserang PMK Semua, itu sejak satu minggu kurang. Katanya yang sudah terjangkit pengobatannya belum ada. Terus kebanyakan kasusnya sapi tidak tertolong. Karena belum terlanjur untuk saya, dipotong semua dan dijual dagingnya,” bebernya.

“Terserang harganya turun, dulu sempat laku Rp. 23 jutaan itu jadi Rp. 16 juta. Sama Rp. 27,5 juta jadi Rp. 17,5 juta hingga pasaran Rp. 30 jt pun juga turun,” imbuhnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]