URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
PSISa Salatiga bersiap menghadapi laga kedua 10 Besar Liga 3 Regional Jawa Tengah. Laga yang akan digelar Kamis (25/11/2021) tersebut mempertemukan PSISa Salatiga melawan Persika Karanganyar.

Mbak Google

KABAR RASIKA

PSISa Salatiga Targetkan Kemenanggan Saat Melawan Persika Karanganyar

PSISa Salatiga Targetkan Kemenanggan Saat Melawan Persika Karanganyar

PSISa Salatiga Targetkan Kemenanggan Saat Melawan Persika Karanganyar

featured-img

Manajer PSISa Salatiga Hartoko Budhiono mengatakan tim Laskar Ganesha menargetkan poin penuh dalam pertandingan tersebut. “Raihan tiga poin dalam partai kedua adalah harga mati. Kami ingin menjaga peluang lolos ke babak semifinal dan final Jawa Tengah,” jelasnya, Rabu (24/11/2021).

Menurut Hartoko, secara kualitas tim PSISa tidak kalah dengan konstetan lain yang berlaga di Grup F. “Kita sudah sama-sama melalui penyisihan grup, jadi lebih baik fokus kepada tim sendiri dan memotivasi pemain agar meraih kemenangan dalam setiap laga yang tersisa,” tegasnya.

Meski begitu, Hartoko mengakui mewaspadai faktor nonteknis dalam pertandingan. Yakni kondisi lapangan Stadiom Bhumi Pala Temanggung yang tidak layak. “Pada laga pertama kami main partai kedua melawan PSIP Pemalang, lapangan sangat buruk. Kemampuan pemain tidak keluar, beberapa pemain sampai harus berganti sepatu karena lumpur yang menempe sangat tebal,” ungkapnya.

Hartoko menyampaikan karena kondisi lapangan tidak mendukung, strategi dari pelatih pun tidak maksimal. “Ini kan sudah pertandingan liga, ditonton langsung oleh penonton melalui streaming. Kenapa lapangan yang tidak layak dipaksakan?”paparnya.

Hartoko Budhiono saat menerima kunjungan Rasika FM

Hartoko menegaskan bahwa pertandingan liga harus lebih baik dari sepakbola tarkam. “Kalau tarkam bisa pindah lapangan agar sepakbola yang dipertandingkan layak ditonton, tentu partai liga juga harus lebih baik,” tegasnya.

Selain soal lapangan, Hartoko juga meminta operator kompetisi Liga 3 Jawa Tengah menugaskan wasit yang berintegritas dan memiliki kemampuan. “Pada partai pertama melawan PSIP, masyarakat sepak bola Indonesia tentu bisa melihat kualitas wasit. Jadi besok-besok jangan asal tunjuk wasit daripada merusak suasana pertandingan,” paparnya.

Sementara pelatih PSISa Salatiga Andreas Tri Widagdo mengungkapkan ada dua pemain yang harus absen dalam laga melawan Persika Karanganyar. “Ada dua pemain yang terkena akumulasi kartu kuning, yakni Husain dan Rizky Aldi. Kita siapkan pemain pengganti, masih ada waktu untuk memaksimalkan pemain yang ada,” terangnya.

BACA JUGA :

Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara