URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Keberadaan Sampah di Kota Salatiga masih menjadi permasalahan pemerintah Kota Salatiga. Hal itu disampaikan wakil Walikota saat acaraPeringatan Hari Peduli Sampah Nasional senin 21 Februari 22 di TPA Ngronggo Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Puluhan Relawan Apel Bersama Dalam Rangka Peringati Hari Peduli Sampah

Puluhan Relawan Apel Bersama Dalam Rangka Peringati Hari Peduli Sampah

Puluhan Relawan Apel Bersama Dalam Rangka Peringati Hari Peduli Sampah

featured-img

Keberadaan Sampah di Kota Salatiga masih menjadi permasalahan pemerintah Kota Salatiga. Hal itu disampaikan wakil Walikota saat acara Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional senin 21 Februari 22 di TPA Ngronggo Salatiga.

Dalam peringgatan kali ini Pemerintah Kota Salatiga menggelar upacara serta penyemprotan Eco-enzym untuk menekan aroma sampah yang berlokasi di TPA Ngronggo Kota Salatiga.

Wakil Walikota Salatiga Muhammad Haris, S.S., M. Si., menjelaskan kegiatan ini diikuti dari beberapa elemen, yakni lintas komunitas pecinta lingkungan, DLH (Dinas Lingkungan Hidup), para pemulung sampah, bank sampah dan lainnya yang berada di Kota Salatiga dengan harapan agar persoalan sampah menjadi bahan untuk dipikirkan semua pihak.

“Karena permasalahan sampah merupakan permasalahan nyata bagi kami dan tim kita semua sehingga perlu dikelola dengan baik dan kami mengadakan upacara pagi di TPA Ngronggo Kota Salatiga,” kata Wakil Walikota .

Di Salatiga pihaknya menggerakkan bank-bank sampah, sehingga sampah yang bisa fungsikan terutama sampah plastik serta sampah yang tidak busuk bisa dikelola dan tidak dibuang semua ke tempat pembuangan akhir sehingga pembuangan akhir malah sampahnya menggunung.

Dalam sehari sampah yang dihasilkan warga Kota Salatiga mencapai 90 ton karena satu orang rata-rata menghasilkan 0.6 kilogram per hari, data ini dari DLH Kota Salatiga.

Jika sampah dikelola dengan baik sejak awal baik di rumah, di dasa wisma dan di RT RW yang dibuang ke tempat pembuangan akhir tidak berupa sampah yang tidak dapat busuk.

Muh. Haris saat diwawancarai Rasika

“Sehingga jika sampah tersebut dikelola dengan baik, sampah-sampah yang ada di sini hanya sampah yang busuk dan tidak menyebabkan tumpukan sampah,” tambahnya.

Daya tampung sampah di TPA Ngronggo menurutnya sudah tidak layak, pihaknya masih memikirkan kedepan bagaimana untuk mencari alternatif yang baru.

“Mungkin akan diperluas di sebelah kanan, tapi yang pasti TPA ini sudah seperti gunung sampahnya,” ujarnya. Kita prihatin jumlah sampahnya, termasuk aroma sampah tersebut pasti sudah menyebar kemana-mana.

Sementara itu menurut Wakil Walikota Salatiga, pemerintah Kota Salatiga belum ada Perda tentang plastik. “Kita berharap teman-teman legislatif barangkali bisa menginisiasi lahirnya perda tentang plastik. Karena plastik merupakan persoalan nyata,” ujarnya. ( rief )

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara