RASIKAFM.COM | SALATIGA – Berbagai persoalan pendidikan terkuak saat talkshow bertema “Komitmen Salatiga Mewujudkan Pendidikan Unggul, Sekolah Aman dan Nyaman, Guru Sejahtera, & Siswa Bahagia”, yang digelar PGRI Kota Salatiga di Pendapa Bung Karno DPRD belum lama ini.
Kegiatan dalam rangka HUT Ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) itu, berlangsung gayeng.
Hadir pembicara Kadinas Pendidikan Drs Muh Naziruddin, Ketua Komisi A (Pendidikan) DPRD M Miftah, Kepala Kemenag Drs Wiharso MM, dan Kompol Marwanto (Polres).
Ketua PGRI Kota Salatiga Fahrudin Saiful Huda SPd MM menjelaskan, saat ini muncul banyak sekali persoalan guru, siswa, dan aktivitas pendidikan yang menjadi keprihatinan.
Di antaranya guru yang dilaporkan LSM dan akhirnya divonis hukuman, menjadi persoalan serius, meski akhirnya dianulir Presiden Prabowo Subianto.
Lalu kasus anak yang selalu di-bully dan akhirnya dendam kepada teman-temannya.
“Semoga talkshow ini bermanfaat bagi pendidikan di Kota Salatiga,” kata Fahrudin.
Adapun dalam talkshow tersebut diungkap pula keterlibatan anak setingkat SMP dan SD yang ikut aksi demo dan perusakan di Salatiga beberapa waktu lalu.
Lalu persoalan sekolah kekurangan guru mapel tertentu juga menjadi problem pendidikan Salatiga.
Terkait dengan kesejahtaraan, dampak efisiensi membuat Pemkot Salatiga tidak bisa lagi memberikan subsidi kepada guru honorer dan guru swasta sebesar Rp 450 ribu/bulan.
Selama ini mereka mendapat honor dari lembaganya sekitar Rp 200-400 ribu/bulan.
Sejumlah sekolah juga mengalami kerusakan sebagai dampak bencana angin puting beliung beberapa waktu lalu.